Misteri regenerasi dan pemulihan saraf

Saya awali cerita ini dengan membandingkan dua penyakit yaitu penyakit stroke dan penyakit patah tulang. Seseorang dengan patah tulang akibat kecelakaan, maka dengan terapi yang tepat, baik operasi maupun tidak, maka tulang akan dapat menyatu dan pulih kembali. Tingkat pulihnya dan kembali normalnya juga amat baik. Namun bagaimana dengan seseorang yang terkena penyakit stroke? Umumnya dikatakan setelah mendapat serangan stroke maka seseorang akan menjadi cacat seumur hidup. Kelemahan sesisi tubuh, gangguan bicara, ketidakmapuan untuk mengurus diri sendiri hingga hilangnya produktifitas merupakan beberapa konsekuensi dari penyakit stroke. Walau tindakan operasi sudah dilakukan untuk mengeluarkan darah atau tindakan intervensi sudah dilakukan untuk membuka sumbatan, namun fungsi saraf yang sudah rusak akan sulit kembali normal. Kenapa ini terjadi? Kenapa tidak bisa gangguan atau kerusakan saraf pulih sebaik patah tulang?

Jawabannya adalah karena seluruh sistem, jaringan dan organ di tubuh kita memiliki kemampuan regenerasi atau memperbaiki diri yang berbeda-beda. Kemampuan untuk pulih dari masing-masing sistem atau organ tidak sama. Ada organ yang memiliki kemampuan pulih luar biasa dan mendekati sempurna seperti tulang dan kulit. Ada organ yang memiliki kemampuan pulih sedang dimana terdapat regenerasi namun tidak sempurna seperti pada organ hepar (hati), usus dan lain-lain. Tapi juga ada organ yang memiliki kemampuan pulih sangat rendah dan saraf termasuk dalam katagori ini. Saraf disini yang dimaksud adalah sistem susunan saraf pusat yaitu otak dan saraf tulang belakang (medula spinalis).

Berbeda dengan susunan saraf pusat, maka sistem saraf perifer memiliki kemampuan regenerasi yang lebih baik. Saraf-saraf perifer yang terletak di tangan atau kaki kita bila terluka atau putus, kemudian dilakukan tindakan penyambungan yang tepat dan suasana penyembuhan yang kondusif maka pemulihan dapat terjadi. Saraf perifer yang putus, maka mulai dari daerah yang putus tersebut hingga ke ujung terjauh saraf (distal) dari sistem saraf pusat akan terjadi peleburan saraf dan selaput saraf. Peleburan otomatis ini akan diikuti dengan dibersihkannya sisa-sisa peleburan dan penghancuran oleh sel-sel makrofag (sel yang membunuh atau membersihkan kuman dan benda berbahaya di tubuh). Setelah bersih, maka sel-sel pembentuk selaput saraf akan mulai membuat kerangka atau desain saraf serupa dengan yang lama untuk selanjutnya kerangka ini akan menjadi “blue print” dalam pembentukan saraf baru. Kerangka yang sudah dibuat selaput saraf kemudian akan diisi oleh sel-sel saraf baru hingga menyerupai saraf yang lama. Hal ini tidak terjadi pada sistem saraf pusat.

Hingga saat ini terus dilakukan penelitian untuk mencari dan mengetahui rahasia pemulihan otak dan saraf tulang belakang. Berbagai usaha penelusuran dilakukan untuk mengetahui cara modifikasi sistem saraf dalam tingkat biomolekuler agar regenerasi dapat distimulasi. Cadangan-cadangan untuk pemulihan terus dicari dari otak kita yang menakjubkan ini. Penemuan terakhir mengetahui bahwa adanya sel-sel muda (stem cell) saraf di sekitar saraf penciuman kita. Sel-sel muda ini dapat tumbuh menjadi sel-sel saraf normal dan berfungsi baik. Beberapa obat sudah diproduksi untuk menstimulus sel-sel muda ini tumbuh dan menggantikan sel-sel saraf yang rusak. Obat-obat ini umumnya diberi dengan cara penetesan langsung di hidung seorang pasien. Hasilnya memang belum dipastikan namun pengalaman menunjukkan terdapat beberapa hasil yang positif, dimana regenerasi saraf terjadi.

Menurut saya penelitian harus terus dilanjutkan agar pemulihan saraf yang baik dapat ditemukan. Otak dan saraf tulang belakang merupakan pusat pengaturan segala fungsi tubuh kita dan kerusakannya akan memberikan dampak yang berat bagi kehidupan si pasien dan keluarganya. Mari, kita para cendekiawan untuk terus bekerja dan berusaha mencari dan menguasai pengetahuan ini untuk memberikan kesempatan lebih baik bagi umat manusia.

Saraf

Iklan

89 thoughts on “Misteri regenerasi dan pemulihan saraf”

  1. Hallo dok,
    Saya terkena gangguan saraf akibat HNP, ini sudah masuk bulan ke 4 setealh operasi. Yang jadi masalah baal dan gangguan berkemih saya belum hilang. Kira-kira sampai kapan ya dok saya harus menunggu?
    Terima kasih sebelumnya.

    1. Gana yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Pertanyaan anda merupakan pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh para penderita HNP dan merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab oleh setiap dokter. Yang harus Gana ketahui adalah bahwa saraf yang rusak memiliki kemampuan regenerasi dan pemulihan yang rendah sehingga untuk kembali normal sediakala sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

      Kemungkinan untuk pulih sangat tergantung pada berapa berat rusaknya saraf sebelum dilakukan tindakan operasi dan sudah berapa lama jepitan saraf itu terjadi. Pada kondisi anda yang sudah mengalami gangguan sensorik (baal) dan gangguan berkemih maka saya dapat menyimpulkan bahwa kerusakan saraf sudah masuk dalam kondisi yang cukup berat. Tindakan operasi memang menyelamatkan saraf dari kerusakan selanjutnya dan kelumpuhan tapi pemulihan merupakan hal lain yang sulit untuk dicapai. Tapi hal ini juga sangat tergantung dari motivasi Gana untuk pulih. Bila Gana memang bersemangat untuk pulih maka lakukanlah fisioterapi (termasuk bladder training) yang baik. Saya cenderung menemukan pada pasien-pasien saya yang lebih termotivasi untuk sembuh maka pemulihannya lebih cepat dari yang lain. Tetap sabar dan tetap berdoa agar gana mendapatkan kesehatan dan pemulihan tersebut.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI RSCM.
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  2. dok,akibat kecelakaan tulang belakang saya patah dan saraf terjepit shg dari dada ke ujung kaki mati rasa.saya udah operasi.menurut dokter apakah saya msh da hrpn untuk smbuh?

    1. Ibu Azizah yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan duka saya untuk kejadian yang menimpa ibu, apalagi hingga mati rasa. Apakah kedua kaki ibu masih dapat digerakkan…??? Setinggi apakah saraf tersebut kejepit…??

      Saya harus menyatakan bahwa sayang sekali saraf adalah organ di tubuh yang paling buruk kemampuannya untuk beregenerasi atau untuk pulih. Kemungkinan saraf untuk pulih sempurna dapat dikatakan sangat kecil bahkan tidak mungkin, sehingga bila sudah terjadi kelumpuhan maka kemungkinan untuk kembali berjalan sangatlah kecil. Namun jangan berkecil hati dahulu. Kondisi saraf saat dioperasi dan motivasi ibu untuk sembuh sangat bergantung kepada kemungkinan ibu untuk pulih kembali lagi walau tidak sempurna. Jadi ibu harus tetap semangat dan jalankan fisioterapi dengan maksimal.

      Bolehkah saya bertanya, operasi apa yang dilakukan terhadap ibu…?? Di rumah sakit mana operasi tersebut dilakukan…??

      Bila kedua kaki ibu masih dapat digerakkan maka kemungkinan untuk membaik masih ada. Namun bila kedua kaki sudah tidak dapat digerakkan lagi maka kemungkinan untuk sembuh menjadi sangat kecil. Bagaimana dengan ibu…??

      Demikian dulu dari saya, dan saya sangat menunggu respon dan balasan dari ibu.
      Semoga ibu diberikan kesehatan dan pemulihan yang baik.

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon / Neuro Intervention
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  3. terima kasih dok atas jawabannya..
    wlaupun mati rasa dok,tapi kaki saya terasa kesemutan dan spt dtusuk2 jarum.
    kaki msh dpt brgerak dok tapi msh gerak reflek.kaki saya juga prnh luka tapi msh bisa smbuh.
    operasi tulang belakang dok,krn ruas k4 dan k6 pth.saya operasi d ortophaedi siaga medika.
    mohon penjelasanny y dok.terima kasih

    1. Ibu Azizah yang terhormat

      Bila memang kaki masih dapat digerakkan maka kemungkinan bahwa saraf belum rusak secara total. Artinya kemungkinan untuk pemulihan walau tidak sempurna masih terbuka. Diperlukan fisioterapi dan rehabilitasi medik serta kerja keras ibu untuk pulih.

      Saya kurang mengerti dengan maksud ibu ruas k4 dan k6, apakah maksudnya level thoracal 4 dan 6?
      Saya harap ibu terus semangat dan terus melatih diri untuk mengembalikan fungsi kekuatan kaki. Coba lakukan MRI kontrol untuk melihat hasil operasi. Harap selalu hati-hati dan memperhatikan bila ada penurunan kondisi dan fungsi. Harus segera diantisipasi dan ditatalaksana bila itu sampai terjadi.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS Rawalumbu Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  4. dok saya andi setiawan usia 18th saya hbis kecelakan 4bln kemarin tngan saya patah trus saraf nya kena tangan yang jari dan pergelangan tangan gak bisa di grakin kemungkinan bisa smbuh gak ya dok,makasih

    1. Andi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin bertanya, anda sudah mengalami kecelakaan 4 bulan yang lalu. Apakah hingga saat ini jari dan pergelangan tangan belum dapat digerakkan? Apakah benar-benar tidak bisa digerakkan (lumpuh total) atau masih ada gerakan sedikit tapi sudah ada kelumpuhan? Pada waktu anda mengalami kecelakaan, tindakan atau terapi apa yang diberikan oleh dokter saat itu?

      Sudah merupakan fakta bahwa saraf memiliki kemampuan regenerasi yang paling buruk di antara seluruh jaringan tubuh kita. Kemampuan saraf untuk pulih dan berfungsi dengan sempurna kembali pasca kerusakan merupakan hal yang sangat kecil kemungkinannya. Saraf perifer (selain otak dan saraf tulang belakang) memiliki kemampuan regenerasi lebih baik dibandingkan saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang). Namun tetap saja tidak akan sebaik jaringan atau organ lainnya di tubuh kita.

      Saraf di daerah tangan adalah termasuk saraf perifer. Bila mengalami kerusakan termasuk purus maka kemungkinan untuk pulih sangat bergantung dari keadaan saat putus dan kecepetan tindakan untuk penyambungan kembali. Bila dilakukan dengan segera pun, hasilnya tidak akan sempurna seperti awalnya. Bila tidak dilakukan tindakan dan gejala menetap atau semakin memburuk maka kita menganggap sudah cukup terlambat untuk menolong saraf tersebut. Durasi waktu yang sebaiknya dilakukan penyambungan adalah dalam waktu 1 sampai 2 minggu pasca kecelakaan.

      Untuk kasus anda, sudah 4 bulan kejadian terjadi. Jadi bila memang belum dilakukan tindakan apapun maka sudah masuk dalam katagori terlambat. Namun kita harus memastikan lebih lanjut. Saya sarankan untuk memeriksakan diri ke dokter saraf atau bedah saraf. Kita dapat melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk mengetahui kondisi saraf dan listrik saraf seperti EMG dan SSEP yang bisa membantu kita menentukan status putusnya saraf. Bila listrik saraf masih ada atau masih berfungsi maka harapan untuk pemulihan (walau tidak sempurna) masih ada.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu Andi.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  5. Assalamu’alaikum wr wb..Selamat pagi Dokter. Dokter, mohon bantuannya sekali. Dokt, kakak saya sebulan yang lalu menjalani operasi bedah kepala karena perdarahan kecelakaan. Sampai sekarang penglihatan masih gelap. Kata dokter yang menangani kakak saya, pemulihan membutuhkan waktu 3-6 bulan. Jika sampai 6 bulan masih penglihatan gelap, maka itu akan menjadi permanen. Dokt, apakah kakak saya masih bisa melihat Dokt. Beberapa bulan lagi kakak saya akan menjalani operasi pemasangan batok kepala, apakah setelah itu kakak saya bisa melihat Dokt. Mohon bantuannya Dokt, apakah saya bisa bertemu dengan dokter Andra disalah satu Rumah Sakit yang Dokter Andra tulis, kakak saya masih ada di Solo, tp medical record copyan dan hasil CT Scan ada di Jkt. Apakah saya bisa bertemu dan berkonsultasi dengan dokter Andra. Mohon bantuannya ya Dokt..semoga Allah membalas semua kebaikan hati Dokter. Terima kasih

    1. Ibu Anis yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gangguan penglihatan atau tidak dapat melihat dapat terjadi bila ada kerusakan pada jalur penglihatan mulai dari mata, saraf mata hingga bagian otak yang berfungsi sebagai pusat persepsi penglihatan. Kerusakan-kerusakan dapat terjadi oleh berbagai hal mulai dari trauma, gangguan suplai pembuluh darah hingga penekanan oleh suatu massa seperti tumor dan lain-lain.

      Pada kasus kakak anda, apakah jenis cedera otak yang dialaminya? Operasi apa yang dilakukan? Di lokasi manakah dari otak yang mengalami cedera? Walaupun bisa, kebutaan pada kedua mata jarang sekali terjadi, kecuali bila kerusakan terjadi pada otak pusat persepsi penglihatan atau tempat dimana kedua saraf mata (saraf mata sebelah kiri dan kanan) bertemu dan saling melintasi. Sering sekali suatu trauma kepala atau cedera otak dialami pada salah satu sisi kepala (walau tidak tertutup kedua sisi otak mengalami cedera). Bila cedera otak yang dialami hanya pada satu sisi otak, maka kemungkinan kerusakan pada jalur penglihatan terbesar adalah pada saraf penglihatan yang sesuai dengan sisi otak yang cedera. Dalam keadaan otak yang sangat bengkak maka kerusakan kedua saraf mata dapat terjadi karena desakan bengkak otak yang sangat berat. Namun bila hal itu memang terjadi maka bukan hanya penglihatan saja yang terganggu, tetapi pasti banyak hal lain yang mengalami kerusakan.

      Penting sekali saya dapat melihat dan mengetahui daerah atau lokasi otak yang cedera serta lokasi perdarahan otak yang terjadi agar saya dapat menganalisa dan memberikan pendapat mengenai gangguan penglihatan yang terjadi. Saya tidak dapat memvonis atau memutuskan apakah kebutaan akan menjadi permanen atau tidak. Jika berkenan, saya ingin sekali bertemu dengan ibu dan melihat CT Scan kepala kakak ibu. Saya dapat ditemui di tempat-tempat saya berpraktek (dapat dilihat dibawah).

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu. Saya menununggu balasa dari ibu.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS RAWALUMBU Bekasi
      5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

      1. Selamat malam Dokter Andra. Terima kasih banyak ya Dokt sudah berkenan membalas email saya. Saya sangat ingin sekali bertemu dengan dokter. Kira2 kapan saya bisa berkonsultasi dengan dokter?. Kalau Sabtu Dokter Andra praktek disalah satu RS yang terlampir atau tidak ya Dokt?atau hari Senin Dokt?atau besok apakah bisa saya ke RS tempat praktek dokter Andra. Mohon bantuannya ya Dokt. Semoga Allah membalas semua kebaikan dokter Andra amin.
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

      2. Ibu Anis yang terhormat.

        Saya berpraktek di RS Medistra pada hari Kamis dan Sabtu. Jadwalnya sesuai perjanjian. Bila ibu tertarik, kita dapat bertemu di Medistra. Untuk pilihan hari lainnya, saya berpraktek di RS Omni Pulo Mas. Ibu boleh memilih yang mana saja sesuai dengan kenyamann dan kesempatan ibu.Saya menantikan pertemuan dengan ibu ya.

        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        4. RS RAWALUMBU Bekasi
        5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

      3. Oh iya Dokter, diagnosa kakak saya Contusio dan ICH frontal bilateral, EDH. Apakah saraf mata terletak di bagian frontal Dokt?. Kalau tidak salah baca saraf mata ada dibagian oksipital ya Dokt. Apakah kakak saya bisa melihat lagi ya Dokt. Saya sangat berharap sekali, besok bisa bertemu dan berkonsultasi dengan Dokter Andra. Terima kasih ya Dokt..saya menunggu balasan email Dokter Andra. Terima kasih

      4. Ibu Anis yang terhormat

        Memang benar bahwa pusat persepsi penglihatan di otak terletak pada lobus occipital, yang letaknya di sisi belakang kepala. Namun saraf mata (yang menghubungkan kedua mata ke lobus occipital) berjalan dari bagian belakang bola mata hingga ke bagian otak. Pada perjaanannya ini, saraf mata berjalan di bawah lobus frontal otak. Perdarahan atau istilahnya ICH pada frontal dapat mengakibatkan pendesakan pada saraf mata tersebut yang selanjutnya dapat mengakibatkan gangguan penglihatan.Saya rasa hal inilah yang menyebabkan gangguan penglihatan pada kakak anda.

        Saya juga berharap bisa bertemu dengan ibu. Saya akan menantikan ibu di tempat-tempat saya berpraktek.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        4. RS RAWALUMBU Bekasi
        5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

      5. Selamat pagi Dokter Andra..Dokter, insya Allah nanti saya akan berkunjung ke tempat praktek dokter di RS Omni Pulo Mas, saya kemarin sudah lihat jadwal praktek dokter Andra dijam 17:00-21:00. Nanti siang saya akan telpon RS Omni untuk buat perjanjian ketemu dengan dokter. Mohon bantuannya ya Dokt. Dan terima kasih banyak Dokter Andra. Selamat pagi dan selamat melanjutkan aktivitas kembali. Semoga selalu dalam lindungan Allah amin.
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

      6. Terima kasih kembali.

        Senang rasanya berdiskusi dan berbincang2 dengan Ibu Anis

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        4. RS RAWALUMBU Bekasi
        5. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

      7. Terima kasih Dokter Andra. Senang sekali bisa konsultasi dengan dokter. Mohon doanya untuk kesembuhan kakak saya ya Dokt. Selamat beraktivitas selalu. Dan semoga kelancaran dan kesuksesan selalu menyertai dokter Andra dan team dalam membantu menyelamatkan jiwa pasien amin. Terima kasih dokter Andra.
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

  6. Pagi dok..
    Dok sy mengalami kecelakaan mtor 7bulan yg lalu.sy mengalami mati rasa dari dada hingga kaki dan kaki tdk dapat di gerakkan sama sekali.setelah dibwa k rs katany dokter sy mengalami putus saraf tepatnya 7c,stlh dua hari kecelakaan sy lgsg menjalani operasi..
    Kaki sy suka gerak2 sendri tampa sy perintakan..apakah sy msh ada harapan untk sembuh??BAB dan BAK blm terasa namun keluar tampa kontrol..
    Perlu brp lama untk sembuh atau saraf sambung kembali?
    Makasih dokter..

    1. Bapak/Ibu Damal yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan empati saya yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa bapak/ibu. Sungguh merupakan kejadian yang berat yang menimpa bapak dan ibu, dengan putusnya saraf di daerah leher. Sungguh juga merupakan mukjizat bapak/ibu tidak kehilangan nyawa karena pusat-pusat vital kehidupan juga berada pada saraf-saraf di leher.

      Saya harus berkata terus terang bahwa kerusakan saraf yang mengakibatkan hilangnya rasa dan kelumpuhan gerak adalah suatu kerusakan yang berat. Dengan keadaan bapak/ibu saat ini, sulit sekali untuk dikatakan ada harapan untuk bisa pulih.
      Namun saya tidak mau menetapkan bahwa kelumpuhan akan bersifat total. Saya selalu memotivasi setiap pasien untuk tetap optimis dan berusaha meraih kesehatannya sendiri.

      Ciri putusnya saraf atau kerusakan saraf yang masih memungkinkan adanya pemulihan (walau tidak optimal) adalah masih adanya fungsi yang dipreservasi. Bila memang masih ada gerakan minimal atau kontraksi otot sedikit saja maka dapat dikatakan bahwa aliran listrik saraf masih ada. Namun bila sudah tidak ada lagi maka akan sangat sulit untuk pulih. Selain itu kondisi kemampuan BAB dan BAK anda juga sangat tidak kondusif.

      Kaki yang suka gerak0gerak sendiri merupakan gerakan refleks akibat aliran listrik saraf yang tidak adekuat dan tidak melalui jalur saraf yang normal. Gerakan refleks bukan petanda adanya gerakan terkontrol yang kita harapkan dan bisa jadi merupakan petanda buruknya fungsi saraf ke dan dari otak. Hal ini terjadi karena rusaknya atau putusnya saraf di daerah leher.

      Saya tidak dapat menentukan berapa lama kesembuhan akan tercapai. Untuk beberapa hari ke depan hingga beberapa minggu ke depan harus ditentukan dahulu apakah fungsi saraf masih ada yang terpreservasi. Bila ada maka anda harus segera mulai melakukan fisioterapi yang intensif untuk berusaha mengembalikan fungsi yang mungkin masih ada.

      Demikian dulu dari saya, semoga bermanfaat bagi anda. Semoga anda mendapatkan kesehatan dan pemulihan yang baik.

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      TWitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      5. RS RAWALUMBU Jakarta

  7. Dokter..
    Sy Ilham dari makassar,sy punya kakak yg kyak.y kena penyakit bagian kepala soal.y dia sering emosi,kadang juga diam,tertawa sendiri,suka memukuli tetangga bahkan orang tua pun kadang dia pukuli,tapi dia rajin sholat,mengaji dan masih banyak hal2 positif yg sering dia lakukan,,menurut dokter urat saraf di kelapanya putus,,,,
    tolong solusinya dok…!
    Terima kasih.

    1. Ilham yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya turut berempati atas kejadian yang menimpa kakak anda. Sungguh membuat kita sedih melihat kondisi yang kakak anda alami tersebut.

      Mungkin istilah saraf putus tidak tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada kakak anda. Yang lebih tepat adalah bahwa telah terjadi gangguan pada bagian saraf otak yang mengatur fungsi “kepribadian” kakak anda. Bagian otak yang mengatur fungsi kepribadian dan agresifitas manusia adalah pada bagian “frontal” dan “sistem limbik”. Kedua bagian ini vital fungsinya dalam membetuk sifat seseorang yang sesuai dengan sifat manusia normal. Bila terdapat gangguan pada kedua bagian ini (atau salah satunya) maka dapat mengakibatkan gangguan kepribadian dan sifat seperti yang kakak anda alami.

      Dalam kondisi seperti ini maka yang harus dilakukan adalah mengatasi penyakit dasarnya terlebih dahulu. Segala penyebab gangguan saraf tersebut harus diatasi. Setelah seluruh penyebab penyakitnya diatasi selanjutnya adalah kakak anda harus mengikuti dan menjalani rehabilitasi medik untuk fisik dan psikis khususnya. Saya menyarankan kakak anda juga mungkin perlu untuk ketemu dengan dokter ahli psikiatri dan mendapatkan obat yang benar. Kakak anda harus lebih sering berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat agar beliau bisa beradaptasi dengan sifat dan budaya manusia. Berikan motivasi kepada beliau untuk lebih semangat dan keyakinan bahwa akan kesembuhan itu ada.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      TWitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di:
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
      4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      5. RS Rawalumbu Bekasi

  8. Dokter..
    Sy Ilham dari makassar,sy punya kakak yg kyak.y kena penyakit bagian kepala soal.y dia sering emosi,kadang juga diam,tertawa sendiri,suka memukuli tetangga bahkan orang tua pun kadang dia pukuli,tapi dia rajin sholat,mengaji dan masih banyak hal2 positif yg sering dia lakukan,,menurut dokter urat saraf di kelapanya putus,,,,
    tolong solusinya dok…!
    Terima kasih

    1. Ilham yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Tampaknya kondisi yang dialami kakak anda adalah apa yang disebut dengan “Frontal lobe Syndrome”. Keadaan ini adalah suatu gangguan pada lobus frontal (bagian depan) dari otak dimana pusat pengaturan sifat dan kepribadian berada, sehingga mengakibatkan gangguan pada sifat dan kepribadiannya (menjadi di luar kebiasaan dan mungkin tidak normal). Hal ini mungkin akan disamakan seperti orang dengan penyakit psikis atau gangguan jiwa. tetapi kadang aktifitas rutin hariannya masih dapat dikerjakan dengan baik.

      Kelainan pada lobus frontal ini daapt disebabkan oleh berbagai hal seperti cedera otak akibat trauma kepala, tumor otak, perdarahan otak akibat stroke dan pecahnya pembuluh darah, infeksi dan lain-lain.

      Yang harus dilakukan adalah memastikan apa penyebab gangguan dari otak nya (dengan pemeriksaan CT Scan atau MRI kepala) dan bila telah diketahui maka langkah selanjutnya adalah melakukan tatalaksana yang trbaik untuk penyakitnya. Bila memang diperlukan maka tindakan operasi adalah suatu pilihan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arif, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      5. RS RAWALUMBU Bekasi
      6. RS JAKARTA HEART CENTER (JHC) …. coming soon

  9. Dokter..
    Sy Ilham dari makassar,sy punya kakak yg kyak.y kena penyakit bagian kepala soal.y dia sering emosi,kadang juga diam,tertawa sendiri,suka memukuli tetangga bahkan orang tua pun kadang dia pukuli,tapi dia rajin sholat,mengaji dan masih banyak hal2 positif yg sering dia lakukan,,menurut dokter urat saraf di kelapanya putus,,,,
    tolong solusinya dok dan kalau bisa saya cerita langsung sama dokter saya akan merasa sangat terima kasih,ini nomor saya dok (085398045927)
    Terima kasih

    1. Pak Ilham yang terhormat

      Sepertinya saya sudah merespon tulisan bapak.

      Kondisi yang dialami kakak bapak adalah apa yang disebut dengan “Frontal Lobe Syndrom”, yaitu suatu gangguan kepribadian yang disebabkan kerusaka pada lobus otak bagian frontal (bagian depan otak). Lobus frontal atau bagian depan otak merupakan pusat pengaturan fungsi kepribadian dan bagaimana seseorang merespon terhadap keadaan lingkungan di sekitar. Hal ini yang membuat manusia menjadi manusia yang sebenarnya dalam hubungannya dengan manusia lain atau lingkungan sekitarnya.

      Orang dengan frontal lobe syndrom masih mungkin menjalani rutinitas hariannya secara baik sebagai bagian dari kebiasaannya. Hal-hal positif masih dapat dilakukan dengan baik dan sifat baik masih dapat muncul dari si pasien. Pasien masih dapat berinteraksi dengan baik walau kadang-kadang gangguan bisa muncul.
      Solusi yang harus kita berikan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan gangguan otak tersebut dan apakah masih ada kerusakan dan penyebab gangguan pada otak tersebut. Lakukan pemeriksaan oleh dokter saraf atau dokter bedah saraf dan bila perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan dengan CT Scan atau MRI kepala.

      Setelah diketahui masalah gangguan tersebut maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan terapi atau tatalaksana pada penyakit tersebut hingga tuntas. Selain itu pasien harus terus dimotivasi dan didukung agar berusaha adaptasi dengan keadaan lingkungan di sekitarnya. Pasien jangan ditinggalkan atau disisihkan dari lingkungan masyarakat. Pasien harus terus diikutsertakan ke dalam aktifitas masyarakat. Konsultasikan ke dokter psikiatri juga bila memang diperlukan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu. Bila anda tertarik untuk berdiskusi lebih banyak, silahkan berdialog melalui email saya.

      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta]
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      5. RS Rawalumbu Bekasi
      6. RS Jakarta Heart Center Jakarta (coming soon)

  10. dok saya mau tanya ,saya mengalami kecelakaan sekitar setahun yang lalu .. saya mengalami patah tulang belakang 3 ruas tepat pada bagian yg tanpa rusuk ,, kondisi saya saat ini lumpuh dari pinggang ke bawah , semua bagian yg lumpuh kesemutan , BAB dan BAk saya tidak terasa tetapi saat akan beab seluruh kaki saya sakit seperti sakit asam urat .. terkadang jari kaki saya bisa digerakan , tapi lebih sering tidak nya ,, pada bagian telapak , engkel dan lutut serta pangkal paha terasa normal (masih sensor) ,, menurut dokter tindakan apa yg bagusnya saya jalani untuk pemulihan ?? selama ini saya melakukan fisioterapi , tapi tidak ada perkembangan , sejak awal kondisinya memang cuma begitu

    1. Bapak Abraham yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Keadaan yang menimpa bapak cukup tragis, dan saya rasa sudah terjadi kerusakan saraf yang berat pada tulang belakang sehingga mengakibatkan kelumpuhan dan gangguan berkemih serta BAB. Keadaan ini semua menunjukkan betapa berat kerusakan saraf yang terjadi. Terus terang, saraf merupakan organ yang paling sulit untuk pulih dan bahkan tidak bisa pulih seperti semula lagi. Saya harus berkata jujur bahwa kemungkinan bapak untuk pulih sangat minimal.

      Patokan kita biasanya adalah bila masih ada gerakan pada jari kaki walau sangat minimal maka kemungkinan untuk adanya sedikit pemulihan masih terbuka. Namun bila tidak ada sama sekali maka kemungkinan untuk pulih berdasarkan pengalaman medis hampir tidak ada. Walaupun begtu, saya selalu memotivasi pasien-pasien saya untuk bersemangat dalam melatih diri dan berusaha mencapai kondisi kekuatan yang lebih baik. Alhasil beberapa pasien saya memang pada akhirnya mendapatkan pemulihan yang lebih baik. Saya harap bapak juga bersemangat selalu dalam melakukan fisioterapi walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu bapak.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. RAWALUMBU Bekasi
      6. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  11. saya punya anak perempuan 4 th. tiga hari kebelakang kecelakaan kakinya masuk ke gir motor, mengakibatkan cidera serius, sampai urat saraf kaki yang ke 4 putus, kira2 ada solusi ga untuk penyembuhannya ?????

    1. Bapak Asep Yudi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sejauh mana kerusakan yang terjadi pada anak anda akibat cedera urat saraf tersebut…?? Apakah terdapat kelumpuhan….?? Terapi apa yang sudah diberikan pada anak anda…?? Apakah sudah dilakukan tindakan penyambungan atau operasi atau penjahitan…??
      Yang penting juga untuk saya tanyakan apakah yang putus itu saraf atau urat otot (tendon)…??

      Baik saraf ataupun tendon yang putus maka perlu dilakukan penyambungan kembali segera. Penyambungan dapat dilakukan bila struktur nya masih ada semua dan tidak ada yang hilang atau hancur. Keberhasilan penyambungan sangat bergantung akan tidak adanya struktur yang hilang, teknik penyambungan yang baik serta waktu penyambungan secepat mungkin.

      Mohon saya dikabari lebih lanjut bagaimana kondisi anak anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervention)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      5. RS. RAWALUMBU Bekasi
      6. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  12. DOK ANAK SAYA STIP/KEJANG SELAMA 3 HARI (KADANG2 BANGUN TERUS TIDUR LAGI SELAMA 3 HARI) SELAMA DIRAWAT 7 HARI DIRUMAH SAKIT KARENA KEJANG SETELAH SADAR/SEMBUH ANAK SAYA TIDAK BISA BERKATA-KATA (BERBICARA) TAPI KALAU TERIAK ATAU KATA EMBUH, HEMM, iiiiiii DIA BISA ANAK SAYA USIANYA 7 TAHUN SETELAH BEROBAT JALAN TERUS DIKASIH VITAMIN TAPI TDK ADA PERUBAHAN DISARANKAN OLEH DOKTER FATIMAH YANG TUGAS DI RSU SUMEDANG AGAR DISCAN HASIL SCAN DITERUSKAN KE DOKTER FATIMAH ALANGKAG KAGETNYA SAYA SETELAH DIKASIH TAHU BAHWA ANAK SAYA MENGALAMI PUTUS URAT SYARAF BICARA, YANG SAYA TANYA BISAKAH ANAK SAYA SEMBUH DAN DAPAT BICARA LAGI KASIHAN DOKTER ANAK SAYA SAMPAI PUTUS SEKOLAH KALAU ADA PENGOBATAN SAYA HARUS BAGAIMANA, DAN KEMANA?

    1. Bapak/Ibu Resade Sihombing yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru sekarang dapat membalas tulisan bapak/ibu.

      Saya sangat bersimpati terhadap kondisi anak anda, sepertinya sudah cukup banyak cobaan yang diterima anak anda dan anda sendiri. Terus terang harus saya katakan bahwa saya belum cukup mengerti dengan maksud dr. Fatimah yang anda sebut sebagai “PUTUS URAT SYARAF”. Pengertian ini sangat mengaburkan dan tidak jelas. Kejang merupakan suatu gangguan pada otak, yaitu pada listrik otak. Sedangkan otak sendiri adalah pusat susunan saraf, dan tidak tepat bila disebutkan sebagai urat saraf.

      Yang ingin saya tanyakan apakah anak anda tidak dapat berbicara saja….? Maksudnya apakah anak anda dapat mengerti bila orang lain yang berbicara kepadanya…??
      Apakah anak anda dapat mengerti dengan kata-kata yang anda sampaikan…??

      Selain itu sangat sulit dan hampir tidak bisa melihat “PUTUSNYA SARAF” dari pemeriksaan CT Scan saja. Diperlukan pemeriksaan yang lebih canggih lagi seperti MRI kepala dengan kualitas tinggi.

      Bila memungkinkan, dapatkah anda mengirimkan gambar CT Scan anak anda kepada saya melalui email saya…?? Saya ingin sekali menganalisa hasil CT Scan anak anda.

      Yang penting harus dilakukan adalah mencegah kejang datang kembali. Bila memang ada penyebab spesifik di dalam otak yang mengakibatkan kejang, maka penyebab itu harus dibuang dan diobati. Penyebab kejang sangat bervariasi, mulai dari tumor, gangguan pembuluh darah hingga radang atau infeksi di otak. Semua hal ini dapat diatasi bila kita memang sudah mengetahui dengan jelas yang mana sebagai penyebabnya.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu anda dan anak anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :

      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      5. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

  13. Dok saya mau tanya nih,
    6 yang tahun lalu kaka saya kecelakaan hebat [TABRAKAN MOTOR].
    saat itu badannya terlempar akibat tabrakan itu
    saat terlempar lehernya membentur trotoar, tapi kaka saya tidak pingsan
    saat dia mau bangun, seketika badanya langsung tidak bisa di gerakin [SAMA SKALI TIDAK BISA DI KONTROL APA LAGI DI GERAKIN]
    lalu kaka saya di rawat di RS selama 1 bulan
    dan hasil penelitiannya:
    -dari bahu sampi ujung kaki mati rasa
    -BAB dan BAK tidak terasa dan keluar dengan sendirinya dan tidak tentu kapan akan keluarnya
    -sering kali badan kaka saya terasa nyeri lalu hilang dngan sndirinya dan datang lagi dengan sendirinya
    kalo kita cubit bagian yang mati rasanya, kakinya menyentak dengan sendirinya [reflek]
    yang anehnya saat reflek kaka saya tidak merasakan sama sekali kalo kakinya nyentak \ bergerak.
    waktu di rumah sakit kaka saya malah dapet musibah lagi.
    seluruh badanya RAPUH mudah terluka[KORENGAN] dan lukanya sangat lama sembuhnya [KAYA PENYAKIT GULA] dan lagi lukanya gede-gede, lebih parahnya lagi korengannya hampir di seluruh badannya sampai menimbulkan bau yang tak sedap…
    tapi sewaktu di periksa kaka saya tidak mempunyai penyakit gula.
    ada 1 luka yang sangat parah yaitu di area bokong, yang mengharuskan kaka saya untuk di operasi untuk meng angkat daging bokong nya yang sangat parah karna korengnya itu.
    setelah operasi kaka saya memutuskan untuk melanjutkan perawatan di rumah sendiri.
    saat di rumah, sisa penyembuhan koreng di bokong kaka saya di kerjakan oleh dokter yang bisa di panggil[DOKTER PANGGILAN]
    dan akhirnya pun koreng-koreng di badan kaka saya sembuh.
    tapi meskipun sudah sembuh koreng-koreng itu sampai sekaran masih sering timbul\datang lagi, terkadang di tempat semula koreng itu, terkadang pindah di tempat\badan yang dulunya belum ada koreng nya..

    setelah koreng-koreng kaka saya sembuh, beliau menjalani pengobatan alternatif.
    hingga saat ini pun kaka saya masih menjalani pengobatan alternatif
    kalo di hitung-hitung kurang-lebih 27 tempat pengobatan alternatif sudah beliau coba, namun sampai skarang hasilnya tetap nihil

    yang sya mau tanyakan:
    apakah badanya bisa terasa kembali.?
    apakah BAB dan BAK nya bisa terasa kembali
    apakah koreng-koreng nya bisa sembuh total tanpa akan timbul lagi di suatu saat nanti, sperti saat ini.?
    apakan rasa nyeri di badan nya bisa hilang total dan tidak kumat-kumatan lagi.?

    terimakasih___

    MAULANA

    1. Bapak Maulana yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya ingin memberikan rasa simpati dan empati saya kepada kakak anda dan kejadian yang telah menimpanya. Trauma tersebut tampaknya memang sangat hebat dan telah merusak saraf-saraf di lehernya. Saya harus mengatakan sejujurnya bahwa sepertinya kerusakan itu begitu beratnya sehingga seluruh sistem dan fungsi badan di bawah leher mengalami kelumpuhan, terdiri dari kemampuan gerak, perasa dan buang air. Kerusakan saraf ini akan sulit untuk sembuh kembali.

      Terus terang harus saya katakan kemungkinan untuk berjalan lagi sangat sulit. Begitu juga untuk merasa kembali. Selain itu kemungkinan untuk BAB dan BAK yang dapat dikontrol juga sangat sulit. Diperlukan latihan yang sangat lama dan dengan motivasi yang kuat.

      Koreng-korengan itu mungkin adalah yang disebut dalam bidang medis sebagai “Ulkus dekubitus”. Yaitu luka di bagian badan yang terlalu lama menumpu berat badan akibat kakak anda selalu dalam posisi berbaring atau tidur. Bagian belakang pinggul, punggung, tumit, siku sering sekali selalu terhimpit pada posisi berbaring terlentang sehingga akan mengakibatkan gangguan sirkulasi darah ke daerah tersebut. Akibatnya selanjutnya adalah kematian jaringan dan timbulah luka atau korengan seperti yang anda sebutkan.Untuk mencegahnya maka kakak anda harus banyak berganti posisi dan latihan bergerak. Usahakan jangan tidur atau berbaring selalu.

      Rasa nyeri adalah merupakan bentuk persepsi saraf yang sudah kacau dan rusak. Segala bentuk rasa atau raba mungkin diinterprestasi tubuh sebagai nyeri. Untuk ini juga diperlukan waktu yang lama agar kakak anda dapat beradaptasi dengan rasa ini.

      Pada intinya saya harus mengatakan keadaan kakak anda cukup parah dan sulit untuk pulih kembali. Diperlukan semangat yang luar biasa besar serta latihan fisioterapi yang luar biasa berat untuk mendapatkan pemulihan walau tidak maksimal.

      Demikian dulu dari saya, semoga saya dapat membantu anda. Semogag kakak anda diberikan kebaikan.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik dan Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      5. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      6. RS. Pusat Kanker Nasional DHARMAIS Jakarta

      1. Siang dok
        Sy punya anak berusia 6 tahun 5 bln, anakku ini sempatnkejang tapi tdk disertai demam. Setelah dibawa dirumah sakit ternyata anak sy kena virus citomegalovirus dan tindaksnx Terapi dgn ganciclofir. Tetapi setelah diterapi ternyata anak sy suka ngelantur dan kurang merespon dgn org2 disekitar. Pengaruh apakah itu dok? Kok anak sy tdk sembuh 100%?

      2. Bapak Adi Syarif yang terhormat
        Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

        Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan bapak saat ini dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

        Apakah setelah pemberian obat Ganciclovir tersebut anak anda kemudian dinyatakan bebas dari infeksi virus ciomegalovirus (CMV)…?? Apakah saat ini anak anda masih mengalami gejala kejang…?

        Suka ngelantur dan kurang merespon dengan orang di sekitar termasuk keadaan dimana kemungkinan “awareness” sang anak tidak maksimal. Hal ini bisa terjadi pada tingkat kesadaran yang tidak optimal atau adanya disorientasi pada sang anak. Keadaan ini dapat merupakan akibat infeksi dari virus yang telah mengakibatkan gangguan pada fungsi persepsi dan “awareness” sang anak. Hal ini juga mungkin dapat diakibatkan oleh efek samping dari obat-obatan yang digunakan pada sang anak.

        Bila memang anak anda sudah dinyatakan bebas dari infeksi virus maka yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan obat-obat yang tidak diperlukan lagi. Yang kedua adalah coba dilakukan evaluasi pada fungsi otak termasuk struktur otak sang anak. Pemeriksaan pencitraan tidak ada salahnya dilakukan. Saya sangat menyarankan anak anda dibawa ke dokter spesialis saraf anak dan tumbuh kembang anak. Pemberian stimulasi dan rangsangan sangat diperlukan pada gangguan yang dialami oleh anak anda.

        Mohon saya dikabari mengenai kondisi anak anda selanjutnya ya.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
        Staf Medik FKUI-RSCM
        CEO pada PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
        Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS. MEDISTRA Jakarta
        2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
        3. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
        4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        5. RS. DHARMAIS Jakarta
        6. RS. RAWALUMBU Bekasi

  14. Assalamualaikum wr.wb.

    Perkenalkan, sya Arga dari Madiun. Sya mau konsultasi sama Dokter. Tepatnya tanggal 1 februari 2013 kemarin sya mengalami kcelakaan, dan mengakibatkan mata saya blum bs sama skali melihat, sya sudah ke dokter mata,hasilnya mata masih normal dan masih bagus,dokter mata menyarankan k dokter syaraf. dan setelah 3 minggu kemudian sdikit dmi sdikit sudah bs mlihat, dn sya CT scan. Dokter syaraf memberitahukan bahwa kemungkinan syaraf mata sya kejepit karena ada tulang d daerah mata yg patah, dan sangat beresiko untuk oprasi. Mata sya skarang juling dan sudah bsa melihat waloupun remang2. Saya sampai sekarang masih rawat jalan.
    Apakah mata saya bisa melihat normal sperti dulu dan tdak juling lg Dok? Mohon sarannya.
    Trima kasih

    1. Waalaikum salam wrwb

      Arga yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Gangguan penglihatan pasca trauma atau cedera kepala sangat sering terjadi. Penyebabnya juga bisa bermacam-macam, namun pada intinya adalah adanya gangguan atau kerusakan pada bola mata atau saraf penglihatan yang berjalan dari belakang bola mata hingga otak. Yang dapat merusak atau mengganggu fungsi saraf mata adalah bila ada suatu benturan yang mengakibatkan patahnya tulang dasar tengkorak yang kemudian merobek atau memutuskan saraf mata (saraf penglihatan). Selain itu otak yang bengkak juga dapat merusak saraf mata akibat penekanan pada saraf tersebut oleh bengkaknya otak.

      Bila saraf mata anda robek atau putus akibat patahnya tulang, maka akan sangat sulit bahkan mustahil untuk mendapatkan kemampuan penglihatan kembali. Namun bila saraf mata tersebut tidak putus, melainkan hanya mendapatkan tekanan oleh otak yang bengkak atau oleh tulang yang bergeser akibat retak, maka kemungkinan untuk mendapatkan pemulihan itu ada. Bila memang terbukti secara CT Scan kepala adanya saraf mata yang terjepit oleh tulang, maka memang sebaiknya dilakukan tindakan operasi untuk memperbaiki posisi tulang yang retak sehingga melepaskan saraf mata dari jepitan tersebut.

      Namun dengan keterangan anda bahwa penglihatan sudah semakin membaik saat ini, maka kemungkinan besar tidak ada saraf mata yang putus atau robek. Masalah yang ada malahan mata yang juling. Julingnya mata anda biasanya dikarenakan adanya saraf penggerak otot bola mata yang rusak atau otot bola matanya sendiri yang putus. Hal ini umumnya juga disebabkan oleh tulang yang retak yang kemudian mencederai saraf tersebut atau otot bola mata. Bila memang terbukti demikian, maka sebaiknya dilakukan tindakan operasi untuk memperbaiki posisi tulang yang retak sehingga melepaskan tekanan pada saraf penggerak otot bola mata atau otot bola mata itu sendiri.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  15. dok, saya tyas. Suami saya 37 thn 6 bln lalu kecelakaan motor. Tgn kanan patah, tgn kiri dan tulang panggul retak. Tgn kanan dioperasi (diplat), tgn kiri digips. Sedang tulang panggul tdk dilakukan tindakan, alasannya karena posisinya msh bagus,jadi bisa nyambung. Hanya saat ini, jari2 tgn kanan belum bisa digerakkan. Awalnya seluruh tgn kanan tdk bs gerak. Alhamdulillah skrg tinggal jari yang belum. Terapi apa yg bs dilakukan?apakah benar ada obat utk menyambung syaraf yg putus? trmksh byk infonya

    1. Ibu Tyas yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru sekarang membalas tulisan anda.

      Tangan yang tidak dapat digerakkan pasca trauma atau benturan bisa disebabkan banyak hal. Tulang yang patah dapat mengakibatkan mobilitas tangan terganggu sehingga cenderung kaku, Spastis otot juga mengakibatkan pergerakan tangan terganggu. Gangguan saraf uga dapat mengakibatkan kelumpuhan pada tangan.

      Bila memang terdapat saraf yang putus total maka kemungkinan akan terjadi kelumpuhan permanen dan tidak akan pernah pulih. Pada kasus suami anda ternyata pemulihan mulai muncul secara perlahan-lahan. Jadi kemungkinan saraf putus total dapat kita singkirkan. Bila emang sarafnya yang terganggu maka kemungkinan hanyalah memar pada saraf atau putus parsial. Kedua hal ini masih dapat kita harapkan adanya pemulihan.

      Tidak ada obat yang dapat menyambung saraf yang putus. Hanya tindakan operasi yang dapat menyambung saraf yang terputus.

      Tindakan untuk suami anda saat ini adalah fisioterapi dan melatih tangan serta jari-jarinya serajin mungkin. Hal ini tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Berikan support dan motivasi pada suami anda agar terus semangat dan yakin akan adanya pemulihan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

  16. Assalamu’alaikum Dr.Andra. Suami saya 37 thn. 6 bln lalu kecelakaan motor. Patah tgn kanan, retak tgn kiri dan tulang panggul sblh kiri Sblm operasi tgn kanan tdk dpat bergerak sama sekali. Stlh dioperasi, alhamdulillah sdh mulai bergerak sampai siku. Sedangkan jari2 tgn kanan sampai skrg belum bergerak. Dia sering merasa kesemutan dan spt kesetrum. Terapi apa yg harus dilakukan dan benarkah ada obat untuk memulihkan/menyambung syaraf yg putus?

    1. Ibu Tuas yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya sudah menjawab pertanyaan ibu. Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

  17. Perkenalkan nama saya Lia, saya baru saja mengalami putus urat otot (tendon) pada bagian kaki kiri. Saat dibawa ke RS kaki saya hanya dijahit dan sepertinya urat yang putus itu tidak disambung kembali, ibu saya tanya ke Dokter yang menangani saya “Apa uratnya bisa tersambung sendiri?” dan para medis mengatakan “ya, bisa”. Tiga hari setelah kejadian itu jari-jari kaki saya masih bisa gerak tapi terasa keram di bagian telapak kaki. Besoknya jari kelingking sudah susah digerakan dan lama kelamaan sampai sekarang (kurang lebih sudah 1 minggu) jari-jari saya sudah tidak bisa digerakan semua kecuali yang jempol (tapi sudah sangat kaku). telapak kaki saya juga sudah berwarna kebiruan dan rasa keram sudah tak terasa tapi justru terasa tebal jika disentuh, dicubitpun sudah tak terasa. Bagian sekitar luka juga berwarna biru kehitaman.Dan sekarang rasa keramnya menjalar ke bagian atas punggung kaki. Apa yang harus saya lakukan Dok? Apakah uratnya harus disambung? Saya tinggal di kota kecil, jadi teknologinya belum terlalu canggih jadi saya takut kalau terjadi apa-apa jika dioperasi. Namun apa masih bisa disambung setelah hampir seminggu? Kalau masih bisa operasi paling bagus dimana ya Dok? Dan apakah ada kemungkinan ‘lumpuh’?
    Tolong dijawab Dok dan saya mohon sarannya.
    Trimakasih.

    1. Ibu Lia yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan anda saat ini karena kesibukan yang tak dapat saya tinggalkan.

      Wah tampaknya masalah yang anda alami lebih berat dari yang dikira. Saya melihat kaki anda bukan saja mengalami putus urat tendon, namun dengan gejala seperti yang anda alami maka kemungkinan juga terdapat saraf yang putus, dan yang lebih berat lagi adalah adanya tanda kematian jaringan serta tanda gangguan sirkulasi darah ke daerah kaki. Kebiruan pada kaki termasuk warna kehitaman pada luka menunjukkan adanya kematian jaringan kulit atau otot yang biasanya disebabkan oleh karena tidak mendapatkan suplai darah ke kaki tersebut.

      Bila memang sudah mati jaringannya maka akan sangat susah untuk dikembalikan lagi. Yang bisa dilakukan adalah membuang jaringan yang mati dan berusaha mempertahankan jaringan yang masih hidup. Segera periksakan diri anda ke dokter bedah umum atau dokter bedah vaskuler. Pastikan bahwa sistempembuluh darah anda dalam keadaan baik. Urat saraf yang putus memang sebaiknya disambung namun saat ini yang lebih prioritas adalah mencegah kematian jaringan pada kaki anda.

      Saya harap anda dapat memeriksakan diri kemudian menginformasikan kepada saya bagaimana kondisi kaki anda saat ini.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta

      1. Iya gak apa-apa Dok saya mengerti. Terima kasih atas jawabannya.

        Beberapa pekan lalu keluarga saya memutuskan untuk pergi berobat di salah satu rumah sakit di Makassar. Pada saat diperiksa pihak dokter mengatakan harus mengambil tindakan eksplorasi, dan keesokan harinya dilakukan operasi. Selesai operasi rasa keram di kaki saya terasa berkurang dan warna kulit saya sudah tidak kebiruan, kata dokter pada saat itu tidak ada urat yang putus namun terjadi kerobekan dibagian pembuluh darah yang menyebabkan kaki saya tak kunjung sembuh dan terjadi pendarahan dibagian dalam kulit sehingga kulit saya berwarna kebiruan dan gumpalan darah itu menindis syaraf di kaki saya sehingga tempo hari lalu telapak kaki saya terasa sangat keram dan pada beberapa bagian kaki terjadi berkurangnya kemampuan merasa dan kemampuan gerak, sehingga pihak dokter harus menjahit bagian pembuluh darah yang sobek itu dan mengeluarkan gumpalan darahnya. Sekarang kaki saya sudah bisa digerakan walaupun kadang masih terasa keram namun tak sekeram sebelum dioperasi dan pada bagian telapak kaki juga sudah mulai berasa jika disentuh walaupun belum sebaik rangsangan sentuhan pada bagian kaki sebelahnya (kaki yang kanan).
        Kata dokter yang menangani saya proses pemulihan syaraf memang dapat memakan waktu lama jadi rasa keram masih terasa dan rangsangan sentuhan pada kaki masih belum optimal. Dokter memberikan saya obat vitamin syaraf (mecoballamin) dan antibiotik.
        Otot-otot di kaki kiri saya juga sudah mulai mengendur karena lama tak dipakai untuk berjalan, setiap saya mencoba berdiri kaki kiri saya rasanya tidak kuat sehingga hampir terjatuh. Tapi kata dokter saya masih bisa berjalan kembali dengan normal tanpa harus mengikuti fisioterapi. Saya harap demikian.
        Saya boleh minta sarannya Dok, apakah obat yang saya konsumsi sudah cukup atau harus mengambil beberapa obat lagi?
        Terima kasih.

      2. Ibu Chesillia Yth,

        Saya ikut senang mendengar temuan penyakit anda yang sesungguhnya. Anda mengalami suatu kondisi yang disebut dengan kompartemen sindrom, dimana akibat darah yang menumpuk terlalu banyak dalam suatu rongga dalam tubuh, menimbulkan tekanan pada sistem saraf sehingga terjadi gangguan fungsi serta kelumpuhan. Keadaan ini lebih baik dibandingkan syaraf yang benar-benar putus, karena setelah darah dibuang dan penekanan saraf dihilangkan, maka kemungkinan saraf untuk pulih masih terbuka.

        Benar sekali kata dokter yang mengobati anda, bahwa pengobatan saraf itu tidak mudah serta membutuhkan waktu tidak sebentar. Diperlukan motivasi dan semangat kuat dari anda untuk pulih kembali serta rehabilitasi medik yang intensif. Saya rasa obat yang anda minum sudah cukup, yang penting menurut saya adalah, asupan gizi yang baik.

        Demikian dulu yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

        Hormat saya:
        dr. M. Radhian Arief, Sp. BS (dokter Andra)
        Neurosurgeon
        Staf Medik FKUI

        email: dr.andra.bs@gmail.com
        twitter: @dokter_andra

        saya dapat ditemui di:
        1. RS Medistra, Jakarta
        2. RS Antammedika, Jakarta
        3. RS Jakarta Heart Center
        4. RS Islam Pondok Kopi
        5. RS Kanker Dharmais

  18. Assalamualaikum wr. wb.
    Yth. Dr. Andra
    Saya seorang guru, punya seorang murid. Murid saya inj seorang olahragawan. Sudah tiga hari yg lalu ia sdh tidk lagi ikut kegiatan futsal d sekolah. Baru mala m ini saya tanya, dari penjelasannya yang saya tangkap bhw ia terserang demam kira 1 minggu yg lalu, setelah minum obat mixagrip langsung 2 talbet, ternyata malah timbul sakit kepala yg luar biasa. Lalu dibawa k rumah sakit untuk dironsen, kata dokter yg bersangkutan bahwa obat yg diminum adalah obat keras, menyebabkan urat saraf di kepala hampir putus. Apa memang benar bisa terjadi seperti itu???
    Tapi yang bersangkutan masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa, dan masih bisa mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
    Tolong penelasannya, terima kasih.

    1. Waalaikum salam wrwb

      Bapak M. Dipa Syahbana yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru sekarang dapat membalas tulisan bapak, dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Konsumsi obat-obat yang sembarangan dan tanpa resep dokter memang sangat berbahaya. Selain itu obat-obat yang dijual tidak di apotik atau toko obat resmi juga sangat berbahaya karena diragukan keamanannya. Memang sudah menjadi kebiasaan bagi penduduk Indonesia untuk membeli obat dengan sendirinya di warung atau dimanapun bila mengalami demam atau sakit kepala. Tetapi sering pula kita tidak mengetahui sebenarnya penyakit apa yang kita alami dan apakah obat yang kita beli sudah tepat untuk penyakit tersebut atau untuk kita sendiri.

      Istilah urat saraf putus di otak adalah tidak tepat karena tidak ada obat apapun yang dapat mengakibatkan putusnya saraf. Tetapi salah penggunaan obat dapat mengakibatkan keracunan pada tubuh atau pada organ-organ tubuh termasuk otak. Keracunan ini akan mengganggu metabolisme tubuh termasuk otak sehingga fungsinya akan terganggu yang pada akhirnya akan mengakibatkan kematian saraf-saraf di otak.

      Dari cerita bapak, mengatakan bahwa murid bapak tersebut masih bisa melakukan aktifitas secara biasa dan masih bisa belajar seperti biasa. Artinya tidak ada fungsi yang terganggu dan keadaan otaknya kemungkinan baik-baik saja.

      Bagaimana kondisi murid bapak itu sekaranga…?? Gejala-gejala apa saja yang dialaminya…??

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta.

  19. Pak nama saya andre asal jember
    saya terkena penyakit saraf
    dan kalau skt saya kambuh saya akan kejang dan lidah saya slalu tergigit
    dokter bilang saraf otak bagian belakang ada yg ptz pak
    apakah ada obat untuk saya sembuh pak

    1. Bapak Andre yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya belum dapat menyimpulkan sakit apa yang sebenarnya anda alami. Gejala kejang memang meruapakan petanda adanya kelainan di otak, dan hal ini bisa bermacam-macam penyebabnya, mulai dari infeksi atau radang otak, perdarahan hingga tumor otak. Istilah saraf yang putus sangat tidak tepat dan membingungkan. Apakah anda pernah dilakukan CT Scan kepala…?? Bila belum pernah, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan CT Scan kepala atau MRI kepala untuk melihat apakah ada kelainan di dalam kepala. Penting sekali kelainan ini diatasi terlebih dahulu untuk kemudian mengkontrol serangan kejang.

      Obat untuk kejang adalah anti kejang. Obatnya sangat banyak jenisnya dan harus ditemukan obat yang benar-benar cocok untuk masing-masing orang yang menderita kejang. Konsultasikan dengan dokter saraf anda untuk mendapatkan obat anti kejang yang benar-benar cocok untuk anda.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta.

  20. Assalamualaikum Dok.
    tgl 20 april 2013 kemarin adik saya (26 th) kecelakaan motor, lalu dibawa ke bethesda jogja utk MRI, hasil dari MRI memperlihatkan bahwa tulang punggungnya patah, lalu di bawa ke kustati solo, 5 hari di kustati baru bisa operasi, karena hemoglobin darahnya turun terus. setelah operasi tulang oleh dokter tundjung dan timnya, saya diberi tahu bahwa ekor 7 tulang punggung rusak permanen. perawatan di kustati 20 hari lalu boleh pulang. sekarang ini perawatan di rumah. kondisi sekarang masih sama seperti di RS. dari pusar ke bawah mati rasa, BAB dan BAK tidak terasa, kaki kiri hanya bisa gerak dikit, kaki kanan belum bisa gerak dan kalo saya pegang dingin tidak seperti kaki kiri. paha kanan kiri bisa bergerak, namun pelan. telapak kaki kadang terasa, kadang tidak. sampe sekarang pipisnya masih di selang. dan dari duburnya selalu keluar darah sedikit tapi terus terusan. kalo mau BAB selalu merasakan mules di perut. sekarang ini paha nya seperti mengecil, kenapa ya dok? mungkinkah adik saya bisa berjalan lagi? dan apakah organ vitalnya bisa berfungsi kembali? mengingat rencananya lebaran ini mau menikah dengan pacarnya.
    terima kasih banyak Dok.

    1. Bapak Hasan Basri yang terhormat
      Terima kasih telah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru sekarang dapat membalas tulisan bapak dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Saya sungguh sangat berempati terhadap kejadian yang menimpa adik anda. Rusaknya saraf tulang belakang yang berat kadang memberikan efek atau gejala yang lebih berat pada si sakit dan pada aktifitas kehidupan si sakit. Mendengar cerita yang anda sampaikan, tampaknya memang terjadi kerusakan berat dan mungkin permanen pada saraf adik anda. Sudah muncul gangguan sensorik (mati rasa), gangguan metorik (tidak dapat menggerakkan kaki) dan gangguan otonom (kesulitan mengkontrol berkemih dan buang air besar). Seluruh sistem yang terganggu ini merupakan petunjuk bahwa kerusakannya berat dan meliputi seluruh sistem fungsi saraf tulang belakang.

      Paha yang mengecil disebabkan karena sudah tidak bergerak atau tidak banyak digerakkan sehingga mengakibatkan atrofi otot-otot paha. Ini adalah salah satu gejala kelumpuhan. Apakah kelumpuhan ini dapat membaik, terus terang saya harus mengatakan sangat sulit. Kemungkinan besar tidak akan pulih. Pengalaman saya sangat sedikit yang mengalami pemulihan (walau tidak sempurna) dan kondisi awal serta motivasi si sakit untuk sembuh sangat mempengaruhi keberhasilan pemulihan tersebut.

      Mengenai alat vital, bagaimana keadaan alat vital adik anda saat ini…? Apakah fungsi ereksi masih ada….?

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. KANKER DHARMAIS Jakarta

  21. Ass.Wr.Wb. Terima kasih byk atas jawabannya dok. Agak melegakan karena syaraf tdk sampai putus. Namun ada informasi tambahan yg lupa saya sampaikan. Saat terjadi kecelakaan, sendi bahu pada tgn kanan sempat lepas(anjlok). Namun dokter tdk menyarankan apapun, terapisnya juga tidak. Baru stlh dua bln tdk ada perkembangan, saya coba ke alternatif. Disitu disarankan untuk mengendong/mengikat bahu membentuk angka 8. Shg sendinya bisa terangkat. Harapannya bisa melekat kembali dan tgn bisa digerakkan kembali. Namun stlh 7 bln(saat ini) sendi sdh melekat namun blm kuat,terkadang msh sdkt “anjlok” lagi.Apakah itu yang menyebabkan jari tgn blm dpt digerakkan?tgn juga msh lemah(bhs jawa”keple”). Bgmn caranya spy sendinya bisa lenngket dg kuat?Trmksh byk atas perhatian dan jawabnnya dok. Wass

    1. ibu Tyas Yth,

      Sebelumnya saya ingin bertanya, bagaimana pemastian bahwa syaraf tidak ada yang putus?
      Lepasnya sendi bahu memang sering terjadi, kadang cukup dilakukan tindakan reposisi manual tanpa perlu operasi. Namun bila lepasnya terlalu jauh, apalagi disertai banyaknya kerusakan otot, maka tindakan operasi mungkin perlu dilakukan. Tindakan menggendong tangan dengan kain membentuk angka delapan, merupakan tindakan yang tepat BILA sendi bahu mengalami dislokasi atau perubahan posisi BUKAN lepas. Namun bila lepas sendi, cara ini tidak dapat banyak membantu. Apalagi saat ini anda mengatakan sendi tersebut masih sering lepas.

      Apakah kekuatan jari anda ada perbaikan dibandingkan 7 bulan yang lalu?
      Bila tidak, maka saya menduga tidak ada hubungannya dengan sendi yang lepas. Dan lebih mungkin disebabkan oleh kerusakan saraf. Bila ada perbaikan, kemungkinan ada kerusakan saraf, namun tidak total (parsial). Tidak stabilnya sendi bahu ini harus diperhatikan dengan lebih serius. Karena selama sendi tersebut tidak stabil, maka saraf-saraf disekitarnya selalu dalam kondisi terancam untuk tertekan. Cobalah mengunjungi dokter spesialis bedah tulang untuk medapatkan terapi yang lebih adekuat. Fisioterapi juga perlu anda lakukan untuk mengembalikan fungsi yang hilang.

      Demikian dulu yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Hormat saya:
      dr. M. Radhian Arief, Sp. BS (dokter Andra)
      Neurosurgeon
      Staf Medik FKUI

      email: dr.andra.bs@gmail.com
      twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui di:
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. RS Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais

  22. AssWrWb. Dok,trmksh atas perhatiaanya. Ada yg blm sy infokan ke dokter. Bahu kanan sempat anjlok/lepas saat kecelakaan. saat itu tdk ada tindakan dr dokter tulang maupun terapisnya. baru 2 bln kmdn tdk ada perkembangan sy bw ke alternatif. di situ di gendong dan disangga membentuk angka 8 di bahunya. spy bisa lengket dan syraf nya bisa pulih. Namun skrg, 8 bln stlh kejadian, bahuny sdh lengket namun blm kuat.,shg syaraf tgnnya blm pulih. apa yg hrs sy lakukan skrg? trmksh atas bantuan dan sarannya. wass

    1. Ibu Tyas Yth,

      saya sudah menjawab pertanyaan sama yang ibu ajukan sebelumnya. Silahkan dilihat.

      Terima kasih.
      Hormat saya:
      dr. M. Radhian Arief, Sp. BS (dokter Andra)
      Neurosurgeon
      Staf Medik FKUI

      email: dr.andra.bs@gmail.com
      twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui di:
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. RS Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais

  23. selamat siang dok…
    saya Iyon di trenggalek. satu setengah tahun yang lalu saya jatuh ketika memperbaiki plafon di rumah yang mengakibatkan saya tidak dapat bergerak sama sekali serta mati rasa mulai dari dada ke bwah. dari hasil MRI dokter mengatakan terjadi frakture stabil di dg bagian c4 dan c5, sehingga tidak di lakukan tindakkan operasi. Setelah skitar 2 minggu di rawat tangan/kaki kiri saya mulai bisa di gerakkan tapi untuk bagian kanan belum bisa. Alhamdulilah setelah 6 bulan menjalani fisio dan okupasi terapi saya sudah bisa berjalan walau pake tongkat. dan sekarang saya sudah bisa berjalan kembali walau belum optimal. untuk bagian tubuh sebelah kanan (kaki dan tangan) juga bisa di gerakkan tapi masih kaku dan sering mengalami kejang. Untuk tubuh bagian kiri alhamdulilah sudah sembuh 95% tapi rasa baal ya dan kesemutan lebih kuat dari bagian kanan.
    yang mau saya tanyakan ….
    1. apakah kesembuhan yang saya dapatkan ini sudah maksimal atau masih ada harapan lagi dlm beberapa tahun kedepan dan berapa tahun waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan hasil yg paling maksimal.
    2. apakah suplemen/makanan yang baguz untuk kasus cedera tulang belakang seperti saya.

    1. Bapak Iyon Yth.

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Saya menyampaikan permintaan maaf baru sempat membalas.

      Fraktur tulang belakang, khususnya bagian leher (cervikal), merupakan kasus yang paling berat efeknya terhadap manusia. Dan merupakan kasus yang mengakibatkan kelumpuhan paling besar, selain kerusakan otak luas. Bukan hanya kelumpuhan yang dapat terjadi, tetapi sering sekali diakhiri dengan yang tragis akibat gagal napas atau henti jantung.

      Untuk kasus anda, saya menganggap anda sangat beruntung. Jarang sekali orang dengan fraktur cervikal berat, bisa berjalan kembali. Mengenai capaian perkembangan yang sudah anda rasakan, menurut saya sangat baik sekali. Tetapi, maksimal atau tidaknya tergantung dari anda sendiri. Artinya, bila anda merasa masih ada peluang pemulihan lebih baik, maka jadikanlah motivasi anda untuk melakukan latihan / fisioterapi yang lebih intensif serta agresif lagi. Saya tidak dapat mengatakan bahwa capaian anda sudah maksimal atau belum.

      Suplemen yang bagus untuk kasus cedera saraf adalah yang termasuk dalam “4 sehat 5 sempurna”. Semua kandungan gizi yang seimbang dalam makanan, merupakan suplemen terbaik bagi saraf. Tidak obat atau suplemen dari luar yang lebih baik dari makanan yang bergizi dan dimasak dengan baik.

      Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Hormat saya,
      dr. M. Radhian Arief, Sp.BS (dokter andra)
      Neurosurgeon
      staf medik FKUI

      email: dr.andra.bs@gmail.com
      twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui dengan perjanjian di
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. RS Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais, Jakarta

    2. Assalamualikum,
      Selamat malam dokter dan pak Iyon, kejadian yg terjadi dengan pak iyon hampir mirip dengan kejadian yg dialami oleh istri saya yaitu ditimpa oleh tembok hotel aston di Palembang tgl 28 maret 2014, kejadian tsb mengakibatkan fraktur pada bagian c6 sehingga dilakukan operasi pd tgl 31 maret 2014, setelah hampir 3 mgu setelah operasi kondisi istri saya masih belum ada progress yaitu dari dada ke bawah masih mati rasa dan tidak bisa digerakkan, kemudian dilakukan MRI ternyata masih ada pembengkakan pada syaraf nya sehingga kata dokter tunggu setelah syarafnya tidak lagi ada pembengkakan kemungkinan akan ada progress, yang ingin sya tanyakan ke dokter jikalau syaraf tsb cm bengkak apakah ada kemungkinan kondisi istriku bisa kembali normal, trus berapa lamakah syaraf tsb bisa kembali normal / tidak bengkak lagi?..
      Untuk pak Iyon bisa minta no telepon nya ga untuk share masalah ini, sya lihat kondisi bapak hampir kembali normal..
      Terimakasih banyak sebelumnya untuk dokter dan pak iyon

      1. Bapak Salman yang terhormat
        Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

        Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa empati saya terhadap apa yang menimpa istri anda.

        Kejelakkan pada sistem saraf adalah kemampuan pulihnya yang sangat buruk dan hampir tidak pernah pulih kembali 100 persen. Pembengkakan pada saraf menunjukkan sudah terjadi kerusakan sekunder pada saraf akibat benturan yang terjadi saat kecelakaan terjadi. Memang yang bisa dilakukan hanyalah menunggu bengkak hilang dan juga memberikan obat-obatan anti bengkak. Biasanya 5-7 hari pasca benturan terjadi, bengkak akan maksimal dan setelah itu baru perlahan-lahan akan mulai berkurang. Mungkin dibutuhkan setidaknya 2-3 minggu kemudian untuk bengkak benar-benar menghilang.

        Bila bapak menanyakan apakah setelah bengkak selesai kondisi istri bapak kembali normal, terus terang saya tidak bisa memastikan. Kemungkinan ada progres bisa saja namun untuk kembali pulih 100 persen hampir tidak pernah terjadi. Pasca bengkak selesai, istri anda harus juga melakukan fisioterapi yang intensif untuk berusaha mengejar pemulihan semaksimal mungkin.

        Bagaimana kondisi istri anda saat ini…??

        Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Dokter Spesialis Bedah Saraf / Neuro-Intervensi (Neurosurgeon/Neurointervention)
        Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS. MEDISTRA Jakarta
        2. RS. JAKARTA HEART CENTER Jakarta
        3. RS. PELNI Petamburan Jakarta
        4. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
        5. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        6. RS. Pusat Kanker Nasional DHARMAIS Jakarta

  24. Dok, mau tanya, saya mau berapa lama agar jaringan otot kuat tangan dan kaki kuatt kembali dan syaraf motorik pulih normal kemballi pasca stroke?

    1. Bapak Stefanus yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru sekarang dapat membalas tulisan bapak dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Kelumpuhan pasca stroke memang selalu terjadi dengan tingkat kelumpuhan sangat tergantung besarnya daerah stroke dan cepatnya penanganan medis yang diberikan pasca serangan stroke terjadi. Untuk kembali pulih 100% pasca stroke hampir tidak mungkin terjadi karena saraf tidak dapat pulih dengan baik pasca stroke tersebut. Selain itu biasanya otot-otot anggota gerak tubuh yang lumpuh akan mengalami penciutan atau atrofi sehingga menambah beratnya kelumpuhan / gangguan gerak.

      Lamanya hingga pemulihan dapat terjadi tidak dapat saya prediksi dan sangat bergantung kepada motivasi serta semangat pasien yang mengalami stroke tersebut. Saya mempunyai pasien yang sudah mulai menunjukkan perbaikan kelumpuhan sekitar 6 bulan pasca serangan stroke namun ada juga yang belum menunjukkan perbaikan sama sekali 1 tahun pasca stroke. Yang penting adalah si penderita harus sangat termotivasi untuk mengatasi kelumpuhannya dan rajin untuk menjalani fisioterapi yang tidak ringan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik FKUI
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

  25. Assalammualaikum Wr,Wb

    Selamat pagi dokter andra
    Saya joni umur 22th, saya pas latiha pus up tangan kiri saya terpeleset dan menyebabkan tangan saya dislokasi lengan bahu dan di rwat d RS selama 2hr untuk melaku reposisi manual & hr ke3 d suruh pulang pas waktu it saya mau ganti kaos otomatis tangan saya muter 90derajat ternyata tangan saya dislokasi lagi, terus d bawa ke RS selama 2hr lgi untuk melakukan reposisi lagi

    Yg jadi pertanya saya dok,apakah tangan saya bisa sembuh 100% seperti sebelum saya sakit ( tenaga dan kekutan lengan saya ) saya takut ny kedepan nya sering dislokasi lagi mengingat kejadia sebelumnya ,soal ny kata dokter yg menangani saya itu tangan saya bisa sembuh 100% apa dokter saya itu cuma memotifasi saya aja.

    Tp anehnya saya punya 3teman yg pernah mengalami kasus seperti saya ke3 teman saya it gk bisa sembuh normal dari segi tenaga dan kekutanya terus ke3 tman saya it setruktur tulang ny juga pd beda semua ( pada ada benjolan semua gak simetrik sama yg sebalah ). tp kalu tangan saya sendri menurut angapan saya sendri tangan saya gak ada benjolan setruktur nya juga masih sama yg sebelah tapi selam 3mgu tangan saya masih nyeri kadang klau ada gerakan yg salah sakit baget

    Mohon penjelasanya y Dok, Terima Kasih

    1. Bapak Joni yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan bapak saat ini dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Kasus bapak ini sebenarnya lebih tepat untuk dikonsultasikan ke dokter ahli bedah tulang atau orthopedi. Namun saya akan mencoba memberikan pendapat saya untuk kasus bapak ini.

      Dislokasi pada sendi-sendi di tubuh termasuk sendi bahu merupakan penanda bahwa pertautan antara tulang sudah lemah dan fungsi elstisitasnya juga sudah terganggu dikarenakan tidak adanya kekuatan itu. Walau sudah dipasang kembali atau dikembalikan ke posisi yang normal, namun seringnya mengalami dislokasi kembali menunjukkan bahwa tidak adanya kekuatan pertautan antara tulang tersebut. Bila hal ini terjadi terus menerus dan berulang-ulang maka akan memberikan resiko iritasi dan erosi dari sendi tulang yang akan mengakibatkan ketidakstabilan semakin berat. Pada akhirnya dislokasi akan semakin mudah dan semakin sering terjadi.

      Selain itu pergeseran tulang dan dislokasi akan memberikan ancaman jaringan atau struktur lainnya disekitar sendi mengalami kerusakan seperti struktur saraf dan pembuluh darah. Hal ini akan memperberat kondisi dan mengganggu fungsi pada akhirnya.

      Saran saya untuk anda adalah mengunjungi dokter orthopedi anda segera dan untuk mendapatkan tatalaksana yang tepat. Bila memang perlu maka operasi perbaikan sendi sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan sendi yang baik dan kuat dan tidak terjadi dislokasi lagi.

      Bagaimana dengan kondisi anda sekarang….???

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Dokter Spesialis Bedah Saraf (Neurosurgeon) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

      1. Selamat malam Dokter Andra. Terima kasih
        banyak ya Dokt sudah berkenan membalas
        email saya.
        Dok yang menangani saya dari awal sampe akhir itu juga Dokter sepesialis orthopedi kok,

        kondisi saya sekarang bahu masih sama seperti habis pulang dri RS,yang saya rasakan masih sama nyeri dan keram seperti habis kerja keras gitu dok pada hal udah 5minggu.
        apa itu tanda nya posisi tulang saya belum di posisi yang sempurna atau ada pembulu darah atau saraf kejepit, soalnya habis di reposisi bahu saya belum di roengent ulang, dan saya udah kontrol 2kali ke Dr orthopedi cuma di kasih obat(zegavit multivitamin and zinc) sampe sekarng belum ada perkembangan, walupun katanya tangan saya bisa sembuh normal dalam 3bln

        Oh ya dok apa yang saya harus lakukan ? atau saya harus ke Dr orthopedi lain untuk berobat soalnya setelah saya mendengar kata2 Dr andra di atas tadi saya semakin kawatir dengan keadaan saya.

        Terima kasih

      2. Bapak Joni yang terhormat
        Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

        Saya mohon maaf baru membalas tulisan bapak setelah sekian lama dikarenakan kesibukan yang saya hadapi sungguhlah padat.

        Bagaimana dengan kondisi bapak sekarang….??

        Apakah sudah dilakukan foto kontrol….??

        Kondisi nyeri, keram bisa saja disebabkan adanya jepitan saraf atau adanya salah posisi daripada tulang. Keadaan yang kronis dapat mengakibatkan kerusakan permanen atau bahkan respon adaptif tubuh yang tidak baik. Bila memang merasakan nyeri yang berkelanjutan walau sudah diberikan obat-obatan maka ada hal yang harus diperbaiki atau dikoreksi.

        Bila bapak berkenan, dapatkah menemui saya di tempat saya berpraktek….?? Saya ingin memeriksa juga apakah kemungkinan ada masalah dalam persarafan.
        Demikian dulu dari saya.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Dokter Spesialis Bedah Saraf (Neurosurgeon) / Endovascular Neurosurgeon
        Staf FKUI

        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS. MEDISTRA Jakarta
        2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
        3. RS. Jakarta Heart Center (JHC)
        4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        5. RS. Kanker DHARMAIS Jakarta

  26. Siang dokter..
    Dua tahun lalu saya kcelaka’an motor seketika itu saya tidak bisa menggerakkan tangan kanan saya dari bahu sampai jari. Saya dirawat di Rs. Dr.Soetomo surabaya. Kata dokter sraf sya ada yg putus, Dan dilakukan penyambungan saraf. Diambilkan saraf dari kaki. Tapi sampai sa’at ini perkembangannya cuma sdikit. Cuma bisa menekuk siku saja yg lainya masih tetep blum bisa. Tangan sya tambah mengecil dok.. Gmn ne do??

    1. Bapak Riduwan yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena baru membalas tulisan bapak saat ini dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Saraf di tubuh kita memiliki kemampuan yang sangat terbatas bahkan sangat buruk dalam pemulihan. Selain itu interval waktu untuk pemulihan juga sangat sempit sehingga bila ingin dilakukan penyelematan fungsi saraf dengan penyambungan maka sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Bila interval waktu itu sudah terlewati maka kemungkinan untuk ada perbaikan menjadi sangat kecil.

      Setelah waktu yang cukup lama, anda baru bisa hanya menekuk siku saja. Tidak ada perkembangan lainnya. Inin menunjukkan bahwa perkembangannya sangat lambat atau kemungkinan pemulihannya hanya sampai disitu saja. Memang ini adalah kondisi yang tidak bagus. Namun ada satu tanda yang masih menjadi harapan adalah munculnya gerakan menekuk siku. Hal ini menunjukkan bahwa sang saraf mulai berfungsi walau sedikit. Adanya perkembangan ini mungkin menjadi pertanda pula masih ada kesempatan dan kemampuan saraf tersebut lebih lanjut untuk pulih.

      Saya tetap memotivasi anda untuk optimis bahwa pemulihan akan selalu ada. Memang waktu yang dibutuhakn tidak sebentar, bahkan bisa sangat lama. Terus lakukan latihan gerakan pada tangan serta fisioterapi. Harus yakin bahwa target terhadap kemampuan gerakan tangan anda harus selalu lebih baik dengan berjalannya waktu.

      Masalah tangan mengecil adalah yang kita sebut dengan “Disuse Atrofi”, yaitu otot-otot tangan mengendur dan mengecil karena tidak digunakan karena tidak ada pergerakan. Hal ini selalu terjadi pada kelumpuhan yang terlalu lama. Untuk mengatasi ini penting sekali dilakukan pemijatan pasif dan fisioterapi pada otot-otot tangan tersebut.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Semoga anda segera mendapatkan pemulihan yang baik.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter :@dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. KANKER DHARMAIS

      1. Riduwan dok..
        Sekarang uda da perkembangan lagi dok, selain bisa menekuk siku, sekarang bisa mengangkat lengan kedepan -+30 derajat, samping -+20 derajat, belakang masih 0. Dan pergelangan tangan bisa digerakkan/ditekuk kedalam, dan kalo pergelangan tangan ditekuk, keempat jari tangan juga ikut menekuk (ibu jari tidak ikut nekuk). Tapi untuk gerakan keluar/membuka seperti ngegas kendara’an bermotor belum bisa.
        Menurut hasil EMG dan pemeriksaan dokter orthopaedi rs. Dr.Soetomo kemarin disuruh melanjutkan terapi dulu selama 6 bulan kedepan. Kalo belum ada perbaikan lagi, akan diadakan operasi lagi..

        Menurut dokter gmn??
        Apakah hasil oprasi penyambungan saraf pada tangan saya ada yg belum sambung? (masih ada yg belum bsa dgerakkan).
        Tks

      2. Bapak Riduwan Yth

        Mohon maaf baru dapat membalas sekarang. Utamanya diakibatkan sering terjadi crash pada sistem wordpress ini, sehingga saat ini tim dokterandra.com sedang dalam proses untuk pindah platform demi kelancaran komunikasi dan aliran informasi.

        Saraf merupakan jaringan dengan kemampuan pemulihan yang paling buruk. Hampir pasti tidak ada pemulihan 100% pada saraf yang rusak atau putus. Bahkan sebagian besar, tidak terjadi proses pemulihan sama sekali. Bila pun ada perkembangan kemampuan pergerakan semenjak cedera saraf hingga sekarang, hal ini menunjukkan proses pemulihan sudah terjadi, walau tidak bisa sempurna. Dan ini harus kita syukuri, dibandingkan tidak dapat bergerak sama sekali.
        Saya setuju dengan anjuran dokter di RS dr. Soetomo, bahwa diperlukan rehabilitasi dan observasi selama 6 bulan kedepan, untuk kemudian dipertimbangkan perlu tidaknya dilakukan operasi kembali.
        Proses regenerasi saraf secara alamiah harus kita hormati, sehingga kita patut memberikan waktu bagi sel-sel saraf untuk memulihkan dirinya sendiri. Pemeriksaan EMG sebaiknya dilakukan kembali setelah 6 bulan. Menurut pendapat pribadi saya, kemungkinan besar tidak perlu dilakukan tindakan operasi kembali lagi, karena cukup dengan terapi rehabilitasi intensif serta proses adaptasi anda terhadap kondisi sekarang.

        Demikian dari saya, semoga dapat membantu anda.
        Terima kasih.
        dr. M. Radhian Arief, Sp. BS (dokter Andra)
        Spesialis Bedah Saraf – Ahli Neuro Endovaskular

        saya dapat ditemui dengan perjanjian di
        1. RS. Medistra
        2. RS. Jantung Jakarta (Jakarta Heart Center)
        3. RS. Kanker Dharmais
        4. RS. Antam Medika
        5. RS. Jakarta

  27. Selamat siang Dokter Andra.
    Saya Joe, setahun yang lalu saya mengalami kecelakaan motor sehingga dari dada-kaki mati rasa dan baal seketika itu. dua hari berselang saya jalani operasi karena hasil dari MRI saraf saya putus tepat di torakal 6 dan dokter pasang pen dari torakal 5-7 untuk melindungi torakal 6.BAB/BAK masih keluar sendri tanpa terasa. setelah operasi dalam 6 bulan rasa baal hilang dengan sendirinya dari dada ke kaki. Dan sekarang mulai terasa dari torakal 5 sampai torakal 12 kalau disentuh, ke lumbar satu blm terasa Dok. yang ada sekarang justru kesemutan seperti aliran listrik mengalir dari paha ke kaki, kaki suka bergerak kejang2 sendiri tanpa ada perintah, jari2 kaki juga suka gerak. kalau duduk kaki saya suka angkat2 sendiri. alat kelamin saya suka ereksi sendiri, disentuh juga sama dok ereksi juga padahal saya masih menggunakan kateter.

    Dok, apakah ini bertanda baik dan saya masih ada harapan untuk pulih, ya walaupun tidak sesempurnah dulu?

    Terima kasih Dokter Andra

    1. Bapak Joe yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa empati saya terhadap kondisi yang anda alami. Saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf karena setelah sekian lama baru bisa membalas tulisan anda dikarenakan kesibukan saya dan perbaikan halaman blog dokterandra.com ini.

      Akibat kecelakaan tersebut, saraf anda mengalami kerusakan yang sangat hebat, dan terus terang kemungkinan besar akan menjadi kerusakan yang permanen. Gangguan saraf sudah terjadi secara menyeluruh dimana terdapat kelumpuhan, gangguan rasa, gangguan berkemih dan buang air serta gangguan ereksi.

      Namun selama masih ada tanda aktifitas dari saraf (gerakan, refleks, rasa yang abnormal, ereksi yang tak terkontrol, berkemih dan buang air yang tak terkontrol) adalah petanda yang lebih baik dibandingkan hilang sama sekali. Bila hilang sama sekali maka kemungkinan bahwa saraf sudah mati secara permanen.

      Yang anda hadapi tidak ringan dan dibutuhkan motivasi dan semangat yang sangat besar untuk melalui fase-fase pemulihan. Fase pemulihan sendiri tidak sebentar dan bisa sangat lama. Fisioterapi dan latihan harus dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Latihan berkemih juga terus dilakukan. Capaian pemulihan sangat bergantung kepada anda sendiri, sejauh mana fungsi saraf anda bisa kembali.

      Bagaimana kondisi anda saat ini…??

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

  28. Slmat mlm dok,.
    Saya perempuan berumur 22thn. Dok saya ingin bertanya dg pnyakit yg saya derita saat ini. Saya mengalami gejala sulit berdiri dari jongkok/du2k dr tempat rendah tnpa berpegangan pd sesuatu. Jika saya sudah berdiri dan brjalan, kaki saya kaku dan terasa sakit di betis knan n kri saya. Awal mula hnya sakit pd kaki, nmun skg tangan knan n kiri saya seperti mlemah untuk menyisir rmbut bhkn memegang pena pun sulit, serta jempol n telunjuk knan saya kaku sulit untuk di gerakkan. Tp pada saat saya berbring tidak ad mrasa skit pd kaki saya dok, kr2 dok ap pnykit yg saya drita, pd waktu saya konsul dg dokter sp pnykt dlm, saya dblg terkena rematik. Apakah bnr gejala ini pnyakit rematik dok? Mhon infony dok, krn saya mrasa ad yg slh dg saraf saya. Terima ksh dok. .

    1. Echa yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Untuk usia yang masih sangat muda, 22 tahun, penyakit reumatik sangat jarang terjadi walau sudah mulai ada pada beberapa kasus. Anda mengalami keluhan dan gangguan pada fungsi seluruh ekstremitas (kedua tangan dan kaki anda). Keluhan tersebut terdiri dari rasa nyeri dan kelemahan. Yang pertama muncul di pikiran saya bila hal ini memang kelainan saraf adalah adanya gangguan pada saraf di daerah leher anda. Gejala anda cukup banyak dan penyebabnya juga mungkin bisa bervariasi. Tetapi keluhan-keluhan anda memang mengarah pada suatu kelainan saraf.

      Saya sangat mengharapkan Echa bisa menemui saya untuk saya periksa lebih lanjut. Terus terang, usia anda masih muda, dan keluhan yang anda alami sangat jarang dialami oleh orang yang berusia muda. Oleh karena itu penelusuran yang lebih teliti terhadap kemungkinan penyebabnya harus dilakukan. Saya ingin melakukan pemeriksaan fisik yang jelas dan detail dan mungkin bila diperlukan pemeriksaan penunjang.

      Besar harapan saya dapat bertemu dengan anda dan membantu anda.
      Silahkan menemui saya di tempat saya berpraktek.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Dokter Spesialis Bedah Saraf (Neurosurgeon) / Neuro-Intervensi (Endovascular Neurosurgeon)
      Staf Pengajar dan Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. PUSAT KANKER DHARMAIS Jakarta
      5. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

  29. Salam dari bagus.
    dr saya menderita hnp l5 l4 s1 ini yg ketiga kalinya kumat. Pertama di tahun 2009 saya lakukan chiropractic, fisio dan nsaid. Stlh 6 bulan saya bisa beraktifitas normal kembali. Kemudian di thn 2012 kembali kumat. Sakit luar biasa, badan bengkok. Pertama kalinya mengunakan morpin, di vonis operasi dgn mengeluarkan disc kemudian dipasang pen. Tapi tdk saya lakukan karena terapi accupunture berhasil saya keliatan dan merasa sehat kembali setlah 1 thn istirahat dan accupunture. Nah 3 minggu kmnr saya tiba2 merasa kram yg luar biasa di kaki kiri dan kanan. Stlah mendapat accupunture dan obat dari dr syaraf saya sekarang tidak bisa berdiri. Kedua kaki terasa bengkak dari pergelangan. Menurut dr reflek saya masih bagus. Yg saya rasakan tidak ada tenaga bilaa berdiri skrng sya mengunakan tongakat untuk mebantu berjaalan. BAK tdk bisa dikontrol tapi msh terasa, BAB terasa tapi susah dan keras. Tdr bisa segala posisi, ketika terlentang terasa otot dari pantat ke kaki mengelembung. Apakah saya perlu dioperasi? Dan bila iya ada kemungkinan sembuh? Ataw saya lanjut terapy accupunture dan obat dari dr syarraf?

    1. Bapak Bagus yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Dari penjelasan bapak, tampaknya memang gangguan saraf di tulang belakang sudah cukup berat. Selain itu walau sudah dilakukan berbagai usaha terapi non operatif, gejalanya ternyata semakin progresif dan semakin berat. Gejala sudah sulit berjalan (tidak ada tenaga), hingga gangguan dalam berkemih atau BAB sudah menunjukkan suatu gejala gangguan saraf yang berat.

      Bila memang gangguan ini disebabkan oleh HNP tersebut, maka saya sangat menyarankan untuk segera dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan operasi. Terus terang, dengan sudah sampai pada keadaan bapak sekarang, dengan seluruh gejala-gejala yang bapak alami, bisa kita katakan terapi operatif sudah cenderung telat dilakukan. Namun saya adalah orang yang selalu berpikir optimis dan selalu ingin berusaha maksimal dahulu dalam mengatasi persoalan penyakit seperti yang bapak alami ini.

      Bila bapak berkenan, dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Saya ingin sekali melihat hasil pemeriksaan MRI yang saya rasa pasti sudah pernah bapak lakukan. Sebagai masukan saja, alhamdulillah, pasien-pasien saya yang saya lakukan operasi untuk HNP yang diderita oleh mereka, pasca operasi bisa memuaskan dan membantu mereka. Memang tindakan operasi selalu dikhawatirkan oleh setiap orang, namun bila tinggal operasi satu-satunya jalan, maka sebaiknya dilakukan.

      Bagaimana dengan kondisi bapak saat ini….??

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  30. Salam, terima kasih akhirnya saya menemukan blog ini karena saya sedang sangat kebingungan dengan kondisi saya. Karna sudah sejak hari sabtu yang lalu saya merasakan kesemutan di kaki kiri dan pd hari minggunya terasa juga ditangan kiri malah pada hari senin terasa tebal. Sejak itulah saya sadar ada yang tidak beres dg tubuh saya. Untuk informasi sebulan ini saya rutin berolah raga setiap hari, dari sore ke malam bisa sampai 3 atau 4 jam. Tapi saya tidak injuri atau apapun bahkan setelah merasakan semua ini, tidak ada rasa sakit dimanapun atau pusing kepala sedikitpun sehingga saya sangat bingung kenapa dgn tubuh saya ini? Bahkan saya masih bisa melakukan perjalanan dari sulawesi ke jakarta dan pekerjaan2 lainnya. Tetapi rasa kesemutan dan tebal begitu mengganggu. Oh ya….saya wanita usia 46, berat badan normal(tidak gemuk). Mohon dengan sangat dokter berkenan memberi jawabannya. Sebelumnya terima kasih banyak.

    1. Ibu Tresna yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan ibu saat ini.

      Gejala yang ibu alami masih sangat luas kemungkinan-kemungkinan nya. Gejala yang hanya menyerang satu sisi bagian tubuh (misalnya kaki dan tangan kiri saja) adalah bisa jadi petanda suatu kelainan pada sisi kanan otak. Gejala sesisi biasanya merupakan karakteristik untuk suatu penyakit stroke.

      Namun gejala yang ada alami bisa juga menunjukkan adanya kelainan di saraf tulang belakang khususnya saraf leher. Adanya iritasi saraf-saraf leher dapat menimbulkan rasa kesemutan dan baal pada tangan dan kaki. Atau bisa juga ada jepitan saraf di ruas-ruas tulang leher disertai dengan jepitan saraf pada ruas-ruas tulang punggung dan pinggul.

      Bila ibu berkenan, mohon dapat menemui saya di tempat saya berpraktek. Saya ingin memeriksa lebih lanjut untuk mengetahui apa yang ibu alami.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

      1. Salam dok.
        Dr saya habis terkena sakit gbs (guillain barre syndrom) yang menyebabkan kelumpuhan dari kaki sampai ke tangan ,seteleh di infus dengan obat gammaras alhamdulillah sudah membaik ,sekarang tinggal kaki kiri sJa yang masih belum bisa dipakai berjalan normal.kaki saya dok tidak bisa dipakai untuk jinjit..tendon tidak ada tenaga ..otot betis juga lemas.tapi saya masih bisa berjalan dok ..semua jari masih bisa digerak kan semua normal kecuali untuk jinjit…saya sudah mulai kerja dok …yang saya ingin tanyakan kira2 melihat gejala yang saya alami mnenurut dokter apa saya masih ada pelung untuk bisa berjalan normal dok..saya diberi sama dokter cuma fitamin syaraf buat obat jalan..mecobalamin sama blue atp..
        Trimakasih dok saya tunggu jawabanya..
        Salam.

      2. Bapak/Ibu Dian yang terhormat

        Sebelumnya saya ingin menyampaikan empati terhadap kondisi yang anda alami. GBS merupakan suatu keadaan dimana tubuh menyerang sistem saraf sendiri karena kekacauan dalam sistem pertahanan tubuh manusia. Namun alhamdulillah kondisi anda semakin membaik pasca terapi.

        Saya bisa menjelaskan sebagai berikut. Saraf adalah organ yang paling buruk kemampuan pulihnya. Bila fungsinya sudah benar-benar hilang (kelumpuhan total) maka kemungkinan untuk kembali hampir tidak ada. Namun bila fungsinya masih ada walau sedikit, kemungkinan untk lebih baik tetap terbuka walau sangat sulit untuk mencapai kondisi 100 % kembali.

        Obat yang diberikan dokter anda saat ini hanyalah vitamin untuk saraf. Yang penting sekarang anda harus memotivasi diri untuk menjadi lebih baik dan lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Lakukan latihan terus dengan sekuat tenaga serta fisioterapi yang intensif untuk melatih dan merangsang fungsi-fungsi saraf anda kembali. Jangan pernah patah semangat selama anda masih diberikan kehidupan oleh Yang Maha Kuasa. Bila anda memiliki keyakinan untuk lebih baik dan anda termotivasi untuk terus berlatih maka hasilnya tidak akan mengecewakan diri anda sendiri.

        Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS. MEDISTRA Jakarta
        2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
        3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
        4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
        5. RS. DHARMAIS Jakarta
        6. RS. PELNI Jakarta

  31. Saya laki laki 38 tahun, tgg 170 cm, BB 93 kg. hbs kena stroke, iskemik. per 15 JULY lalu. awalnya lumpuh. tp alhamdulilah sekarang sudah bisa naik motor dan lari. tapi rasa kaku pada kaki, kegesitan yang dulu berkurang. bicara kalo cepet gampang kesleo, dialek saya berubah. apakah bisa sembuh semuanya. apakah sel otak yang mati bisa hidup lagi atau regeneasi lagi. terimakasih. Winarto Utumo, Bergas, Semarang Jawa Tengah.

    1. Bapak Wien yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Otak atau saraf merupakan organ tubuh kita yang paling rendah kemampuannya untuk pulih dan beregenerasi. Hingga saat ini pun penelitian tidak pernah menunjukkan sel-sel saraf atau otak dapat pulih kembali pasca mengalami kerusakan. Sehingga bila seseorang telah mengalami kerusakan pada saraf atau otak yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit termasuk stroke, maka untuk pulih kembali akan sangat sulit.

      Untuk yang sudah bapak capai, sungguh luar biasa pemulihan yang terjadi. ini semua dikarenakan motivasi bapak untuk sembuh pasti sangat tinggi. Namun memang tidak pernah ada yang bisa mencapai pemulihan 100 %. Walaupun begitu, saya tetap akan memotivasi bapak untuk terus melakukan fisioterapi dan terus semangat untuk mencapai pemulihan yang lebih baik. Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar namun bila bapak memang sangat semangat maka saya yakin pemulihan yang lebih baik lagi akan bapak capai.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  32. Assallamualikum dok..saya punya anak berusia 2 tahun,anak terkena ensifalopati yg di akibatkan dari infeksi penyebab sepsis sesudah operasi jantung nya,kata dokter anak saya kalau ensifalopati nya sendiri sekarang sdh tdk ada yg ada sekarang ini gejala sisa nya sangat susah di obati,padahal anak saya sdh berjalan dgn minum obat saraf dgn tiga macam jenis obat saraf,sampai saat ini untuk reflek kejang nya sendiri masih ada,yg saya ingin tanyakan apakah pengebottan untuk gejala sisa nya sangat sulit,anak saya yg tadi nya normal bisa berjalan,berbicara,duduk,makan dan minum dan saat ini anak saya tidak bisa apa2 lagi tdk bisa berjalan tdk bisa duduk dan tdk bisa makan dan minum sejak operasi yg bulan oktober kemarin anak saya sampai saat ini masih menggunakan ngt

    1. Ibu Dina yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Saya turut empati untuk kasus yang dialami anak ibu dan kondisi yang ada saat ini.

      Menurut saya terjadi sesuatu kerusakan otak yang cukup berat pasca operasi jantung tersebut. Bila memang ini disebabkan oleh infeksi maka infeksi tersebut cukup berat sehingga bisa mematikan fungsi-fungsi otak.

      Menurut saya yang pertama harus dilakukan adalah menentukan sejauh mana fungsi otak masih terpreservasi. Seorang dokter spesialis saraf anak dan dokter spesialis tumbuh kembang anak diperlukan untuk pemeriksaan ini.

      Kemudian setelah itu barulah dimulai pengobatan. Untuk pengobatan yang penting adalah harus dipastikan bahwa sumber penyebab kerusakan otak ini sudah benar-benar diatasi dan tidak ada lagi. Pemulihan sel-sel saraf sangat sulit dan hampir tidak pernah ada yang bisa pulih dengan baik. Obat-obat yang diberikan juga hanya bersifat suportif.

      Yang penting adalah bagaimana diciptakan suasana yang kondusif agar sel-sel otak tidak semakin rusak. Zat gizi dan kandungan oksigen ke otak harus tetap cukup. Karena ini masih usia sangat muda (kecil) maka kita berharap proses regenerasi sel-sel saraf otak masih ada. Anak ibu harus diberikan stimulus dan latihan ekstra berat untuk merangsang fungsi-fungsi tubuhnya kembali.

      Apakah sekarang anak ibu masih dirawat…?? Dimana operasi jantung tersebut dilakukan…??

      Terima kasih

  33. Assalamualaikum dok,saya x,umur saya 24th. saya sempat terkena TB milier yg menyebabkan adanya lesi pada kedua lobus kanan dan kiri otak saya,namun yg plg besar diameternya ada di kanan,dan jg ada ventrikel yg terhimpit, itu yg menyebabkan tgn kanan saya awalnya susah menulis tulisan jd jelek memegang apapun sering lepas sendiri s/d menguncir rambutpun lemas lalu saya ke dr. SpS X selama 3 bln,beliau fokus sm tgn saya saja,dan saya sempat kejang setelah menjalani akupuntur listrik di slh satu RS swasta,pokoknya pd fokus ke tgn sampai yg tadinya msh bisa menulis jd tdk bisa,sampai akhirnya krn kejang lg saya di MRI dan ada massa solid tsb dan lgsg di rontgen,mantoux dsb ternyata tb milier,setelah itu berobat 1thn + rehab medis cm 3 bulan,skrg tgn saya udh kuat jauh udh bs ini itu tapi mulai dari pergelangan tgn msh aga kaku sehingga udh bs menulis tp sangat lambat,lesi sdh hilang,sudah tdk ada atrofi tgn kanan tp ya itu td msh kaku untuk melakukan gerakan motorik halus spt menulis tetapi kalo gerakan kasar alhamdulillah dok,saya takut apa krna pengobatan yg sempat salah fokus itu membuat waktu terbuang jd penyembuhan saya jg kan sempat tertunda malah makin parah tgnnya baru ketauan tbc millier dan lesi otak,padahal kalo ketauan dr awal mungkin ga sampe susah nulis,maaf dok kl bingung,pertanyaan saya bisa gak saya nulis normal lg kaya dulu 😦 makasih dok

    1. Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Kekhawatiran anda benar sekali bahwa gangguan yang anda alami disebabkan oleh kerusakan otak atau saraf akibat pengobatan yang tidak tepat atau tidak tuntas.

      Otak atau saraf adalah organ ditubuh kita dengan kemampuan penyembuhan atau kemampuan pulih paling buruk. Pengalaman saya bahwa pemulihan fungsi akibat kerusakan otak atau saraf, paling maksimal hanya mencapai 80% dari keadaan normal. Ini pun dapat dicapai dengan motivasi yang kuat serta latihan fisioterapi yang sering.

      Kasus yang anda alami sebenarnya cukup sering karena kuman TBC masih merupakan momok di negara kita. TBC dapat mencapai organ manapun ditubuh, bergantung dari daya tahan tubuh kita sendiri. Ketika TBC mencapai otak anda, sebagian dari saraf otak mengalami kerusakan. Pengobatannya cukup dengan pemberian obat anti TBC, dan ini butuh waktu yang tidak sebentar.

      Namun saya tetap menyarankan agar anda terus melatih tangan anda, terus melatih untuk gerakan yang halus. Otak masih merupakan misteri yang besar bagi manusia, dimana kadang fungsi bagian otak yang rusak dapat diambil alih oleh bagian otak yang lain. Dengan anda terus melatih diri, kita harapkan fungsi tersebut dapat mencapai keadaan yang maksimal.
      Terima kasih

  34. Hallo dok
    Saya mau tanya tentang keluhan saya.dulu saya tidak pernah punya penyakit epilepsi.
    Tapi sejak saya habis kclaka’an dan operasi trepanasi pas obat”an hbis smua sya tidak tau kalo saya dilarang minum kopi.otomatis saya pikir udah sembuh total boleh ngrokok n minum kopi.trus suatu sa’at saya kejang-kejang sampai sekarang udah 1½th dok. Alasanya si karna saya minum kopi dan merokok pnyebabnya.
    Trus saya harus gimana dok biar saraf saya pulih total/sehat kembali.
    Mohon bimbingannya dan masukanya dok.trimaksi

    1. Adi yang terhormat. Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Minum kopi dan merokok belum tentu sebagai penyebab utama atau satu-satunya anda mengalami kejang-kejang. Riwayat trauma atau kecelakaan yang pernah anda alami bisa menjadi faktor penyebab kejang-kejang yang anda alami. Akibat kecelakaan tersebut, dan kemudian memerlukan tindakan operasi, sangat mungkin terjadi perubahan sifat atau struktur permukaan otak anda, sehingga mengakibatkan aliran listrik di permukaan otak menjadi terganggu. Gangguan aliran listrik otak inilah yang kemudian dapat mencetus kejang-kejang.

      Saran saya, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan CT Scan kepala atau MRI kepala untuk melihat kondisi otak anda saat ini. Pemeriksaan EEG untuk membantu mendiagnosis lokasi gangguan listrik di otak juga dapat dilakukan, Kejang anda harus segera diatasi dan dikontrol karena kejang berulang akan mengakibatkan kematian sel-sel otak secara progrsif.

      Terima kasih

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s