Jahatnya infeksi otak pada anak…

Salah satu hal yang paling ditakuti oleh seorang dokter bedah saraf seperti saya adalah infeksi khususnya infeksi pada susunan saraf pusat (otak dan tulang belakang). Berbeda dengan infeksi-infeksi lainnya di dalam tubuh kita, infeksi susunan saraf pusat merupakan salah satu jenis infeksi terberat dan sulit diobati. Penyakit-penyakit infeksi lainnya di dalam tubuh mungkin dapat diobati dengan antibiotik, tetapi infeksi otak mungkin membutuhkan antibiotik lebih kuat dan pengobatan lainnya. Ditambah, kondisi anak dengan infeksi otak biasanya tidak bagus dan dengan sistem imunitas tubuh yang sudah terganggu.

Saya ingin bercerita tentang seorang anak yang saya rawat. Anak ini tidak akan pernah bisa terlupakan dari ingatan saya, merupakan salah seorang anak yang menjadi “guru” saya selama saya pendidikan bedah saraf. Anak kecil dengan paras sangat lucu berusia sekitar 1 tahun. Yang tak terlupakan adalah kebiasaan anak ini yang suka merenggangkan badannya seperti mengedan. Tidak biasa tapi untuk anak dengan bobot yang sedikit gemuk menimbulkan rasa gemas dan lucu. Saya ingat ketika orangtuanya membawanya pertama kali ke rumah sakit. Saya melihat orangtuanya masih sangat muda tapi dengan wajah yang tenang walau sedikit khawatir. Saya melihat ukuran kepala anak itu memang lebih besar dari normal, muncul di benak saya bahwa anak ini menderita “Hidrocephalus”, suatu penyakit akibat penumpukan cairan otak di dalam kepala sehingga tekanan di dalam kepala meningkat dan mengakibatkan ukuran kepala bertambah besar.

Pendapat saya dikonfirmasi dengan gambaran pemeriksaan CT Scan kepala yang menunjukkan “Hydranencephaly”, suatu penyakit seperti hydrocephalus tetapi lebih berat karena penumpukan cairan otak lebih banyak dan jaringan otak hampir tidak tumbuh sama sekali. Saya kemudian menjelaskan kepada orangtuanya dan meminta mereka untuk bersabar. Setelah dijelaskan, orangtua tetap menginginkan dilakukan operasi walau dengan berbagai resiko yang ada.

Operasi pun dilakukan dengan pemasangan selang untuk mengalirkan cairan otak yang tertumpuk. Setelah operasi, kondisinya sedikit lebih baik dan setelah beberapa hari anak itu pulang.

Namun, 1 bulan kemudian, orangtua membawa kembali anaknya ke rumah sakit. Kondisinya lemah, dengan suhu badan yang tinggi. Terdapat pula riwayat kejang. Dilakukan pemeriksaan lengkap dan disimpulkan bahwa anak tersebut mengalami infeksi otak. Selang yang sudah kita pasang terpaksa dikeluarkan karena dapat memperberat infeksi. Anak tersebut kemudian dirawat dan diberikan antibiotik kuat oleh dokter anak. Setelah dirawat 2 minggu, anak tersebut sedikit mengalami perbaikan dan kemudian diijinkan pulang. Di rumah tidak lama, 5 hari kemudian anak itu kembali masuk rumah sakit dengan kondisi yang sama dan dirawat kembali untuk infeksi otaknya. Hal ini berlangsung terus menerus hingga saya tidak menerima kabar lagi dari orangtua.

Beberapa bulan kemudian, pada suatu pagi, saya mendapat telefon dari ibu anak tersebut. Kabar mengejutkan saya dapatkan kalau anaknya sudah tiada sejak semalam. Terjadi serangan kembali dan saat dibawa ke rumah sakit, sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata anak lucu itu akhirnya sudah lelah dengan perjuangannya melawan penyakit berat itu. Anak kecil malang yang kuat itu akhirnya telah berpulang kepadaNYA dan mendapatkan tempat yang lebih baik. Saya sempat terdiam untuk beberapa saat. Sedih dan sedikit rasa bersalah bercampur di dalam hati dan pikiran. Seorang “guru” saya sudah pergi untuk selamanya. Selang beberapa hari, saya diundang untuk menyampaikan belasungkawa. Orangtuanya terus tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada saya.

Infeksi otak adalah penyakit yang berat khususnya pada anak, salah satu yang paling ditakuti oleh seorang ahli bedah saraf. Usahakan hidup dalam tingkat kebersihan yang baik dan berikan gizi yang cukup pada anak-anak kita.

Iklan

2 thoughts on “Jahatnya infeksi otak pada anak…”

  1. dokter, sy ma nanya.. adakah yg sembuh dari infeksi otak?
    suami saya sudah lebih dari sebulan ini di rmh sakit. gejala awal gastritis, 2 hari di rawat di rmh sakit, hari ke dua tiba2 kejang lalu tdk sadarkan diri. setengah jam kmudian masuk ke icu. ternyata ada bintik2 putih di paru2nya, namun dokter juga menduga ada infeksi otak. ct scan awal tdk ada gejala patologis. namun imun dan kondisi tbuhnya turun, elektrolit dalam darah turun, peradangan hati pula. di ct scan lagi trnyata ada tumor (kelenjar hipofisisnya membengkak), sudah dilakukan operasi tumornya. alhamdulillah tdk berdampak pada penglihatannya. keadaan fisiknya pun skr sudah membaik. sekarang yg masih belum ialah fungsi otaknya. beliau belum bs berkomunikasi dan belum mengenali lingkungan n orang2. baru teriak2 dan berontak2. yg sy mau tanyakan, bisakah memorinya kembali dan bs berkomunikasi?

    1. Ibu Kurnia yang terhormat,
      Pertama-tama saya mohon maaf baru bisa merespon ibu pada waktu yang relatif terlambat. Ini dikarenakan selama 3 hari terakhir saya disibukkan dengan operasi besar di RSCM yang berkaitan dengan bayi kembar siam dempet kepala.

      Saya juga turut berduka dengan keadaan yang menimpa suami ibu. Saya berharap kondisinya akan semakin membaik dan dapat beraktifitas kembali sedemikian seperti sebelumnya.

      Sembuh atau tidaknya seseorang dari suatu infeksi otak sangat bergantung dari berat ringannya infeksi tersebut, tingkat daya tahan atau imunitas seseorang dan juga kecepatan mendapatkan pertolongan terapi obat-obatan yang sesuai.
      Pada seseorang dengan imunitas baik atau infeksi yang ringan maka kemungkinan sembuhnya sangat baik. Sebaliknya pada orang dengan infeksi otak yang berat dan/atau sistem imunitas yang rendah maka kemungkinan sembuhnya juga akan semakin rendah.
      Kecepatan mendapatkan terapi dan perawatan juga penting dalam menentukan kesembuhan.

      Dari cerita tentang keadaan suami ibu yang ibu sampaikan, menurut saya terdapat perbaikan yang cukup signifikan dari suatu innfeksi otak walau begitu banyak kondisi penyakit lain yang membuat tubuh suami ibu menanggung beban yang lebih berat. Namun suatu hal yang penting ibu ketahui bahwa saraf yang rusak memiliki daya regenerasi yang sangat rendah sehingga kemungkinan untuk sembuh total seperti sebelum sakit sangat kecil. Pada suami ibu, walau secara keseluruhan terdapat tanda-tanda ke arah kesembuhan, namun untuk kesembuhan “fungsi” hidupnya mungkin masih memerlukan pengobatan dan terapi lebih lanjut. Kerusakan saraf sepertinya sudah terjadi sehingga timbullah semua gejala yang dialami oleh suami ibu saat ini.

      Terapi yang dapat kita lakukan adalah memaksimalkan kondisi yang menguntungkan bagi otak suami ibu. Hal ini dilakukan dengan memperbaiki nutrisi dan oksigenasi ke otak serta mempertahankannya agar jangan mengalami kerusakan lebih lanjut. Selain itu, pemberian stimulasi dan fisio terapi menjadi sangat penting untuk merangsang baik fungsi memori dan komunikasi nya serta memperbaiki orientasinya terhadap tempat dan waktu.
      Kesabaran ibu dan keluarga sangat dicoba untuk hal ini, namun saya yakin, bila suami ibu dan seluruh keluarga menginginkan kesembuhan yang maksimal, maka usaha tersebut tidak akan menjadi sia-sia walaupun membutuhkan waktu yang tidak singkat.
      Mohon sampaikan salam saya kepada suami ibu. Semoga beliau cepat sembuh.

      Dokter Andra

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s