Arsip Tag: neurosurgery

Endovascular Neurosurgery / Neuro Intervensi di Medan, Desember 2012

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan melalui blog ini ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. dr. Ridha Dharmajaya, SpBS, seorang dokter spesialis bedah saraf di kota Medan yang telah mengundang saya untuk melakukan tindakan Neuro-Intervensi (termasuk di dalamnya adalah “Brain Wash”) disana terhadap 7 pasien dengan berbagai kelainan medis namun didominasi dengan penyakit stroke iskemik. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman perawat dan penunjang ruang tndakan “Angio-Suite” yang telah membantu begitu besarnya sehingga tindakan yang kita kerjakan bisa berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu pula saya banyak belajar dari Dr. Ridha dan dari teman-teman perawat disana baik mengenai falsafah medis dan teknik operasi. Saya juga menjumpai hal-hal yang tidak saya prediksi yang membuat saya semakin tertarik memberikan pelayanan “Endovascular Neurosurgery / Neuro-Intervensi” ini bagi masyarakat Indonesia. Juga kesempatan tersebut saya gunakan untuk pulang ke kota kelahiran saya dan bernostalgia dengan keluarga disana. Alhamdulillah…

Tindakan Endovaskuler / Neuro-Intervensi di kota Medan

Iklan

WFNS International Skull Base Cadaver Dissection and Seminar

World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS) kembali menyelenggarakan workshop dan seminar mengenai “skull base surgery” khususnya pendekatan akses dan teknik operasi serta “tips and tricks” dari para ahli bedah saraf dunia. Acara ini digelar di laboratorium anatomi Universitas Airlangga dengan tuan rumah Departemen Bedah Saraf FK UNAIR/RS Sutomo Surabaya serta Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), pada tanggal 6 – 7 Desember 2011.

Pada acara yang cukup besar ini, hadir beberapa nama besar bedah saraf internasional yang menekuni bidang “skull base surgery” seperti Kawase, Hongo, Nakamura, dan lain-lain. Para pakar tersebut mendemonstrasikan berbagai pendekatan operasi skull base untuk fossa anterior, media dan posterior. Dalam kesempatan ini juga didemonstrasikan mengenai teknik bypass ECA – ICA dengan menggunakan graft autolog.

Menariknya topik “skull base surgery” dan dihadiri oleh pakar-pakar dunia yang sudah sangat terkenal, mengundang banyak ahli bedah saraf nasional untuk ikut bergabung dengan acara ini. Pada acara ini juga terdapat sesi khusus pelatihan penggunaan “high speed drill” bagi para dokter spesialis bedah saraf nasional.

Me and Prof. Kawase

 

WFNS Skull Base Workshop, laboratorium anatomi, FK UNAIR, Surabaya

 

Me and my Neurosurgeon friends from Surabaya

Minimal invasive in Neurosurgery‚Ķ..Operasi dengan trauma sekecil mungkin…

Ilmu bedah saraf telah berkembang dengan pesatnya dalam 1 dekade terakhir dikarenakan semakin banyak penyakit-penyakit saraf yang harus diterapi dengan operasi diikuti dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi alat-alat kedokteran.

Tidak dipungkiri bahwa operasi bedah saraf merupakan operasi dengan tingkat kesulitan tertinggi dimana organ yang dihadapi adalah sistem saraf, otak dan tulang belakang, yang memiliki resiko besar untuk rusak. Kerusakan saraf umumnya bersifat irreversibel sehingga merupakan keharusan bagi seorang bedah saraf untuk mencegah pengrusakan jaringan saraf sehat pada saat operasi sebaik mungkin.

Oleh karena itu, mulailah dikembangkan pengetahuan dan teknik operasi dengan trauma sekecil mungkin atau disebut dengan “minimal invasive neurosurgery”. Seorang ahli bedah saraf memang telah menjalani pendidikan dan pelatihan teknik operasi bedah saraf yang sebaik mungkin dengan resiko kerusakan sedikit mungkin. Selain itu, kemajuan teknologi juga mendukung teknik minimal invasive surgery ini.

Alat-alat seperti mikroskop bedah saraf, endoskopi, CUSA (alat penghisap tumor) dan lain-lain telah ada dan dapat digunakan seorang ahli bedah saraf untuk memberikan terapi yang bersifat “minimal invasive”. Dengan alat-alat ini, seorang ahli bedah saraf mampu memiliki visual yang luas dengan bukaan operasi yang kecil.

Saat ini ahli bedah saraf juga telah mengembangkan “endovascular neurosurgery” atau neurointervensi dimana hanya dengan menggunakan kateter kecil dan alat-alat canggih kecil lainnya dapat mengatasi penyakit-penyakit seperti stroke, kelainan vaskuler dan banyak lagi. Kemajuan ini tidak akan berhenti disini. Bedah saraf masih akan berkembang lebih luas lagi.