OCTOBER 6, 2011 Folded Hands, Brunei Photograph by Adam Hanif, Your Shot This Month in Photo of the Day: Photos From New National Geographic Books

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)…..penyakit si pekerja tangan aktif…

Pernahkah anda menglami rasa tidak nyaman pada pergelangan tangan atau jari-jari tangan…? Pernahkah pula merasakan rasa pegal luar biasa atau rasa kesemutan di telapak tangan atau jari-jari anda…? Bagaimana dengan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga anda tidak dapat mengepalkan tangan dan tidak dapat menggenggam bola atau memegang gelas atau peralatan lainnya yang ingin anda ambil atau angkat….?

Mungkin hal ini sering terjadi dan dialami banyak orang khususnya orang-orang usia di atas 30 tahun. Kejadian ini akan lebih sering pula dialami pada orang-orang yang banyak menggunakan tangan atau gerakan tangan yang monoton dan berulang saat bekerja atau melakukan suatu pekerjaan. Misalnya pada ibu-ibu rumah tangga yang banyak mencuci baju secara tradisional (tanpa mesin cuci), atau pada orang-orang yang banyak menulis dan mengetik.

Nyeri, rasa kesemutan, baal pada pergelangan tangan

Apa sebenarnya yang terjadi….? Apakah sudah terjadi kerusakan saraf atau kelumpuhan yang permanen…?

Orang awam kadang menganggap ini sebagai akibat kelelahan bekerja. Atau pada keadaan yang lebih ekstrim bisa dianggap kelumpuhan total akibat serangan stroke. Walau kemungkinannya ada seperti dugaan itu namun ada suatu penyakit lain yang lebih sering terjadi dan mengakibatkan gejala-gejala di atas. Penyakit itu disebut dengan “Carpal tunnel syndrome” atau sering disingkat menjadi CTS. Penyakit ini disebabkan terjepitnya saraf perifer (nervus medianus) oleh ligamen transversus carpii (ligeman otot yang berada di pergelangan tangan) yang mengalami degenerasi dan pengerasan akibat kerjanya yang hiperaktif dan berulang. Pada orang-orang yang bekerja dengan menggunakan tangan dan dengan gerakan tangan yang monoton berulang akan memiliki resiko pengerasan dan degenerasi ligamen tersebut lebih tinggi. Sehingga resiko terkena penyakit CTS akan menjadi lebih tinggi pula.

Carpal tunnel syndrome

Gejala penyakit CTS biasanya berupa rasa nyeri, tidak nyaman, kesemutan pada jari-jari tangan dan telapak serta pergelangan tangan. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat pula disertai dengan rasa baal dan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga tidak dapat mengepalkan tangan dan menggenggam benda-benda yang akan diambil. Semua gejala tersebut terbatas hanya pada tangan saja dan tidak meliputi lengan atas ataupun lengan bawah. Bila lengan atas dan lengan bawah mengalami rasa yang lain juga, maka kemungkinan jepitan saraf terjadi di daerah lebih proksimal atau daerah leher.

Cara untuk mengetahui apakah anda mengalami CTS atau tidak adalah dengan mencoba menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan dan mempertahankan posisi tersebut selama sekitar 1 menit (phalen’s test). Bila nyeri atau rasa kesemutan dan baal atau kelemahan bertambah, maka kemungkinan anda mengalami penyakit CTS. Cara kedua adalah dengan melakukan ketukan-ketukan ringan berulang secara terus menerus pada pergelangan tangan (tinel’s test). Bila nyeri, kesemutan, baal dan kelemahan bertambah maka kemungkinan CTS sudah terjadi pada anda.

Phalen’s test dan Tinel’s test

Untuk mengetahui dengan pasti maka anda perlu datang ke dokter bedah saraf agar dapat dilakukan pemeriksaan dengan teliti dan pemeriksaan EMG (Electromyelography). Dari pemeriksaan EMG dapat dipastikan apakah CTS sudah terjadi.

Terapi CTS adalah dengan operasi melepaskan jepitan saraf medianus tersebut. Ligamen yang mengeras akan dipotong dan dibelah sehingga saraf medianus akan terlepas dari jepitan. Tindakan operasi ini sangat ringan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pembiusan pun dapat dilakukan secara regional dan tidak harus pembiusan umum (kecuali atas permintaan pasien). Pasca operasi, pasien tidak perlu dirawat lama, cukup satu hari saja atau bahkan bisa langsung pulang.

CTS pasca tindakan operasi biasanya akan menunjukkan hasil yang sangat baik dan memuaskan. Biasanya rasa nyeri dan kelemahan akan mengalami perbaikan. Pasien juga dapat kembali beraktifitas setelah jahitan dan luka di tangan sembuh. Komplikasi dari tindakan operasi pun sangat jarang.

Oleh karena itu, bila anda merasa mengalami gejala CTS, segeralah berobat ke dokter agar pertolongan dini segera dapat diberikan. Tindakan operatif dengan luka kecil akan segera mengembalikan anda untuk beraktifitas dengan baik kembali.

About these ads

103 gagasan untuk “Carpal Tunnel Syndrome (CTS)…..penyakit si pekerja tangan aktif…”

    1. Bapak Andrie yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      CTS adalah penyakit berupa nyeri atau kelumpuhan pada tangan atau jari-jari pada tangan yang terkena CTS yang diakibatkan oleh penekanan saraf medianus oleh ligamentum carpi tranversus. Ligamentum atau dalam bahasa awam disebut sebagai jaringan ikat/jaringan penunjang, terletak menyilang di atas saraf medianus, dalam dalam keadaan normal, setiap manusia pasti memiliki ligamentum ini. Oleh karena berbagai hal, ligamentum ini kemudian menebal dan mengeras sehingga menekan dan menjepit saraf medianus yang ada di bawahnya. Akibatnya muncul gejala-gejala seperti nyeri, baal atau kelumpuhan pada tangan/jari-jari tangan yang terkait, yang kemudian disebut dengan CTS.

      CTS di bagi menjadi beberapa tingkat/level, mulai dati level 1 sampan level 6, berasarkan tingkat keparahannya. Level 1 adalah yang teringan dengan gejala yang sanagt minimal, sedangkan level 6 merupakan keadaan yang paling parah dengan gejala yang berat pula.

      Karena penyakit CTS ini akibat suatu mekanieme mekanik (penekanan dan jepitan tadi), maka pengobatan atau terapinya jelas harus dengan suatu tindakan/operatif untuk menghilangkan faktor mekanik tersebut. Saya belum pernah membaca dan mengetahui obat tradisional sebagai terapi untuk CTS. Pada CTS level rendah (level 1), maka pengobatan dilakukan mungkin belum harus dengan operasi, tapi dapat dilakukan fisioterapi dan mengistirahatkan tangan serta menjauhi gerakan-gerakan tangan yang akan memperberat CTS ini. Untuk CTS level 2 dan seterusnya hingga level 6, pengalaman saya tidak ada tatalaksana lain, selain dengan tindakan operatif untuk melepas jepitan pada saraf medianus, yaitu dengan dipotongnya ligamentum carpi tranversus tadi. Umumnya setelah dilakukan tindakan operasi, penderita CTS akan langsung merasakan kenyamanan dan rasa bebas nyeri yang cukup baik.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak.
      Terima kasih.

      Hormat Saya.

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    2. Dok, saya sudah melakukan EMG dan didiagnosa CTS stadium 6.
      Neurologist menyarankan untuk operasi oleh dokter bedah ortopedi
      Apakah memang operasi tsb dilakukan oleh dokter bedah ortopedi….?bukan oleh dokter bedah syaraf….?
      mohon tanggapannya

      Operasi tersebut berapa lama maksimum dapat ditunda…? mengingat setelah operasi tangan harus diistirahatkan selama 2 minggu

      Terimakasih

      1. Ibu Prima yang terhormat
        Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

        Wah sudan stadium 6, sebaiknya tindakan operasi dilakukan secepatnya.

        Saya sebagai dokter bedah saraf menyarankan agar ibu berobat ke dokter bedah saraf dan dokter bedah saraf yang melakukan tindakan operasi untuk ibu. Saya dapat melakukannya untuk ibu. Dokter bedah orthopedi mungkin juga memiliki kompetensi untuk tindakan ini, namun dokter bedah saraf akan memperhatikan kesehatan saraf sebagai yang prioritas.

        Sebaiknya operasi ini jangan ditunda karena bila sudah terjadi kelumpuhan maka akan sangat sulit untuk dipulihkan. Bila ibu berkenan dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Semoga saya dapat membantu ibu.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
        Staf Medik FKUI-RSCM
        CEO pada PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
        Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS. MEDISTRA Jakarta
        2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
        3. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
        4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        5. RS. DHARMAIS Jakarta
        6. RS. RAWALUMBU Bekasi

    1. Ibu dapat menemui saya di rumah sakit tempat saya berpraktek. Semoga saya dapat membantu ibu.

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM /RSCM Kencana Jakarta
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

  1. apa tindakan secara tradisional yang bisa dilakukan oleh semua orang untuk mencegah gejala penyakit cts tersebut. selain dari pada berobat ke dokter. pengetahuan ini sangat membantu bagi org yg terkena penyakit cts terima ksih.

    1. Bapak Abdul Rahman yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit CTS ini adalah “hindari melakukan pekerjaan tangan yang berat dan berulang-ulang dalam frekuensi yang tinggi”, seperti mencuci atau mengucek pakaian saat mencuci. Selain itu, tangan/pergelangan tangan harus juga diistirahatkan secara berkala. Umumnya penebalan ligamentum atau jaringan ikat yang menjepit saraf pada CTS diakibatkan karena adanya gerakan yang repetitif (berulang-ulang) dari tangan atau pergelangan tangan secara rutin, sehingga hipertrofi terjadi. Aturlah semua pergerakan tangan kita dengan baik, aturlah pekerjaan yang membutuhkan tangan dengan baik. Semoga dengan ini, proses penebalan ligamentum tersebut dapat dicegah atau diperlambat.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Bila gejala penyakit CTS terasa maka pengobatan yang harus dilakukan adalah pertama dipastikan terlebih dahulu bahwa pasien memang menderita penyakit CTS. Selain itu tangan yang merasakan gejala-gejala tersebut harus diistirahatkan dan dibatasi gerakannya serta beban terhadapnya. Kemudian si penderita harus segera mencari pertolongan medis ke dokter saraf atau dokter bedah saraf, karena tindakan operasi perlu dilakukan dan merupakan satu-satunya jalan untuk mengobati CTS.
      Pemberian obat anti nyeri dapat diberikan namun pada CTS nyeri tidak akan pernah tuntas selama jepitan saraf belum dibuka.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu dan menambah informasi.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Bapak Irfan yang terhormat

      Pengalaman saya terhadap pasien-pasien dengan CTS, yang menjalani terapi operasi melepas jepitan maka akan mendapatkan kesembuhan yang sangat baik. Memang durasi hingga pasien benar-benar mengalami rasa nyaman dengan meredanya gejala-gejala akibat CTS sangat bervariasi. Ada pasien yang langsung bebas dari gejala setelah operasi selesai. Ada yang membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Hal ini sangat bergantung dari kemampuan toleransi dan adaptasi si pasien itu sendiri. pasien umumnya dapat bekerja kembali dan nyeri serta gejala-gejala lainnya akan mereda.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat menambah informasi.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : Dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Bapak/Ibu Viki yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya

      Sesuai dengan namanya, “CTS” atau “carpal tunnel Syndrome” artinya adalah sindrom (kumpula gejala) akibat struktur anatomi berbentuk terowongan di daerah tangan (carpal). makanya CTS adalah istilah penyakit khsus untuk tangan. Untuk bagian tubuh lainnya ada juga saraf-saraf yang rawan terjepit, tetapi istilah medis atau nam penyakitnya jelas bukan CTS. Misalnya pada tulang belakang, jepitan saraf sering terjadi pada penyakit yang disebut dengan HNP. Untuk di daerah kepala, ada penyekit jepitan pada saraf yang disebut dengan “Trigeminal Neuralgia”. Patologi dasarnya sama yaitu ada jepitan pada saraf perasa yang kemudian menimbulkan gejala-gejala seperti nyeri, baal dan kelumpuhan. namun karena lokasinya berbeda sehingga namanya juga berbeda.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak/ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Gejala CTS yang khas adalah nyeri, rasa baal dan pada akhirnya adalah kelumpuhan tangan/jari-jari tangan.
      Pada CTS yang terberat level nya maka selain nyeri dan baal, sudah ada kelumpuhan, dimana tangan atau jari-jari tangan menjadi sulit untuk digerakkan. Kemampuan untuk memegang benda menjadi sulit dan terasa lemah. Kelumpuhan merupakan petunjuk adanya CTS yang sangat berat dan memerlukan pertolongan segera.

      Demikian dari saya, semoga dapat menambah informasi.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

    1. Setiap level memiliki gejala hampir sama namun intensitas atau beratnya yang berbeda. Khusus untuk level 6 atau yang terberat maka gejala kelumpuhan sudah muncul. Pada level yang paling ringan, gejala yang ada biasanya hanya rasa nyeri yang ringan.

      Penyakit CTS mengancam fungsi tangan dan tidak mengancam jiwa atau nyawa. Jadi keadaan yang terberat yang dapat diakibatkan oleh CTS adalah kelumpuhan tangan tersebut.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

    1. Ibu Tiarma yang terhormat.
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      CTS tidak dapat disembuhkan dengan diurut, karena CTS merupakan penyakit penjepitan pada saraf oleh suatu jaringan ikat (yang normalnya memang ada namun mengalami penebalan dan pengerasan). Mengurut merupakan suatu mekanisme relaksasi otot-otot yang ada di dalam tubuh dengan memberikan penekanan-penekanan berulang pada otot-otot tersebut. Jadi mengurut tidak berhubungan sama sekali dengan sistem saraf atau jaringan ikat.
      Pengobatan CTS hingga saat ini tetap dengan operasi pemotongan jaringan ikat yang mengeras tersebut hingga struktur saraf yang terjepit menjadi bebas. Jaringan ikat tersebut dipotong juga dengan alasan agar CTS tidak akan terulang kembali.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

      1. Apakah pemotongan jaringan ikat yang mengeras tersebut mempengaruhi fungsi tangan setelah sembuh? Selain penggunaan tangan yang berulang ulang dengan frekuensi tinggi apakah jenis makanan yang dikonsumsi mempengaruhi proses jaringan ikat yang mengeras pada pergelangan tangan tersebut (CTS). Terima kasih sebelumnya dok, mohon penjelasan dokter.

      2. Ibu Tiarma yang terhormat

        jaringan ikat yang menebal pada penyakit CTS adalah jaringan ikat yang disebut dengan Ligamentum carpii tranversus, merupakan sebuah ligamen yang menyeberangi pergelangan tangan. Ligamen ini tidak memiliki fungsi yang signifikan karena tidak berikatan pada struktur oto dan tulang yang penting pada pergerakan tangan. Sehingga pengalaman saya selama ini, pemotongan jaringan ikat ini tidak mempengaruhi fungsi secara signifikan.

        Hingga saat ini saya belum pernah mengetahui atau membaca adanya makanan yang mempengaruhi pengerasan jaringan ikat ini. Ligamen adalah jaringan yang miskin akan pembuluh darah sehingga asupan gizi atau makanan yang masuk ke dalam tubuh dan mengalir di dalam darah tidak banyak yang diserap oleh ligamen tersebut.

        Demikian dari saya, semoga dapat membantu.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon

  2. apakah ada cara lain selain operasi (terapi misalnya), kl sdg kesemutan nyeri apalagi kl mlm. mohon penjelasan, terima kasih.

    1. Ibu Ria yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjugni blog saya.

      Berdasarkan pengetahuan dan keilmuan medis bedah saraf, tidak ada pengobatan atau terapi yang adekuat untuk CTS selain operasi. Pada CTS yang ringan (derajat rendah), memang kita masih mengajurkan untuk fisioterapi dan relaksasi tangan. Namun bila gejala sudah berat maka tindakan operasi merupakan satu-satunya jalan. Karena terapi dari CTS adalah membebaskan saraf yang terjepit dari jaringan ikat yang menekan saraf tersebut sehingga jaringan ikat itu harus dipotong. Gejala kesemutan sudah menunjukkan adanya gangguan persarafan (selain nyeri) dan ini mungkin perlu ditatalaksana lebih lanjut.

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM/RSCM Kencana Jakarta
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

      1. terima kasih banyak atas penjelasannya, oh iya dok..ada yg bilang coba pakai wrist splint brace, apakah bisa membantu dgn mnggunakannya..tks

      2. Ibu Ria yang terhormat

        Wrist splint brace berguna untuk memberikan gerakan terbatas pada pergelangan tangan (imobilisasi). Hal ini memang menguntungkan untuk mengurangi gerakan yang merangsang penebalan dan degenerasi jaringan ikat yang menjepit saraf pada CTS. Namun perlu ditekankan disini adalah bahwa sifatnya untuk mencegah penbalan jaringan ikat lebih lanjut. Sedangkan bila sudah terjadi CTS dalam katogori berat maka tindakan wrist splint brace saja mungkin tidak bermanfaat tanpa tindakan operasi. Wrist splint brace ini dapat digunakan pasca operasi untuk CTS.

        Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. Muhammad Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Twitter : @dokter_andra

        Praktek :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RSCM / RSCM kencana Jakarta
        4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  3. kalo penyakit cts itu gak ditangani, levelnya akan terus naik ya dok??
    trus aku liat di salah satu sinetron, penyakit cts bisa reda dgn minum obat.
    obat apa ya itu dok ???
    trus apakah dgn melakukan aerobik, bisa mengurangi dampak cts tsb ???

    1. Ibu Angela yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Benar sekali ibu bahwa penyakit CTS akan memberat bila tidak ditangani dengan benar. Jaringan ikat yang sudah menebal akan semakin menebal dengan pergerakan sehingga jepitan pada saraf akan semakin memberat. Usaha untuk merelaksasi tangan biasanya hanya akan memperlambat penebalan jaringan ikat tersebut.

      Saya tidak pernah mengetahui obat yang dapat menyembuhkan CTS. Memang ada obat-obat yang digunakan untuk mengurangi gejala CTS seperti obat pereda rasa nyeri, obat-obat neuroprotektor dan lain-lain. Namun ini hanya untuk meringankan gejala untuk sementara waktu. Tetap saja kesembuhan tidak akan tercapai.

      Menurut saya aerobik kemungkinan besar tidak akan mengurangi dampak CTS. Biasanya kita menyarankan para pasien CTS untuk mengistirahatkan tangannya yang mengalami gejala CTS dengan imobilisasi gerakan tangan (mengahalangi pergerakan pergelangan tangan yang banyak). Jadi pergelangan tangan harus dibatasi gerakannya. Sedangkan pada aerobik, gerakan akan semakin banyak dan semakin aktif.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat menambah informasi bagi ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  4. Saya penderita cts sejak 3 thn yg lalu, selama ini hanya mengkonsumsi vitamin saraf dari dr. Saraf dan tidak ada perbaikan (kalmeco / mecola) Apakah dengan operasi cts akan sembuh total (tdk kembuh lagi) ? Apakah ada efek samping dari operasi cts tsb ? Bagaimana dengan perawatan pasca operasi cts, karena saya adalah seorang karyawan yg lebih banyak menggunakan komputer.

  5. Saya menderita cts sejak 3 thn yg lalu, umur 41 thn, selama ini hanya minum vitamin syaraf dari dr. Syaraf ( Kalmeco / Mecola ) tapi tidak ada perbaikan. Apakah setelah operasi cts, akan sembuh total ( tidak kambuh lagi ) ?. Apakah ada efek samping dikemudian hari setelah melakukan operasi cts ? Bagaimana cara perawatan pasca operasi cts, karena saya bekerja lebih banyak menggunakan komputer. Apakah ada larangan setelah tindakan operasi cts ? Terima kasih.

    1. Ibu Lina yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebagai seorang dokter, saya hanya dapat mengatakan hasil operasi CTS selama ini memberikan rasa puas kepada pasien-pasiennya. Namun tingkat perbaikan sangat bervariatif dari masing-masing penderita CTS tergantung dari sejauh mana kerusakan saraf yang sudah terjadi akibat penjepitan saraf tersebut serta sejauh mana kemampuan adaptif si pasien pasca operasi. Saya sering menyampaikan kepada pasien-pasien saya sebuah analogi jepitan saraf itu, bayangkan tangan anda terjepit oleh pintu selama bertahun-tahun. Kemudian dilepaskanlah tangan anda tersebut dari jepitan, selanjutnya apakah tangan anda akan langsung merasakan kesembuhan dan rasa nyaman?? Jawabannya tergantung berapa lama tangan itu terjepit. Selain itu tentunya nyerinya masih ada dan membutuhkan waktu untuk pemulihannya. Jadi tindakan operasi pada CTS bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari saraf yang tejepit, sekaligus untuk mengurangi gejala-gejala yang dialami selama ini.

      Pasien-pasien yang saya lakukan tindakan operasi ada yang mengalami rasa nyaman segera setelah operasi, dan ada juga yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merasakan kenyamanan itu. Hal ini sangat bervariasi.

      Efek samping dari operasi CTS biasanya adalah terbentuknya luka bekas operasi di tangan. Dan bila pasca operasi, tangan tidak diistirahatkan total dan diimobilisasi maka kemungkinan penyembuhan luka menjadi sulit. Pada kasus yang sangat jarang, dapat terjadi infeksi pada daerah luka operasi. Semua hal ini dapat terjadi dan kita harus melakukan segala sesuatu untuk mencegah dan meminimalisir keadaan ini terjadi.

      Perawatan pasa operasi adalah tangan yang dioperasi harus diistirahatkan total dan tidak boleh digerakkan paling tidak selama 2 sampai 2 minggu. Ini sangat penting untuk penyembuhan luka operasi dan mencegah munculnya sikatriks. Oleh karena itu, ibu harus berpuasa bekerja dengan komputer selama selang waktu tersebut.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Ibu Lina,

      Kita tidak akan mengerjakan kedua-duanya sekaligus karena tidak mungkin kita membuat kedua tangan ibu tidak dapat digunakan terlebih dahulu untuk sementara pasca operasi. Hal itu jelas akan membuat ibu kesulitan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Kita akan mengerjakan salah satu terlebih dahulu, biasanya yang CTS dengan level atau derajat beratnya jepitan yang lebih parah. Setelah tangan yang dioperasi tersebut sudah bisa dipakai kembali, baru kita mnegerjakan tangan yang satu lagi. Rentang waktunya paling sedikit adalah 1 sampai 1,5 bulang.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon

  6. Dok, ciri ciri penyakit cts,sama dengan yg saya alami,apa ada obat untuk menghilangkan rasa nyeri dan kesemutan?

    1. Mas Hilmi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Bila memang gejala yang anda rasakan sangat mirip dengan gejala penyakit CTS, maka saya sangat menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter saraf atau bedah saraf, untuk memastikan apakah anda benar-benar mengalami penyakit CTS atau tidak. Penyakit CTS sebaiknya diterapi dengan tindakan melepaskan jepitan secara permanen.

      Obat-obatan untuk mengurangi gejala memang ada, namun menurut saya tidak efektif dalam mengatasi gejala yang anda rasakan. Bahkan bila digunakan dalam waktu yang cukup lama makanyeri dan rasa kesemutan nya kemungkinan tidak dapat diatasi lagi dengan obat-obatan tersebut. Obat-obatan yang dapat digunakan adalah obat anti nyeri dan obat “neuroprotektor”. Vitamin-vitamin untuk saraf juga dapat digunakan seperti “Methylcobal” dan Neurobion.

      Bila anda tertarik, dapat menemui saya di tempat-tempat saya berpraktek.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

  7. Dokter, apa fungsi dari carpal ligament tsb ? Apabila setelah menjallani operasi cts, akan mempengaruhi fungsi ligament tsb ? Terima Kasih.

    1. Ibu Lina yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Tidak terdapat fungsi yang vital dari ligamentum carpii tranversus yang biasanya kita belah saat operasi CTS. Hal ini dikarenakan banyak ligamen yang terdapat di pergelangan tangan selain ligamentum carpii tranversus tersebut. Ligamen biasanya merupakan jembatan antara otot dengan tulang atau yang menempelkan otot pada tulang. Khususnya untuk ligemantum carpii tranversus itu merupakan ligamen yang pendek dan tidak banyak mempengaruhi gerakan otot. Pemotongan ligamen tersebut pada operasi CTS tidak akan mempengaruhi fungsi secara signifikan dan pasien dapat beraktifitas seperti biasa walau sudah dipotong.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu Lina.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak. Semoga anak bapak diberikan kesembuhan dan pemulihan yang baik.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

  8. dokter saat ini saya mengalami kondisi spt yang digambarkan oleh dokter tentang cts pada tangan kanan saya. Seminggu yang lalu saya sudah memeriksakan diri ke dokter syaraf di rs islam cempaka putih. Saya diberikan suntikan di 4 titik, tepatnya 2 di lengan bawah dan 2 di bahu belakang. Saya diberikan obat berupa vascuprax 100 mg, methycobal 250 mg, simarc2, fatigon dan pamol. Tapi sampai saat ini saya masih merasakan kesemutan, ngilu dan sakit pada tangan kanan saya terutama ibu jari. Hal itu terjadi saat saya sdg beraktifitas maupun dalam tangan dg kondisi diam. Baik posisi menggantung maupun di letakkan di tempat datar. Menurut dokter apa sebaiknya yang saya lakukan, mengingat kondisi ini sangat mengganggu saya saat beraktifitas? apakah sebaiknya saya menjalani operasi???Terima kasih

    1. Ibu Amy yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Bila ibu memang merasakan gejala yang mirip dengan gejala CTS maka yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa memang benar yang ibu alami adalah penyakit CTS. Caranya adalah dengan dilakukan pemeriksaan fisik yang tepat (oleh dokter bedah saraf atau dokter saraf) dan dilakukan pemeriksaan penunjang berupa EMG (ElectroMyeloGraphy).

      Ibu sudah mendapatkan pengobatan dengan suntikan dan obat-obat minum namun tetap merasakan nyeri. Kemungkinan besar bahwa jepitan pada saraf sudah sangat berat dan terapi obat-obatan tidak dapat mengatasinya lagi. Bila memang terbukti ibu mengalami CTS dan tidak mengalami perbaikan dengan obat-obatan maka saya sangat menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi melepaskan jepitan saraf CTS.

      Bila ibu berkenan, ibu dapat menemui saya di tempat-tempat saya berpraktek.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  9. Dokter Andra yang baik, saya mengalami semua gejala yang mengarah ke CTS, dan selain rasa nyeri dan kesemutan, tiga jari saya juga sudah kebas, dan saya tidak bisa lagi membuka/menutup peniti, menjahit dll, tapi memegang benda-benda lainnya seperti bola, piring dan gelas masih bisa, dan masih tetap melakukan aktifitas rumah tangga. Kira-kira level berapa CTS yang saya derita, dan jam berapa dokter praktek di rumah sakit tersebut? Terima kasih atas informasinya yang sangat berguna.

    1. Ibu Niniek yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya

      Dengan gejala-gejala yang ibu alami maka kemungkinan bear ibu sudah berada pada level yang cukup tinggi (4,5 atau 6) dari CTS. Hal ini dikarenakan tidak saja ibu mengalami gangguan sensasi tapi jari tangan ibu sudah mengalami kelemahan (gangguan kekuatan motorik).
      Bila ibu berkenan, ibu dapat menemui saya di tempat saya berpraktek.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta (Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta (dengan perjanjian)

  10. Dok,brp biaya operasi yg kira2 dibutuhkan untuk cts? Tangan kanan saya bagian telapak akhir2 ini sering terasa panas. Tp bagian tubuh yg lain jarang,jd saya menduga ini cts..

    1. Ibu Mita yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Operasi CTS merupakan operasi “One Day Care (ODC)” dimana biayanya sekitar (paket biaya) 6-7 juta.
      Apakah hanya rasa panas saja yang ibu rasakan? Apakah ada rasa kesemutan atau kelemahan jari-jari tangan?
      Sudah berapa lama ibu merasakan ini? Dan kalau boleh saya tahu, apakah pekerjaan atau aktifitas ibu sehari-hari?

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  11. Dok,usia saya 35th,selama 8th saya bekerja lab pembibitan anggrek,dg tangan kanan bnyak menggunakan pinset sedangkan tangan kiri menyangga botol media..awlnya kdang kesemutan pd telapak tangan,nyeri ringan pd pergelangan tangan,sebulan ini nyeri hebat pd jari2 slain jari klingking…nyeri n kaku sangat terasa pd jari telunjuk terutama mlm hari dan rsanya lengan mulai kaku,tp msh bs memegang n benda n msh ttp bekerja…apakah saya kena cts,seberapa parah yg saya alami..?apa harus menghentikan pekerjaan..?
    Trimakasih…

    1. Bapak/Ibu Wahyu yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya mohon maaf karena baru membaca dan membalas tulisan bapak/ibu.

      Berdasarkan cerita bapak/ibu, selama 8 tahun bekerja sepertinya melakukan gerakan yang monoton atau terus menerus. Hal ini dapat mejadi faktor resiko terjadinya CTS. Dari bentuk nyeri yang anda rasakan juga mengarah kepada suatu penyakit CTS. Gejala yang khas pada CTS adalah nyeri, baal atau kesemutan pada pergelangan dan telapak tangan hingga jari-jari tangan khususnya ibu jari sampai jari tengah. Pada keadaan yang lebih berat, terjadi kelumpuhan dimana tangan tidak dapat memegang suatu benda. Bila tangan masih bisa memegang dan mengambil benda-benda maka tingkat keparahan CTS masih ringan atau sedang.

      Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sendiri untuk membantu menegakkan kepastian kemungkinan anda menderita CTS atau tidak, yaitu :
      1. Coba tekukkan tangan anda pada pergelangan tangan ke arah telapak tangan dan ditahan pada posisi itu selama 5 menit, dan coba rasakan apakah nyeri atau baal atau kesemutan muncul atau bertambah.
      2. Lakukan pengetukan pada pergelangan tangan pada sisi telapak tangan berulang-ulang dan coba rasakan apakah nyeri, baal atau kesemutan muncul/bertambah.
      3. Yang paling ideal adalah anda memeriksakan diri ke dokter bedah saraf /dokter saraf dan dilakukan pemeriksaan EMG. Pemeriksaan EMG dapat mengkonfirmasi apakah anda memang mengalami penyakit CTS.

      Saya tidak pernah menganjurkan semua pasien saya untuk berhenti dari pekerjaan mereka. Yang penting adalah gerakan dalam pekerjaan harus bervariatif dan tidak boleh monoton. Berikan relaksasi pada tangan secara berkala agar jepitan saraf pada kasus CTS tidak terjadi.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak/ibu Wahyu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI RSCM.
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  12. Dok, saya menderita CTS (sudah konsultasi ke dokter spesialis syaraf) sejak kehamilan minggu ke 10. Sampai saat ini ( kehamilan minggu ke 24) saya fisioterapi dengan diathermi dan ultrasound therapy setiap 3 hari. Namun gejalanya tidak kunjung hilang
    Jika dalam masa kehamilan dilakukan operasi pemotongan ligament tersebut, apakah tidak membahayakan….? dan ada opsi yang lain yaitu treatment dengan laser. Bagaimana peluang keberhasilan terapi laser tersebut….? Menurut dokter saraf yang menangani saya, CTS pada kehamilan akan terus berlanjut sampai melahirkan,apakah hal tersebut benar meskipun saya rajin fisioterapi….?
    Terimakasih

    1. Ibu Prima yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru bisa membalas tulisan ibu sekarang, karena saya baru pulang dari luar negeri memberikan ceramah dan presentasi disana.

      Penyakit CTS dapat terjadi pada siapa saja dan dalam kondisis apapun, termasuk dalam kondisi hamil ataupun tidak. Dulu CTS ditemukan hanya pada orangtua namun saat ini orang-orang berusia muda dan remaja juga sudah mengalami penyakit CTS. CTS ini biasanya terjadi pada orang-orang yang banyak menggunakan tangan saat bekerja dan biasanya gerakan tangan itu bersifat monoton.

      Sebenarnya tidak ada masalah serius dilakukan operasi pemotongan ligamen pada CTS pada ibu yang sedang hamil karena operasinya bersifat kecil dan pembiusan yang dilakukan juga bersifat lokal atau regional (bukan pembiusan umum). Namun saya ingin bertanya pada ibu, apakah keluhan yang ibu rasakan sudah sangat mengganggu?? Apakah sudah ada rasa kelemahan pada tangan atau jari-jari tangan? Karena memang bila ada, aka sebaiknya operasi CTS segera dilakukan. Tetapi bila ibu belum merasakan keluhan yang berat maka boleh dipertimbangkan untuk dilakukan operasi setelah persalinan. Saya selalu menganggap masa kehamilan adalah masa dimana seorang ibu tidak boleh terganggu kondisinya sama sekali dan seminimal mungkin mendapatkan obat-obatan termasuk obat bius. Walau lokal atau regional, tetap saja obat bius yang diberikan dapat masuk kedalam peredaran darah ibu.
      Jadi silahkan ibu memilih, saya dapat membantu ibu sesuai pilihan ibu.

      Mengenai terapi CTS dengan laser, saya sungguh tidak mengetahui hal ini secara mendalam. Berbagai teknik yang lebih maju sudah dikembangkan namun menurut saya dengan operasi konvensional saja sudah cukup dan baik dalam mengobati CTS.

      CTS akan terus berkembang bila tangan yang sakit terus digunakan untuk melakukan pekerjaan yang monoton. Saya sarankan tangan yang mengalami CTS lebih banyak diistirahatkan dan jangan terlalu banyak dipakai untuk bekerja.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu ibu. Semoga kandungan ibu selalu dalam keadaan sehat.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI RSCM.
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  13. Dok, saya mau tanya sehubungan dengan penelitian yang akan lakukan tentang CTS terhadap pekerja di konveksi. Ada beberapa pertanyaan :
    1. sebaiknya pemeriksaan CTS dengan tes tinnel dan phalen dilakukan pada saat seperti apa (apakah sebelum bekerja, saat istirahat kerja, atau saat sore hari setelah bekerja).
    2. terkait dengan masa pemulihan otot pada setiap orang berbeda-beda, supaya pemeriksaan ini berhasil apakah ada toleransi waktu yang diberikan untuk melakukan tes tinnel dan phalen, misalnya pemeriksaan tidak lebih dari 30 menit dari selesai bekerja
    3. apakah CTS dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja misalnya suhu, kelembaban, pencahayaan dan getaran pada alat
    4. Seperti yang sudah dokter paparkan di awal, seperti apakah tingkatan dari CTS dari level 1 sampai 6
    terimakasih sebelumnya dok, jawaban dokter akan sangat membantu

    1. Ibu Siti Rohmah yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibu.

      1. Tidak ada kondisi khusus untuk pemeriksaan tes tinnel dan phalen. Namun secara umum sebaiknya setiap pemeriksaan fisik dan neurologis pada seseorang harus dilakukan dengan kondisi yang stabil dan tenang. Pemeriksaan lebih baik dilakukan saat pekerja dalam keadaan tenang dan tidak bekerja. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan faktor bias dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.

      2. Saya tidak mengetahui waktu usai kerja yang baik untuk pemeriksaan. Namun saya anggap bahwa dengan mengingat gangguan CTS dikarenakan gangguan saraf, maka pengaruh kelelahan otot tidak terlalu signifikan. Saya rasa dengan beristirahat sekitar 30 menit sudah cukup untuk menghilangkan faktor keletihan otot.

      3. Pengetahuan medis hingga saat ini menyebutkan bahwa CTS disebabkan oleh kerja yang repetitif dan monoton pada tangan yang mengakibatkan penebalan pada salah satu ligamentum otot sehingga menjepit saraf. Tidak terdapat pengaruh lainnya atau mungkin tidak secara langsung.

      4. Tingkatan CTS dari 1 sampai 6 merupakan hasil penilaian oleh pemeriksaan alat penunjang berupa EMG (Electromyelography) dan bukan berdasarkan gejala klinis pada penderita CTS. Penetuan level CTS hanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan EMG tersebut.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI RSCM.
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Bapak Rusdy yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Biaya operasi CTS menurut saya tidak terlalu mahal karena tindakan operasi tidak memerlukan pembiusan umum. Pembiusan cukup dilakukan secara lokal atau regional sehingga pasien masih tetap sadar selama prosedur operasi dilakukan. Selain itu pada operasi CTS tidak memerlukan peralatan yang terlalu banyak karena memang tindakannya yang cukup sederhana. Saya tidak mengetahui secara pasti biaya operasinya namun kalau saya tidak salah dengan angka 5 juta rupiah sudah dapat dilakukan tindakan operasi CTS.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu bapak.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI RSCM.
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    1. Ibu Nanna yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan ibu saat ini.

      Pada CTS, nyeri atau gejala yang dirasakan hanya terbatas pada pergelangan tangan dan jari-jari tangan yang mengalami CTS tersebut. Hal ini berdasarkan saraf yang terjepit pada kasus CTS, dimana saraf tersebut hanya mengatur bagian pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jari tangan.

      Bila memang ibu merasakan gejala-gejala hingga ke lengan atas dan leher maka hal lain harus dicurigai sebagai penyebabnya. Dengan gejala dan lokasi gejala yang ibu sebutkan maka saya mencurigai adanya sesuatu yang bermasalah pada saraf di daerah leher ibu. Kemungkinan adanya penyempitan rongga saraf di leher yang mengakibatkan terjepitnya struktur saraf disana.

      Saya menyarankan ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter bedah saraf atau dokter saraf untuk memastikan apa yang terjadi. Bila ibu berkenan, ibu dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Saya juga menyarankan ibu untuk melakukan pemeriksaan MRI leher untuk dilihat dengan pasti apakah adanya penyempitan rongga saraf dan jepitan pada saraf leher. Keadaan seperti ibu ini cukup sering dan banyak kasusnya serta dapat dilakukan pengobatan.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

    1. Bapak Annas yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      CTS tidak terjadi pada kaki dan bukan merupakan penyakit yang menyerang kaki. Sesuai dengan namanya “Carpal Tunnel Syndrom” dimana istilah “Carpal” yang berarti tangan maka CTS adalah penyakit yang khususnya mengenai tangan saja.

      Bila bapak merasakan ada keluhan yang menyerang kaki (seperti kesemutan, baal dan nyeri) maka kelainan ini tidak dikarenakan oleh CTS atau bukan CTS. Harus ditelusuri lebih lanjut apa sebenarnya yang bapak alami. Umumnya bila bapak merasakan keluhan baik pada tangan dan kaki maka kemungkinan gangguannya terletak pada saraf leher (saraf cervical). Iritasi dan kompresi pada saraf di daerah cervical / leher akan mengakibatkan gangguan dan keluhan pada kedua tangan dan kaki.

      Coba bapak konsultasikan ke dokter saraf atau dokter bedah saraf. Lakukan pemeriksaan MRI leher untuk memastikan gangguan tersebut ada atau tidak. Bila apak berkenan dapat menemui saya di tempat saya berpraktek, sehingga saya dapat memeriksa bapak lebih lengkap.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu bapak
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  14. awalnya ke 2 tangan saya mengalami CTS tapi sekarang kaki kanan & kiri jg mengalami gejala yang sama, kalau misalnya setelah dilakukan MRI leher,ada syaraf yg terjepit ,apa hrs dilakukan operasi ? Telapak tangan saya kanan &kiri mulai menipis,apakah Dokter bisa memberikan solusi? Terimakasih

    1. Ibu Eny yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Bila keluhan melibatkan lebih dari satu alat gerak, apalagi keempat alat gerak (tangan dan kaki) makakemungkinan besar penyebabnya adalah gangguan saraf di daerah leher. Gangguan saraf di leher dapat berupa iritasi atau kompresi saraf. Bila jepitan saraf yang terjadi cukup berat maka tindakan operasi untuk membebaskan saraf yang terjepi tersebut menjadi suatu indikasi yang kuat. Karena bila tidak dilakukan pembebasan saraf maka saraf akan semakin rusak dan akan berakibat kelumpuhan yang permanen. Bila kelumpuhan sudah terjadi maka akan sulit untuk dipulihkan walau kita melakukan operasi semaksimal mungkin setelahnya.

      Telapak tangan yang menipis mungkin merupakan petanda kelumpuhan yang sudah mulai terjadi. Kelumpuhan saraf akan mengakibatkan kelumpuhan otot-otot termasuk otot-otot di tangan. Kelumpuhan otot-otot akan mengakibatkan otot-otot tersebut tidak dapat berkontraksi dengan baik. Gagalnya kontraksi otot akan menyebabkan otot menjadi tidak aktif dan tidak digunakan, yang selanjutnya akan mengakibatkan atrofi otot. Atrofi otot inilah yang mungkin menyebabkan menipisnya telapak tangan anda.

      Bila ibu berkenan, saya ingin sekali bertemu langsung dengan ibu dan memeriksa dengan lebih jelas. Saya juga ingin melihat MRI leher ibu sehingga saya dapat menentukan tindakan apa yang terbaik yang mungkin bisa kita berikan kepada ibu. Saya dapat ditemui di tempat-tempat saya berpraktek yang tertera di bawah.
      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu ibu. Semoga ibu berkenan menemui saya.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon / Neuro Intervention
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  15. Dear dokter Andra
    Informasi ini sangat bermanfaat bagi saya, karena kemungkinan istri saya saat ini mengalami hal yang sama dengan dokter jabarkan.
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan al:
    1. Apakah penyakit ini akan timbul kembali setelah dilakukan operasi seperti saran dokter.
    2. Apakah dapat dilakukan therapi dengan semacan gelang magnetik ( beberapa rekan menyarankan dengan menggunakan gelang magnetik).
    3. Berapa besar kisaran biaya yg dibutuhkan untuk operasi CTS ini?

    Demikian pak dokter, sekali lagi terimakasih telah memberikan pencerahan melalui tulisan ini.

    Regards
    Mahdi

    1. Bapak Mahdi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bapak.

      1. CTS disebabkan oleh jepitan saraf di daerah pergelangan tangan oleh ligamen carpii transvesal (suatu jaringan lunak yang konsistensinya cukup liat dan mengeras akibat aktifitas yang berlebihan dan monoton di tangan). Tindakan operasi untuk CTS adalah dengan memotong dan membuka ligamen tersebut sehingga saraf di bawahnya menjadi terbebaskan. Tentunya setelah ligamen dipotong maka biasanya CTS tidak akan terjadi lagi karena ligamen tersebut sudah dipotong dan dibuka.

      2. Saya tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentang gelang magnetik. Tetapi menurut pengetahuan saya terapi terbaik untuk CTS adalah dengan membuka ligamen penjepit saraf tersebut. Gelang magnetik mwnurut saya tidak akan mampu memotong atau membuka ligamen tersebut.

      3. Saya tidak mengetahui dengan pasti biaya tindakan operasi CTS. Biaya sangat bergantung terhadap jenis pembiusan yang dilakukan, apakah pembiusan dilakukan secara umum atau regional. Pembiusan secara umum jelas akan memakan biaya lebih besar. Namun biasanya tindakan operasi untuk CTS ini tidak membutuhkan perawatan. Biaya yang diperlukan mungkin berkisar antara 5 sampai 10 juta.

      Bila bapak tertarik dan berkenan, dapat menemui saya di tempat-tempat saya berpraktek. Semoga saya dapat membantu istri bapak.
      Terima kasih.

      Hormat Saya
      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  16. Dear Dokter Andra

    Saya berumur 29thn,dan sekarang lagi hamil 24 minggu,tiap bangun pagi tangan pasti kesemutan dan tidak bisa di kepal sama sekali, Apakah ini gejala CTS juga??!kemarin saya konsultasi ke dokter janin katanya hal biasa dialami karena ada jepitan pada saraf2 tertentu saat hamil.Saya dikasih obat methycobal 250mg diminum 3x sehari,apakah obatnya aman dikonsumsi saat hamil ??!Terima Kasih.

    1. Ibu yuli yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gejalanya memang mirip dengan suatu CTS namun yang cukup aneh adalah kenapa terjadi hanya di pagi hari pada saat bangun. CTS biasanya akan memberat gejalanya pada saat tangan sudah lebih banyak dipakai bekerja, sehingga pasien-pasien CTS biasanya mengeluh gejalanya muncul setelah mereka mulai beraktifitas, dan walaupun ada namun tidak banyak yang keluhannya muncul pada saat bangun pagi.

      Untuk memastikannya, saya mengajurkan ibu untuk dilakukan pemeriksaan EMG oleh dokter saraf. Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui dengan jelas apakah ibu memang menderita CTS atau tidak. Selain itu ibu juga boleh berkonsultasi dengan dokter kebidanan, karena keluhan pada saat kehamilan sangat bervariasi dan mungkin keluhan ibu tentang tangan juga merupakan salah satu manifestasinya. Konsultasikan juga dengan dokter kebidanan mengenai penggunaan Methylcobal. Setahu saya methykcobal tidak berbahaya untuk kehamilan karena methylcobal hanyalah vitamin untuk saraf.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta.

  17. Dok,ank saya skrg usia nya 2 tahun 4 bulan,lahir dengan persalinan keras(di vakum),wkt lahir tangan sblh kanan nya terkulai lemas,ank saya mengalami syaraf terjepit,dan kita udah lakukan fishioteraphy sjk ank usia 5 hari,namun sampai hari ini ank saya sama skali blm mampu membuka 5 jari2 tangan kanan nya.. Pertanyaan saya apakah ank sy menderita CTS?kalo iya apakah di usia nya yg skrg 2 tahun 4 bulan ank saya bs melakukan operasi?makasih dok sblmnya !

    1. Bapak/ibu Ade yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Mendengar cerita anda, saya rasa kemungkinan anak anda mengalami CTS sangat kecil. Riwayat tangan sudah lemas sejak lahir dan usia anak anda yang masih sangat muda tidaklah cocok dengan kemungkinan mengalami CTS. Saya lebih menduga adalah bahwa pada saat persalinan dengan vakum itu dilakukan, terjadi suatu gerakan atau manuver usaha melahirkan yang mungkin sedikit ekstrim sehingga terjadi peregangan saraf yang hebat (yang mungkin menyebabkan kerusakan saraf atau putusnya saraf) pada daerah leher atau pada serabut-serabut saraf di daerah bahu dan ketiak lengan/tangan kanan. Hal ini dapat mengakibatkan kelumpuhan pada tangan kanan seperti yang anda deskripsikan.

      Bila memang sudah terjadi kerusakan saraf atau putusnya saraf, dan sudah terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, maka usaha perbaikan sudah terlalu terlambat untuk dilakukan, karena waktunya yang sudah terlalu lama. Menurut saya yang sebaiknya dilakukan sekarang adalah mencari tahu dan memastikan saraf apa yang sebenarnya terganggu pada anak anda. Lakukan pemeriksaan EMG (Elektro Myelo Grafi) untuk melihat bagian saraf mana yang terganggu. Dengan EMG, diagnosis CTS juga dapat ditegakkan atau disingkirkan. Fisioterapi harus terus dilakukan hingga dapat dicapai suatu gerakan tangan yang cukup optimal.

      Selema saya menjadi dokter spesialis bedah saraf, saya belum pernah mendapatkan kasus CTS pada anak kecil dan belum pernah melakukan tindakan operasi CTS untuk anak kecil.Namun operasi CTS bukanlah operasi besar dan dapat dilakukan pada usia anak anda.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih.

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      TWitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di:
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
      4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      5. RS Rawalumbu Bekasi

      1. Terima kasih dk untuk jawaban nya.. Sebagai keterangan Saya prnh 1 kali mbawa ank saya untuk EMG di RSPP jkt pd tgl 28.05.12 atau di usia ank 1 thn 8 bln dgn diagnosa Penurunan NCV Motorik Dan Sensorik N.Medianus dan N.ulnaris dextra dan kesimpulan nya:sesuai dgn lesi partial post-ganglion pleksus brakhialis dextra.. Diperiksa olh dr.manfaluthy hakim Sp.S(K),dan dr.jubelki sirait… Saat ini kita jg msh mnjalani pisioteraphy dok,namun kondisi tngan ank sy skrg adalah msh blm mampu menekuk kan siku nya secara sempurna dan jari2 tangan nya jg msh dlm keadaan mengepal dan blm mampu membuka krn gerakan2 jari nya sngat lemah dok.. Dengan hasil EMG diatas pertanyaan saya apakah tangan ank saya msh bs sembuh total dngan operasi bedah syaraf?jika iya kpn sbaik nya operasi di lakukan mengingat usia ank saya yg aktif dan sulit untuk meng istirahatkan tangan nya dok.. Terima kasih !

      2. Bapak Ade yang terhormat

        Sesuai dengan dugaan kita bahwa kerusakan saraf terjadi pada kumpulan saraf di daerah pleksus brachialis (sekitar tempat keluar saraf di leher). Keadaan ini merupakan hal yang tidak jarang pada pasien-pasien bayi yang biasanya disebabkan oleh gangguan pada proses persalinan.

        Hasil pemeriksaan EMG menunjukkan adanya penurunan listrik saraf di beberapa bagian saraf. Walaupun listrik saraf nya belum hilang namun sangat disayangkan adalah bahwa kejadian gangguan ini sudah berlangsung sangat lama. Kerusakan saraf perifer umumnya bisa diselamatkan dengan tindakan operasi bila dikerjakan dengan onset jurang dari 1 bulan bahkan kurang dari 2 minggu. Bahakn bila lebih cepat lagi dilakukan penyelamatan dengan tindakan operasi sejak onset kejadian maka hasilnya akan jauh lebih baik. Dengan sudah lamanya anak anda mengalami kerusakan ini maka kemungkinan untuk diselamatkan fungsinya menjadi sangat minimal. Selain itu dengan sudah berlangsung begitu lamanya kerusakan ini maka terdapat kesulitan pula untuk mencari lokasi pasti kerusakan mengingat saraf sangat banyak, kecil dan panjang.

        Namun tidak ada salahnya untuk dicoba ditatalaksana dengan tindakan operasi, namun keberhasilannya memang tidak dapat dijamin. Kita harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu termasuk pemeriksaan MRI pada daerah pleksus brachialis untuk mencari saraf yang mengalami gangguan tersebut. Bila dapat ditemukan maka usaha untuk merehabilitasi saat operasi juga tidak mudah. Bila ada saraf yang putus baik parsial atau total maka tidak mudah pula untuk menyambungnya.

        Kesimpulannya adalah untuk mendapatkan kesembuhan total kemungkinan besar tidak bisa karena kerusakan sudah berlangsung cukup lama. Operasi juga tidak perlu dilakukan terburu-buru pada fase ini, yang penting adalah dilakukan diagnostik yang baik dan persiapan operasi yang benar.

        Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
        Terima kasih

        Hormat Saya
        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        TWitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di:
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
        4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
        5. RS Rawalumbu Bekasi

  18. dok tangan saya agak bengkak terasa panas tepat nya di telapak tangan kanan sy . juga serasa kesetrum bila tangan sy tekan bila tekanan nya keras dan menekuk maka rasa kestrumnya pun serasa kencang.juga baal di telapak tangan sy dok,sy sudah ke dokter syaraf katanya cts .untk memastikan sy emg hasil nya cts great 3 dok.sy sudah terapi ,urut makn vitamin ,obat tapi ga ad perubahan.di suntik ad perubahan kesemutan nya saja yg agak hilang dok.mohon petunjuknya dok.saya jadi pikiran setiap hari.ini berlangsung kurang lebih sudah 3 bulan dok.tol dok apa yg harus sy lakukan apa dg tindakan operasi bisa menghilangkan smua yg sy rasakan di tangan sy ini dok?dan klo memang harus di operasi berapa biaya nya dok?terima kasih.

    1. Bapak Sianto yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Tampaknya memang anda mengalami CS yang sudah refrakter dengan pengobatan. Artinya sudah terjadi kompresi saraf yang cukup hebat dan tidak mempan dengan terapi obat-obatan. Dalam hal ini memang tindakan operasi merupakan jalan keluar satu-satunya untuk melepaskan jepitan saraf tersebut.

      Pengalaman saya bahwa tindakan operasi memang dapat membantu pasien merasa jauh lebih nyaman dan keluhannya jauh berkurang. Tindakan operasinya juga termasuk tidak terlalu berat dan pasien beberapa hari pasca operasi langsung merasakan keluhan berkurang.

      Untuk biaya operasi, sangat bervariasi untuk masing-masing rumah sakit. Saya tidak tahu dengan pasti tapi saya rasa untuk amannya sebaiknya menyiapkan dana sekitar 7,5 sampai 10 juta. Tindakan anastesi atau pembiusan umumnya secara regional dan bukan pembiusan umum.

      Bila anda tertari, dapat menghubungi saya di tempat saya berpraktek. Semoga saya dapat membantu Bapak Sianto.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      TWitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di:
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
      4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      5. RS Rawalumbu Bekasi

      1. terima kasih dokter andra yg baik atas balasan dr pertanyaan saya.cuma 1 hal dok saya sangat takut sekali di operasi.dan seandainya tidak ada pilihan sy harus operasi , ada resiko yg harus sy tanggung tidak dok?bila mana memang harus sy percayakan operasi cts sy ke dokter andra.terima kasih dokter.

      2. Terima kasih untuk kepercayaan yang Bapak berikan kepada saya.

        Sebagai manusia saya tidak dapat arogan dan mengatakan tidak akan ada komplikasi. Namun kita akan selalu mengupayakan agar komplikasi itu sekecil mungkin terjadi. Sampai ketemu ya.

        Terima kasih

        Hormat Saya
        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon (Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
        5. RS RAWALUMBU Bekasi
        6. RS JAKARTA HEART CENTER (JHC) –> coming soon

  19. Dokter, saya ingin tanya jadwal di RSCM hari apa dan jam berapa saja? Saya sangat butuh berkonsultasi dengan Anda, karena sudah hampir satu tahun tangan saya kesemutan dan sekarang semakin menjadi, dan sangat mengganggu aktifitas saya..Berapakah biaya untuk EMG dan MRI leher? Karena kesemutan juga menjalar hingga ke kaki. Mohon panduannya dok..saya butuh secepatnya disembuhkan..terimakasih

    1. Ibu Larawana Intan yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya berpraktek di RSCM setiap hari dari jam 10.00 sampai jam 13.00. Tapi saya akan khusus berada di poliklinik pada hari jumat antara jam 09.00 sampai jam 12.00

      Saya tidak tahu dengan pasti biaya EMG, kemungkinan antara 300 ribu hingga 500 ribu.
      Biaya MRI leher sekitar 2,5 juta rupiah.

      Demikian dari saya, semoga dapat membantu
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

    1. Ibu Larawana Intan yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      MRI leher ditujukan untuk melihat jaringan saraf di leher dan struktur jaringan lunak lainnya yang terdapat i leher juga seperti kerongkonga dan tenggorokan. Bila diambil dengan lapang pandang tertentu, MRI leher dapat mencakup hingga ke daerah punggung pula. Namun semakin luas lapang pandang yang diambil maka ukuran gambar akan semakin kecil. MRI sebaiknya dimintakan untuk lokasi yang spesifik sehingga gambar yang dihasilkan bisa cukup besar dan jelas. Untuk itu, dokter yang meminta MRI harus menuliskan dengan benar lokasi tubuh yang di MRI, dan ini hanya dapat dilakukan bila sang dokter sudah melakukan pemeriksaan fisik yang benar.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Medis, Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      5. RS. RAWALUMBU Bekasi
      6. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)

  20. Dear Dr. Andra
    Saya pria berusia 53 tahun semenjak setahun yang lalu kedua belah tangan saya selalu kesemutan, sehingga sulit melakukan aktivitas, terutama saat mengendarai kendaraan, dan
    setiap bangun pagi rasa kesemutan itu serasa lebih berat.

    Demikian disampaikan, dan mohon informasi bagaimana cara / pengobatan yang harus saya pilih, guna mnhilangkan rasa kesemutan ini, atas masukannya saya ucapkan terima kasih

    Hormat saya,

    Sachnast

    1. Bapak Sachnast yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Kesemutan pada kedua tangan merupakan kondisi yang memang sangat mengganggu. Penting sekali bagi saya untuk mencari tahu apa penyebab rasa kesemutan pada kedua tangan bapak tersebut.

      Apakah kesemutan itu selalu anda rasakan…?? Apakah kesemutan semakin memberat setelah anda beraktiftas…??

      Saya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada bapak. Jika berkenan, dapatkah bapak menemui saya di tempat saya berpraktek…? Mungkin juga saya harus melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui dengan pasti penyebab rasa kesemutan itu.

      Untuk saat ini yang mungkin dapat bapak lakukan adalah lebih banyak mengistirahatkan tangan dan menjauhi aktifitas yang banyak menggunakan tangan. Bapak dapat mengkonsumsi beberapa obat seperti Neurobion 5000 2×1 tablet dan Methylcobalt 3×1 tablet setiap hari.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu bapak. Saya menantikan pertemuan dengan bapak.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI-RSCM
      CEO pada PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. RAWALUMBU Bekasi

  21. Yth dokter Andra.

    Saya dika, umur 32, mengalami cts sdh 2,5 bulan. Sdh fisioterapi dan kesemutan sdh hilang. Hanya kadang msh nyeri di jari & tangan, kadang jari jg agak kaku. Kalau boleh saya ingin bertanya ttg CTS.
    1. Apakah pemeriksaan EMG dan operasi CTS hanya utk yg berat sja, utk yg stadium rendah tp mengganggu pekerjaan kantor apa jg boleh dioperasi?
    2. Jika usia msh muda & stadium belum berat kira2 berapa lama masa pemulihan setelah operasi? Apakah jenis operasi CTS jg berpengaruh ke biaya operasi dan lamanya pemulihan pasca operasi?
    3. Ligamen yg diambil saat operasi apa msh bisa tumbuh normal lg? Kalau tidak bisa tumbuh lagi, apa ada pengaruhnya karena jaringan tendon&sarafnya tanpa pelindung ligamen?

    Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan jawaban dokter.

    Dika

    1. Dika yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya akan emncoba menjawab pertanyaan anda :

      1. Pemeriksaan EMG dan operasi CTS bisa dilakukan pada semua tingkatan atau level beratnya CTS. Indikasi tindakan operasi CTS adalah bila sudah menimbulkan kelumpuhan atau gangguan yang mengganggu si penderitanya.

      2. Baik yang usia masih muda maupun sudah lebih tua maka penyembuhan pasca tindakan operasi CTS tidaklah lama. Dibutuhkan hanya sekitar 2 minggu saja pasca operasi, dan anda sudah dapat beraktifitas kembali dengan normal.

      3. Ligamen tidak berfungsi sebagai pelindung, tetapi merupakan jaringan penyambung antara otot. Khusus untuk ligamen yang biasanya menyebabkan penyakit CTS, fungsinya tidak signifikan bahkan tidak ada. Sehingga walau sudah dibuka, tetap tidak akan mengganggu fungsi tangan secara keseluruhan. Ligamen yang dibuka atau diambil memang tidak boleh tumbuh lagi karena tujuannya memang untuk membebaskan tekanan pada saraf oleh ligamen tersebut.

      Bila anda memang mengalami CTS, saya sangat berharap anda datang menemui saya untuk kita lakukan pemeriksaan yang lengkap. Bila memang diperlukan, tindakan operasi kita lakukan dan tentunya lebih cepat akan lebih baik.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu anda.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI-RSCM
      CEO pada PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. RAWALUMBU Bekasi
      7. RS. JAKARTA HEART CENTER Jakarta

  22. Yth. dokter Andra yang baik…
    dok, saya juga mengalami gejala CTS ditangan kanan saya, ujung jari tengah dan telunjuk saya baal dan kesemutan yg mau saya tanyakan berapa biaya untuk tes EMG?
    Selain itu juga tangan kanan saya jadi kaku jika digunakan untuk menulis, apakah jika saya melakukan operasi akan kembali normal kembali untuk menulis?terimakasih dok…

    1. Bapak Budi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya tidak mengetahui dengan pasti biaya EMG. Kalau saya tidak salah, sekitar 300 ribu sampai 500 ribu.

      Selama ini, pengalaman saya bila saya mengerjakan operasi CTS, alhamdulillah pasiennya dalam keadaan cukup puas dan dapat beraktifitas kembali. Sebagai seorang dokter memang kita tidak boleh terlalu percaya diri, sehingga harus saya katakan bahwa pemulihan sangat tergantung dari modal awal kondisi saraf yang terjepit serta kecepatan mendapatkan bantuan terapi operasi.

      Bila bapak berkenan, dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Bapak dapat dilakukan pemeriksaan EMG dan bila terindikasi akan kita lakukan operasi untuk CTS bapak. Saya berharap tindakan dapat kita lakukan sebelum kelumpuhan berat telah terjadi.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu bapak.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. DHARMAIS Jakarta
      5. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      6. RS. RAWALUMBU bekasi

  23. Yth. dokter Andra yang baikā€¦
    dok, saya juga mengalami gejala CTS ditangan kanan saya, mulai dari pangkal bahu sampai ke pergelangan tangan kanan, terasa kesemutan hebat disertai rasa panas nyeri, lebih kurang sudah selama satu setengah bulan ini, dan sudah saya bawa ke fisioterapi dan diberikan tindakan: MWD lengan, ultrasonic, dan MWD Genu.
    apakah saya juga harus memeriksakan ke bagian syaraf .
    Dok mohon informasi dan solusinya sebaiknya apa lagi yang harus saya lakukan, dan saya sudah mengkonsumsi Methycobal 250 mg, Cilostazol 50 mg, dan Piroxicam 10 mg.
    sekali lagi mohon solusnya sebaiknay saya harus bagaimana dok ?
    atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.

    1. Bapak muh. Abu Thoyib yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gejala kesemutan dan nyeri hebat hingga ke pangkal bahu tidak cocok dengan penyakit CTS, karena gejala khas CTS hanyalah pada pergelangan tangan hingga jari-jari tangan saja (khususnya jari 1,2 dan 3). Selain itu bapak sudah menjalani cukup banyak pengobatan dan sepertinya belum ada perbaikan.

      Bila bapak berkenan bertemu dengan saya agar saya dapat memastikan apa sebenarnya yang bapak alami. Saya ingin memeriksa bapak dengan lebih baik.
      Mungkin beberapa pemeriksaan penunjang perlu kita lakukan untuk lebih memastikan lagi.

      Tindakan fisioterapi tidak akan bermanfaat bila ternyata ada kompresi saraf yang berat. Fisioterapi akan menjadi sangat bermanfaat bila kompresi saraf itu sudah teratasi terlebih dahulu.

      Demikian dari saya, semoga saya dapat membantu bapak.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf FKUI-RSCM

      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. AMINAH Tangerang
      6. RS. RAWALUMBU Bekasi
      7. RS. OMNI PULO MAS Jakarta

  24. Dokter Andra, ternyata ibu jari dan telunjuk tangan kanan saya sekarang juga mengalami kesemutan yang hebat, dan terasa panas, dan sekarang yang kesemutan hebat sampai lengan bawah, sedangkan lengan atas terasa ngilu sekali, mohon solusinya dok bagaimana sebaiknya saya ?, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
    Wassalam

    1. Bapak Muh. Abu Thoyib yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gejala yang bapak alami memang mengarah ke Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Bila bapak berkenan, dapatkah bapak menemui saya di tempat saya berpraktek…?? Saya harap lebih cepat tentunya lebih baik. Saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan keadaan bapak. Setelah itu baru akan kita putuskan terapi apa yang terbaik untuk bapak.

      Untuk saat ini, sebaiknya tangan yang sakit lebih banyak diistirahatkan. Bila memang digunakan untuk bekerja maka harus selalu diselingi dengan istirahat yang cukup.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf
      Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – RSUPN Ciptomangunkusumo (RSCM)
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. Ciptomangunkusumo / RSCM Kencana
      5. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

  25. ass,
    mnurut dokter syaraf saya terkena penyakit cts tpi tdak d rujuk untuk d oprasi cuman d kasih obat, memang bnar sya sembuh tpi tdak sembuh total, sekarang ini saya terkena penyakit cts lagi tpi berobat k mna mna tidak sembuh sembuh. bagaimana mnurut dokter apakah saya harus mnta di oprasi walau pun saya tdk di rujuk. atau dngan cra berobat kalau ada apa obat nya,,???
    terima kasih
    wss

    1. Bapak Roni yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohona maaf karena baru membalas saat ini.

      Bila dengan obat-obatan gejala CTS tidak menghilang maka memang sebaiknya dilakukan tindakan operasi. Anda boleh mencari pendapat dokter lain atau meminta pertolongan dokter lain selain dokter saraf yang sekarang mengobati anda. Tidak perlu sistem rujukan karena setiap pasien memiliki hak untuk mencari pendapat kedua dan pertolongan dari dokter lain. Kondisi CTS yang terlalu lama tidak ditatalaksana maka akan mengancam fungsi saraf tangan dan mengakibatkan kelumpuhan.
      Bila anda berkenan dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Bila memang perlu, akan kita lakukan tindakan operatif untuk penyakit CTS yang anda alami.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

  26. Dear Dokter,

    Saya berusia 32Th, baru menjadi Ibu RT +/-4bln. Setiap menjelang fajar s/d bangun tidur saya mengalami seperti ciri-ciri CTS mungkin dikarenakan kegiatan saya mencuci pakaian manual rutin. Bagaimana cara pencegahan CTS? Apakah Ada supplement penumjang yang dapat dikonsumsi daily yang tidak berefek sampling untuk saya berencana hamil.

    Salam,
    Elli

    1. Ibu Elli Yth.

      Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.

      CTS terjadi akibat gerakan tangan yang ritmik dan berulang-ulang dengan frekuensi cukup sering, sehingga jaringan ikat bekerja ekstra keras dan kemudian menebal yang pada akhirnya menekan saraf. Cara pencegahan CTS yang paling baik adalah, mengatur gerakan atau aktivitas tangan sedemikin rupa sehingga selalu ada periode istirahat dan beban kerja tangan tidak terlalu berat. Bila memungkinkan, hindari mencuci dengan gerakan ‘mengucek’ yang berlebihan, karena pengalaman saya sebagian besar pasien saya yang CTS adalah ibu-ibu yang sering mencuci dengan gaya seperti itu. Tidak ada suplemen penunjang yang dapat mencegah terjadinya CTS. Sehingga ibu tidak perlu mengkonsumsi suplemen atau obat apapun.

      Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Hormat saya,
      dr. M. Radhian Arief, Sp.BS (dokter andra)
      Neurosurgeon
      staf medik FKUI

      email: dr.andra.bs@gmail.com
      twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui dengan perjanjian di
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. RS Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais, Jakarta

  27. dear dr. Andra

    saya ingin menayakan kondisi mama saya yg berusia 53 thn, sudah menopause , bb : 72kg dan tb : 158cm. Berdasarkan info tentang cts yg telah diterangkan sebelumnya menunjukan kondisi mama saya mengarah menderita CTS.. namun dibeberapa situs lain yg telah saya baca, menjelaskan bahwa cts merupakan penyakit yg umum diderita karena perubahan hormonal seperti pada wanita hamil atau menopause ada jga yg menerangkan karena obesitas.. dalam situs tersebut jg dijelaskan bahwa cts akan sembuh setelah proses melahirkan atau setelah menurunnya berat badan menjadi ideal karena sdah tidak adanya lg lemak yg menekan atau menyempitman syaraf tersebut .. yg saya ingin tanyakan adalah, apakah benar klo mama saya sdah memiliki indeks massa tubuh yg normal CTS akan sembuh dgn sendirinya ? karena sebelumnya mama saya belum pernah kesmutan ditangan namun smenjak berat badannya naik, jari2 tangannya pun mulai kesemutan dan sedikit kebas..

    atas jawaban serta bantuan sarannya saya ucapkan terima kasih..
    regards,
    witria

    1. Ibu/ bapak Witria Yth

      Mohon maaf baru dapat membalas sekarang. Utamanya diakibatkan sering terjadi crash pada sistem wordpress ini, sehingga saat ini tim dokterandra.com sedang dalam proses untuk pindah platform demi kelancaran komunikasi dan aliran informasi.

      CTS muncul karena adanya jepitan saraf di pergelangan tangan oleh JARINGAN LIGAMENTUM atau dalam bahasa awamnya bagian urat dari otot. Jadi jepitan terhadap saraf bukan diakibatkan oleh lemak atau jaringan lainnya. Memang pada kondisi tubuh yang obesitas kepadatan lemak atau jaringan dibawah kulit menjadi lebih tebal, sehingga dapat memberikan penekanan pada struktur anatomi sekitarnya. Tapi secara umum CTS tidak dipengaruhi oleh kegemukan. Urat yang menjepit biasanya mengalami pengerasan akibat beban kerja yang terlalu tinggi pada urat tersebut.
      Bila ibu anda mencapai IMT normal dan gejalanya menghilang, maka mama anda BUKAN menderita CTS. Kesemutan dan nyeri yang dialaminya kemungkinan dipengaruhi metabolisme tubuh yang kurang baik akibat obesitasnya. Baiknya dilakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosa CTS, dengan pemeriksaan fisik dan penunjang sesuai yang saya sampaikan pada artikel diatas.
      Bila anda dan ibu berkenan, dapat menemui saya secara langsung untuk memastikan kondisi beliau apakah benar CTS atau bukan.

      Demikian dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih.
      dr. M. Radhian Arief, Sp. BS (dokter Andra)
      Spesialis Bedah Saraf – Ahli Neuro Endovaskular

      saya dapat ditemui dengan perjanjian di
      1. RS. Medistra
      2. RS. Jantung Jakarta (Jakarta Heart Center)
      3. RS. Kanker Dharmais
      4. RS. Antam Medika
      5. RS. Jakarta

  28. Kepada Dr Andra,…

    Dokter… Mohon maaf, ingin berkonsutasi.
    Saya sudah cek EMG utk jari tangan kanan, memang terkena CTS level 1, sudah fisioterapi 30x, sdh pernah disuntik juga, tetapi msh terasa tebal, dan sy rasa semakin bertambah area (tadinya hanya ujung jari, sekarang agak ke bawah). Sebetulnya tidak ada rasa sakit, hy tidak nyaman. Saya memang disarankan oleh dr bedah syaraf dan bedah tulang utk operasi. Tetapi krn sy berpikir toh msh level 1, sy upayakan cara lain.

    Yang ke 2 :
    Saya spt menjalar sakitnya. Awalnya kesemutan sd siku kanan saya. Lama2 siku terasa sakit sekali sampai punggung kanan. Ini pun sudah fisioterapi dan obat. Bahkan skrg kalau kontrol hanya disuntik siku 1x, punggung 3x dan obat2.
    Sangat sakit, sampai pernah, siku sulit diluruskan. Tp setelah di suntik, jadi enak.

    Bagaimana mnrt dr? Krn saya posisi di jogja. Apakah sy bisa konsultasi ke jkt? Atau ada referensi saya harus ke mana? Oya, seandainya operasi, kira2 biayanya brp dr?

    Terimakasih Dr,…

    1. Ibu Dewi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya minta maaf karena baru membalas setelah sekian lama dikarenakan kesibukan saya dan perbaikan halaman website/blog saya ini.

      CTS grade 1 adalah grade yang paling ringan dan saya setuju dengan anda bahwa tindakan operasi mungkin masih harus dipertimbangkan apakah sudah layak untuk dilakukan. Yang penting adalah kondisi klinis ibu, apakah CTS itu sudah sangat mengganggu atau tidak. Bila sudah sangat mengganggu dan tidak ada perbaikan dengan fisioterapi atau suntikan maka, operasi sebaiknya dilakukan. Tapi bila belum terlalu mengganggu maka fisioterapi boleh diteruskan dan harus ada perubahan pola hidup. Beban kerja tangan harus dikurangi. Kita observasi sampai beberapa bulan ke depan untuk menilai apakah ada perbaikan atau tidak.

      Nyeri di siku dan punggung bukan merupakan penjalaran dari nyeri di pergelangan tangan akibat CTS. Penjalaran hanya bisa dari atas ke bawah dan bukan sebaliknya. Bila nyeri di siku atau punggung maka bila memang saraf yang terganggu, kemungkinan gangguannya di leher. Pemeriksaan MRI leher mungkin diperlukan untuk melihat struktur saraf di tulang belakang bagian leher.

      Saya sarankan hati-hati dalam melakukan terapi suntik yang berulang. Karena ini tidak benar indikasinya dan dapat mengakibatkan struktur anatomi di tubuh anda semakin kacau dan lengket.

      Anda bisa datang ke saya di Jakarta. Saya akan memeriksa anda lebih jelas.
      Untuk biaya operasi CTS sangat bervariasi antaran RS dan tergantung jenis obat bius nya.

      Bagaimana keadaan anda sekarang…??

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

  29. Assalamualaikukm Dr Andra.
    istri saya ddi diagnosa oleh Dokter terkena Bell Palsy
    sampai sekarang sudah 1 tahun 7 bulan alhamdulillah sudah membaik
    tapi pergerakan bibir dan alis masih belum sempurna
    untuk bibir masih belum simetris dalam tersenyum dan tertawa
    alis kanan juga belum sama tinggi denngan alis kiri
    sebelumnya sudah pernah fisio terapi dan akupunktur
    bagai mana tanggapan Dr Andra untuk penyakit bell palsy
    pengobatan apa yang tepat untuk bell palsy
    terimakasih
    wassalamualaikum

    1. Waalaikum salam wrwb
      Bapak Ari yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf baru bisa membalas tulisan bapak setelah sekian lama dikarenakan kesibukan saya dan perbaikan halaman blog dokterandra.com ini.

      Bell’s palsy memang cukup sering ditemukan, walau tidak bergejala namun mempengaruhi bentuk wajah dan mungkin fungsi di wajah. Tindakannya memang hanya terbatas pemberian obat-obatan suportif untuk saraf wajah serta fisioterapi yang agresif. Akupunktur juga merupakan salah satu opsi untuk membantu mengatasi Bell’s palsy.

      Salah satu opsi lain adalah tindakan operasi transplan saraf untuk mengganti saraf wajah yang rusak, tetapi ini harus dilakukan pada fase-fase awal Bell’s palsy terjadi. Biasanya saraf dari bagian leher yang masih sehat kita ambil dan kemudian kita sambungkan ke saraf wajah yang sudah mengalami kerusakan.

      Untuk istri anda sebaiknya diterusan saja terapi yang sudah dijalani. Memang tidak sebentar tapi mudah-mudahan akan ada perbaikan dan pemulihan.

      Bagaimana keadaan istri anda saat ini…??
      Sampaikan salam saya kepada beliau.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

  30. Dok saya kan sudah 2 bulan mengalami kebas di jari2 tangan. Apakah itu gejala CTS ?

    Kalau operasi , saya ada alergi obat .

    Ada cara lain selain operasi?

    1. Ibu Ernita yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gejala kesemutan di jari dapat sebagai petunjuk adanya iritasi atau kompresi saraf mulai dari saraf leher hingga saraf-saraf ujung jari. Hal ini memerlukan pemeriksaan lebih spesifik untuk menentukan lokasi spesifik gangguan pada saraf nya.
      Bila memang CTS dan derajat jepitan nya sudah sangat berat maka operasi adalah jalan terbaik. Alhamdulillah seluruh kasus CTS yang sudah saya lakukan tindakan operasi berhasil dengan baik.

      Obat apa yang anda alergi….?? Obat sangat banyak jenisnya dan kita dapat memilih yang tidak membuat anda alergi.
      Bila anda berkenan, dapat menemui saya di tempat saya berpraktek.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      5. RS. PELNI Jakarta

  31. Yth.Dr.Andra
    hasil EMG saya adalah Severe demyelinating sensory motor N Medianus kanan dan kiri setinggi wrist (severe CTS bilateral).dan saya disarankan operasi.apakah itu sudah parah dok?terima kasih

    1. Ibu Khairunida yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Hasil EMG tersebut memang menunjukkan ada suatu gangguan pada saraf yang sudah tidak ringan. Hasil EMG menunjukkan adanya penyakit CTS dalam level yang sudah tinggi.
      Bila memungkinkan. ibu dapat menemui saya, ada beberapa pemeriksaan fisik tangan yang ingin saya lakukan untuk menentukan beratnya penyakit. Jika ibu berkenan, menemui saya di tempat-tempat saya berpraktek.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu anda.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra
      Blog : http://www.dokterandra.com

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s