OCTOBER 6, 2011 Folded Hands, Brunei Photograph by Adam Hanif, Your Shot This Month in Photo of the Day: Photos From New National Geographic Books

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)…..penyakit si pekerja tangan aktif…

Pernahkah anda menglami rasa tidak nyaman pada pergelangan tangan atau jari-jari tangan…? Pernahkah pula merasakan rasa pegal luar biasa atau rasa kesemutan di telapak tangan atau jari-jari anda…? Bagaimana dengan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga anda tidak dapat mengepalkan tangan dan tidak dapat menggenggam bola atau memegang gelas atau peralatan lainnya yang ingin anda ambil atau angkat….?

Mungkin hal ini sering terjadi dan dialami banyak orang khususnya orang-orang usia di atas 30 tahun. Kejadian ini akan lebih sering pula dialami pada orang-orang yang banyak menggunakan tangan atau gerakan tangan yang monoton dan berulang saat bekerja atau melakukan suatu pekerjaan. Misalnya pada ibu-ibu rumah tangga yang banyak mencuci baju secara tradisional (tanpa mesin cuci), atau pada orang-orang yang banyak menulis dan mengetik.

Nyeri, rasa kesemutan, baal pada pergelangan tangan

Apa sebenarnya yang terjadi….? Apakah sudah terjadi kerusakan saraf atau kelumpuhan yang permanen…?

Orang awam kadang menganggap ini sebagai akibat kelelahan bekerja. Atau pada keadaan yang lebih ekstrim bisa dianggap kelumpuhan total akibat serangan stroke. Walau kemungkinannya ada seperti dugaan itu namun ada suatu penyakit lain yang lebih sering terjadi dan mengakibatkan gejala-gejala di atas. Penyakit itu disebut dengan “Carpal tunnel syndrome” atau sering disingkat menjadi CTS. Penyakit ini disebabkan terjepitnya saraf perifer (nervus medianus) oleh ligamen transversus carpii (ligeman otot yang berada di pergelangan tangan) yang mengalami degenerasi dan pengerasan akibat kerjanya yang hiperaktif dan berulang. Pada orang-orang yang bekerja dengan menggunakan tangan dan dengan gerakan tangan yang monoton berulang akan memiliki resiko pengerasan dan degenerasi ligamen tersebut lebih tinggi. Sehingga resiko terkena penyakit CTS akan menjadi lebih tinggi pula.

Carpal tunnel syndrome

Gejala penyakit CTS biasanya berupa rasa nyeri, tidak nyaman, kesemutan pada jari-jari tangan dan telapak serta pergelangan tangan. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat pula disertai dengan rasa baal dan kelemahan pada jari-jari tangan sehingga tidak dapat mengepalkan tangan dan menggenggam benda-benda yang akan diambil. Semua gejala tersebut terbatas hanya pada tangan saja dan tidak meliputi lengan atas ataupun lengan bawah. Bila lengan atas dan lengan bawah mengalami rasa yang lain juga, maka kemungkinan jepitan saraf terjadi di daerah lebih proksimal atau daerah leher.

Cara untuk mengetahui apakah anda mengalami CTS atau tidak adalah dengan mencoba menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan dan mempertahankan posisi tersebut selama sekitar 1 menit (phalen’s test). Bila nyeri atau rasa kesemutan dan baal atau kelemahan bertambah, maka kemungkinan anda mengalami penyakit CTS. Cara kedua adalah dengan melakukan ketukan-ketukan ringan berulang secara terus menerus pada pergelangan tangan (tinel’s test). Bila nyeri, kesemutan, baal dan kelemahan bertambah maka kemungkinan CTS sudah terjadi pada anda.

Phalen’s test dan Tinel’s test

Untuk mengetahui dengan pasti maka anda perlu datang ke dokter bedah saraf agar dapat dilakukan pemeriksaan dengan teliti dan pemeriksaan EMG (Electromyelography). Dari pemeriksaan EMG dapat dipastikan apakah CTS sudah terjadi.

Terapi CTS adalah dengan operasi melepaskan jepitan saraf medianus tersebut. Ligamen yang mengeras akan dipotong dan dibelah sehingga saraf medianus akan terlepas dari jepitan. Tindakan operasi ini sangat ringan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pembiusan pun dapat dilakukan secara regional dan tidak harus pembiusan umum (kecuali atas permintaan pasien). Pasca operasi, pasien tidak perlu dirawat lama, cukup satu hari saja atau bahkan bisa langsung pulang.

CTS pasca tindakan operasi biasanya akan menunjukkan hasil yang sangat baik dan memuaskan. Biasanya rasa nyeri dan kelemahan akan mengalami perbaikan. Pasien juga dapat kembali beraktifitas setelah jahitan dan luka di tangan sembuh. Komplikasi dari tindakan operasi pun sangat jarang.

Oleh karena itu, bila anda merasa mengalami gejala CTS, segeralah berobat ke dokter agar pertolongan dini segera dapat diberikan. Tindakan operatif dengan luka kecil akan segera mengembalikan anda untuk beraktifitas dengan baik kembali.

About these ads

115 thoughts on “Carpal Tunnel Syndrome (CTS)…..penyakit si pekerja tangan aktif…”

  1. Selamat pagi Dok. Apakah ada resiko setelah operasi CTS ini? Kira2 di Makassar dokter siapa yg berkompeten untuk melakukan operasi ini? Terima kasih Dok.

    1. Ibu Meilany yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Operasi CTS bila dilakukan dengan benar maka tidak akan meberikan resiko atau komplikasi apapun karena operasinya relatif aman dan kita dokter bedah dapat melihat dengan pasti seluruh struktur dan jaringan yang kita operasi.

      CTS dapat dikerjakan oleh setiap dokter bedah saraf yang berkompetensi. Silahkan mengunjungi dokter bedah saraf di Makassar.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  2. Assalammualaikum dokter..
    Mohon maaf, apakah ada cara lain untuk menyrmbuhkan CTS selain operasi? misalnya dengan melakukan beberapa gerakan yg bisa menyembuhkan secara alami atau lainnya?
    mohon petunjuknya dok, terimakasih…

    1. Clubthesalamaani yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      CTS terjadi karena saraf yang terjepit oleh ligamen yang mengeras. Ligamen yang mengeras atau menebal ini disebabkan oleh gerakan pada tangan (khususnya pergelangan tangan) yang rutin dan terus menerus. Bila CTS masih pada tahap rendah, maka usaha yang dilakukan adalah membatasi gerakan tangan dan fisioterapi yang benar. Namun bila sudah berada pada tahap lanjt maka tindakan yang terbaik adalah operasi untuk melepas jepitan tersebut.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

    1. Pak Budi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sangat tergantung pada level berapa CTS itu berada. Masalah dari CTS adalah suatu gerakan rutinitas yang terus menerus untuk jangka waktu yang panjang. Bila hanya bermain ping pong untuk beberapa saat dala satu hari, tidak akan menjadi suatu resiko CTS atau perkembangan CTS menjadi lebih berat.

      Bila sudah menderita CTS dalam grade yang tinggi maka sebaiknya di terapi terlebih dahulu baru kemudian bermain ping-pong kembali.

      Demikian dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  3. Ass.Wr.Wb Selamat siang dok, saya maulita pelajar kelas 2 SMA, begini dok tangan saya ini sudah 3 thn tdk bisa dibuat untuk menulis(kanan). Awal mulanya waktu saya duduk dibangku kls 1 smp mau kenaikan ke kelas 2 itu yg saya rasakan, tangan mulai gemetaran dibuat menulis, jd saya kalau mau mencatat/mengerjakan tugas itu maksa gitu nulisnya, susah dibuat gerak, apalagi utk huruf yg me-liuk2. Lama kelamaan kok malah susah, bahkan tdk bisa dibuat untuk menulis. pelajaran saya terhambat, banyak tugas2 tdk terselesaikan dgn baik dan tepat waktu. Yg saya rasakan terkadang nyeri dibagian jari2 sampai siku2, kalau malam hari rasanya tangan itu seperti memakai sarung tangan,tebal rasanya. Berobat didokter sudah tp msh blm jelas saya dinyatakan terkena cts atau tidaknya, fisioterapi jg sudah, ke pengobatan alternatif sudah, bahkan beli obat sampai ke luar pulau jawa pun sudah, hasilnya tetap, nihil. Apakah saya bisa dinyatakan terkena cts atau tdk dok? Dan jika iya, kira2 langkah yang harus segera saya ambil harus seperti apa, dan bagaimana? Apakah harus operasi? Jika memang diharuskan, kira2 biaya nya brp ya dok? Tolong dibantu dok, karena ini juga ada hubungannya dan akan berpengaruh dengan masa depan saya.. Terimakasih, wasalamualaikum

    1. Maulita yang terhormat

      Gejala-gejala yang anda alami bisa saja merupakan CTS namun bisa juga tidak. Gejala gemetar dan nyeri hingga siku tidak cocok untuk penyakit CTS. Gejala khas CTS adalah nyeri [ada telapak tangan mulai dari pergelangan tangan hingga ke ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Kelamahan pada jari tangan hanya terjadi pada jari I, II dan III. Selain itu anda sudah banyak berobat ke berbagai dokter dan masih belum ditemukan penyebabnya dan belum selesai masalahnya.

      Bila anda berkenan, dapatkah anda datang dan menemui saya di tempat saya berpraktek….?? Saya ingin memeriksa kondisi anda dengan lebih teliti agar dapat diusahakan mencari penyebab keluhan-keluhan anda dan tentunya bagaimana terapi terbaik untuk mengatasinya.

      Saat ini saya belum dapat memastikan apakah anda mengalami CTS atau tidak, saya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Bila memang dikonfirmasi nantinya anda mengalami CTS maka bila tingkat nya sudah sangat lanjut maka CTS sebaiknya dioperasi, karena hasilnya akan jauh lebih baik. Biaya operasi saya tidak tahu dengan pasti karena berbeda-beda untuk masing-masing rumah sakit.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  4. Dok, saya ingin tanya saya sudah sminggu ini saya sering merasa seperti kesemutan ringan di bagian telapak kaki kiri saya stelah itu kesemutannya hilang tapi bbrp bagian di telapak kaki saya sampai tumit terasa agak baal sebelum kesemutan di bagian kaki saya sering mengalami kedutan di bagian manapun, yg saya takutkan diabetes krn ibu sya jg diabet tp apakah ia krn umur saya masih 21 thn dok, terimakasih.

    1. Farah yang terhormat

      Gejala kesemutan dan baal pada telapak kaki bisa disebabkan banyak hal. Anda benar sekali untuk mencurigai kemungkinan diabetes sebagai penyebab karena pada penyakit diabetes aliran darah ke tangan dan kaki akan terhambat sehingga fungsi-fungsi saraf di sana akan terganggu. Selain itu kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu saraf-saraf tersebut secara langsung pula sehingga menimbulkan gejala kesemutan dan baal.

      Selain itu, gejala kesemutan dan baal di kaki bisa pula disebabkan oleh adanya iritasi atau jepitan saraf di daerah pinggang. Biasanya selain kesemutan dan baal, gejala yang lain yang juga muncul pada kasus ini adalah nyeri yang mejalar dari pinggang ke kaki.

      Saran saya adalah anda coba periksakan diri ke dokter, dimulai dengan dokter penyakit dalam untuk memastikan apakah anda memiliki penyakit diabetes atau tidak. Bila dinyatakan aman barulah kita mulai memikirkan apakah ada gangguan saraf lebih lanjut.

      Bila anda berkenan, dapat juga menemui saya di tempat saya berpraktek agar saya dapat melakukan pemeriksaan dengan lebih baik.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s