Perdarahan otak pada anak dengan “Acquired Prothrombin Complex Deficiency”…efek fatal akibat kesalahan kecil…

Ketika seorang anak baru saja lahir dan keluar dari rahim ibunya, setelah proses membersihkan dan memastikan anak dalam kondisi stabil keadaan vitalnya, maka biasanya selalu dilanjutkan dengan pemberian suntikan vitamin K pada si anak. Pemberian suntikan vitamin K bertujuan untuk menambah dan mendukung fungsi pembekuan darah dari anak yang baru lahir, dimana setelah lepas dari rahim ibu, anak tidak mendapatkan lagi dukungan zat-zat pembekuan darah dari sang ibu.

Namun, karena begitu sederhananya tindakan ini, terkadang suka dilupakan atau terlewatkan oleh yang menolong persalinan (dokter, bidan, dukun, dan lain-lain). Bisa juga dikarenakan ketidaktahuan dari si penolong persalinan akan pentingnya suntikan vitamin K ini.

Sebenarnya, apa sih gunanya suntikan vitamin K ini…?? Perlukah diberikan dan bagaimana bila tidak diberikan…??

Sekali lagi, keperluan suplemen vitamin K ini adalah untuk memberi bantuan tambahan terhadap kemampuan pembekuan darah si anak/bayi. Bila tidak diberikan maka jelas tubuh si anak terpaksa berjuang sendiri dalam memenuhi kemampuan pembekuan darahnya. Sayang sekali, ternyata banyak anak yang tubuhnya belum mampu untuk bertahan sendiri. Sehingga timbullah efek fatal dari ketidakmampuan ini.

Secara umum, gangguan kemampuan pembekuan darah akan berakibat meningkatnya resiko perdarahan pada bayi atau anak. Perdarahan yang biasanya terjadi karena adanya trauma dari luar, maka pada keadaan gangguan pembekuan darah, perdarahan tersebut dapat terjadi secara spontan tanpa stimulus dari luar. Perdarahan spontan tersebut dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh. Yang paling fatal adalah perdarahan di otak si anak. Perdarahan di otak tersebut jelas akan menyebabkan penekanan pada otak akibat brtambahnya jumlah darah yang keluar sehingga otak akan terjepit. Selain itu, iritasi darah pada otak akan mengakibatkan otak membengkak dan juga merangsang timbulnya kejang yang berulang pada anak. Otak yang terjepit, bengkak serta kejang yang berulang akan menyebabkan anak mengalami penurunan kesadaran, gangguan fungsi pernafasan dan fungsi sirkulasi (jantung dan pembuluh darah). Alhasil, anak terpaksa dirawat khusus dengan bantuan alat nafas. Ditambah lagi, faktor-faktor pembekuan darah yang kacau di dalam tubuh, mengakibatkan anak kekurangan darah (pucat) dan kuning (ikterik). Fungsi hati juga akan mengalami gangguan. Kesemua ini akan semakin memberatkan beban tubuh untuk mengatasi masalah perdarahan selanjutnya, dan anak akan semakin turun kondisinya serta terancam akan kematian.

Vitamin K untuk pembekuan darah

 

Keadaan diatas disebut sebagai suatu penyakit “Acquired Prothrombin Complex Deficiency” atau biasanya disingkat dengan APCD, suatu keadaan gangguan pembekuan darah secara menyeluruh pada anak yang biasanya disebabkan karena defisiensi vitamin K.

Lalu bagaimana cara mengatasinya…??? Apakah sudah tidak ada harapan bagi si anak…???

Jawabannya adalah sangat bergantung dari cepatnya memberikan bantuan terapi pada anak, baik terapi obat-obatan maupun terapi operasi. Anak dengan APCD harus diberikan terapi suplemen zat-zat pembekuan darah segera termasuk tranfusi darah sesuai kebutuhan. Pemberian suplemen vitamin K serta tranfusi komponen-komponen darah harus segera diberikan. Selain itu, tindakan operasi harus segera dilakukan bersamaan dengan koreksi zat-zat pembekuan darah tadi. Tindakan operasi bertujuan untuk mengeluarkan darah dan memberikan ruang bagi otak yang bengkak. Pasca operasi, anak harus dirawat di ruang rawat intensif dengan bantuan alat nafas, serta pemantauan ketat terhadap kemungkinan perdarahan selanjutnya.

Lalu bagaimana prognosis selanjutnya…?? Bagaimana kondisi anak selanjutnya…??

Pengalaman saya, dari 10 anak dengan perdarahan otak akibat APCD karena kekurangan vitamin K, yang kemudian dilakukan terapi operasi segera dan terapi obat-obatan, maka 8 anak mengalami perbaikan dan bisa bebas dari alat bantu nafas dalam periode 5 hari pasca operasi. Anak kemudian akan mengalami perbaikan secara progresif dan menunjukkan pemulihan yang sangat baik. Dua anak yang tidak menunjukkan hasil kurang baik dikarenakan komplikasi penyakit lain yang dimiliki kedua anak tersebut. Tapi secara umum, bahwa angka keberhasilan tindakan operasi untuk kasus ini sangat baik. Sehingga saya sangat menyarankan untuk anak-anak dengan perdarahan otak akibat APCD, harus segera mendapatkan terapi operasi dan obat-obatan tadi.

Pesan yang ingin saya sampaikan disini adalah bahwa pemberian suntikan vitamin K sangat vital dan diperlukan pada bayi yang baru lahir, untuk mencegah perdarahan-perdarahan selanjutnya yang bersifat fatal. Tindakan pemberian suntuikan vitamin K sangatlah sederhana, namun bila tidak dilakukan akan mengakibatkan hal yang fatal, bahkan kematian.

Pembekuan darah

Iklan

65 thoughts on “Perdarahan otak pada anak dengan “Acquired Prothrombin Complex Deficiency”…efek fatal akibat kesalahan kecil…”

  1. terima kasih atas blognya yg informatif ini dokter andra..
    bisakah apcd terjadi ktk bayi msh dlm kandungan?imunisasi vit k pada ibu hamil apakah bisa mencukupi vit k pada bayi sampai ia lahir..?apakah apcd jg penyakit congenital atau hanya terjadi jk ada trauma?

    1. Ibu Heni Rahayu yang terhormat
      Terima kasih sudah mengisi di blog saya.

      APCD merupakan suatu kondisi gangguan sistem pembekuan darah pada seorang bayi yang baru lahir dikarenakan kurangnya zat yang mendukung pembentukan zat pembekuan darah tersebut. Hal ini terjadi dikarenakan pada saat bayi lahir, seluruh dukungan zat-zat yang penting untuk tubuh yang berasal dari ibu tiba-tiba berhenti sama sekali dan si bayi harus mandiri untuk mencukupi kebutuhan tubuhnya sendiri. Umumnya seorang bayi yang lahir cukup bulan sudah memiliki kemampuan mandiri untuk berfungsi senditi tanpa bantuan dari ibunya lagi. Namun beberapa kasus tidak demikian, sehingga dapat terjadi beberapa jenis penyakit termasuk APCD ini.
      Untuk memastikan tidak akan terjadi penyakit yang dapat berakibat fatal (seperti APCD) maka saat bayi baru lahir harus diberikan suntikan Vit K yang akan membantu mematangkan dan membentuk sistem pembekuan darah yang baik bagi si bayi.

      Menjawab pertanyaan ibu, berdasarkan keterangan di atas, APCD tidak terjadi saat dalam kandungan karena bayi masih mendapat dukungan penuh dari ibunya untuk sistem pembekuan darah. Bila terjadi gangguan pembekuan pada bayi dalam kandungan maka biasanya disebabkan oleh ibunya juga yang mengalami gangguan fungsi pembekuan darah (misal pada ibu hamil yang memiliki penyakit tumor atau gangguan imunitas).

      Pemberian Vit K pada ibu hamil juga tidak menutup kemungkinan untuk si bayi tetap mengalami APCD saat lahir. Ingat bahwa APCD terjadi dikarenakan si bayi yang lepas dari sistem tubuh ibunya. Pemberian Vit K pada si bayi saat lahir tetap sangat dianjurkan.

      APCD bisa dikatakan penyakit congenital walau tidak sepenuhnya tepat dikatakan seperti itu karena penyakit congenital adalah penyakit yang sudah terbentuk saat bayi masih di dalam kandungan. APCD tidak ada hubungannya dengan trauma. Trauma jalan lahir atau pada saat lahir dapat mengakibatkan perdarahan pada otak namun hal ini bukanlah APCD dimana pada bayi yang mengalami trauma jalan lahir biasanya tetap akan memiliki sistem pembekuan darah yang baik. Perdarahan di otaknya disebabkan robeknya pembuluh darah di dalam otak karena benturan dan tekanan akibat trauma jalan lahir.

      Demikian dari saya. Semoga dapat memberikan informasi bagi ibu. Silahkan konsultasi lebih lanjut jika ada pertanyaan-pertanyaan lainnya.

      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra
      (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Praktek :
      1. RS MEDISTRA (setiap hari Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS (setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSUPN Ciptomangunkusumo / RSCM Kencana (Senin s/d jumat, jam 10.00 s/d 12.00)

  2. Selamat malm dr.andra
    sy senang banget baca materi apcd.. Menambah pengetahuan sy, membuat sy lebih memahami pentingnya vit k, saat ini sy sedang hamil 3bln, sy ada sedikit pertanyaan, boleh ya dok…
    1. Biasanya apcd bisa terjadi pada bayi usia berapa?
    2.apa tanpa benturan ttp bisa pendarahan?
    3. Tanda2 apa jika anak terkena apcd?
    Terima kasih sebelumnya atas informasinya..

    1. Ibu Nurul Ayyumi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengisi blog saya.

      Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat untuk kehamilan ibu. Semoga selama kehamilan hingga persalinan ibu dan bayi tetap dalam keadaan sehat walafiat.

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibu :

      1. APCD terjadi pada bayi baru lahir yaitu sejak saat lahir hingga usia 3-4 bulan. Setalah usia tersebut biasanya sangat jarang terjadi APCD dikarenakan bayi sudah mendapatkan kesatbilan sistem pembekuan darah dan tubuhnya sudah dapat mandiri membentuk sistem pembekuan darah. Pada awal-awal kelahiran ini, bayi masih dalam keadaan yang fluktuatif dimana tubuhnya sedang berusaha untuk mendapatkan keseimbangan dan kekuatan pasca tidak mendapatkan dukungan lagi dari tubuh si ibu.

      2. APCD tidak berhubungan dengan benturan atau trauma apapun. APCD merupakan perdarahan yang terjadi secara spontan akibat darah yang terlalu encer dan tidak adanya sistem pembekuan darah dalam tubuh. Sehingga perdarahan dapat terjadi dimana saja pada tubuh bayi termasuk otak.

      3. Anak yang terkena APCD akan mengalami perdarahan secara sistemik. Untuk perdarahan otak maka ditandakan dengan ubun-ubun besar yang tegang dan kesadaran serta kemampuan anak untuk bernafas sendiri juga akan terganggu. Sering sekali bayi juga akan mengalami serangan kejang yang berulang.
      Secara umum kulit bayi dapat berwarna kebiruan atau kuning yang menunjukkan adanya proses perdarahan yang luas pada seluruh tubuhnya. Selain itu secara pemeriksaan darah akan terbukti bahwa terdapat gangguan hebat dalam komponen darah serta faktor pembekuan darah.

      Demikian dari saya ibu. Semoga dapat menambah informasi bagi ibu. Silahkan konsultasi kembali jika memiliki pertanyaan lebih lanjut.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra
      (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon/Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Praktek :
      1. RS Medistra Jakarta (setiap Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS Omni Pulo Mas (setiap Senin, Rabu, Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSUPN Ciptomangunkusumo / RSCM Kencana (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)

      1. Terima kasih dr. Andra…
        Semoga sy dan baby sehat dan tdk ada kekurangan apapun…. Semoga sukses ya dokter…:-)

    1. Bapak Ardi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengisi di blog saya.

      APCD dan asfiksia adalah dua hal yang berbeda (tidak sama).
      APCD adalah suatu kondisi dimana secara menyeluruh sistem pembekuan darah di tubuh terganggu sehingga seluruh bagian tubuh menjadi rentan untuk berdarah secara spontan (tanpa pengaruh trauma), termasuk otak. APCD disebabkan oleh belum matangnya sistem pembekuan darah seorang bayi yang baru lahir dimana saat lahir si bayi lepas penuh dari bantuan dan dukungan tubuh atau fungsi tubuh sang ibu seperti saat si bayi masih dalam kandungan. Saat seorang bayi lahir, diharuskan mendapatkan suntikan Vitamin K sebagai zat yang mendukung pembentukan sistem pembekuan darah yang baik bagi si bayi.

      Sedangkan asfiksia adalah suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan oksigen akibat gagalnya fungsi pernafasan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti tersumbatnya saluran nafas, tidak berfungsi dengan baiknya paru-paru, gangguan jantung atau bahkan rusaknya kontrol mekanisme pernafasan dari sentral dalam hal ini otak.Tersumbatnya saluran nafas dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti tercekik, masuknya benda asing ke dalam saluran nafas, serangan asma dan lain-lain. Gagalnya fungsi paru dapat terjadi pada berbagai kelainan paru-paru seperti infeksi, tumor atau gangguan fungsi jantung yang berpengaruh terhadap paru-paru. Gangguan jantung akan mengakibatkan tidak lancarnya alian darah sehingga transportasi oksigen juga akan terhambat. Gangguan otak yang merupakan pusat kontrol jantung dan paru jelas dapat mengakibatkan asfiksia juga.

      Demikian dari saya, semoga dapat menambah informasi bagi Bapak Ardi.
      Terima kasih.

      Hormat Saya
      Dokter Andra
      (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon/Endovascular Neurosurgeon
      Staf MEdik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM JAkarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (setiap Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta (setiap Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSUPN Ciptomangunkusumo (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)

  3. Salam kenal dok,saya senang sekali membaca blog tentang apcd. Saya mau sharing sama dokter.
    Anak saya sekarang usia 3 bln. Pd saat usia 40 hr dia mangalami apcd seperti yg dr ceritakan diata,keadaanya sama persis seperti yg dr ceritakan diatas. Tetapi pd saat itu saya tidak nmelakukan terapi operasi.dy sempet tdk sadar dalam waktu 4 hr. Dan pd hr k5 dan seterusnya dy mulai sadar keadaannya pun mulai membaik. Alhamdulillah kondisinya sangat aktif. Yg saya mau tanyakan
    Pengobatan/terapi apalagi yg harus saya lakukan.dan apakah ada gangguan sama tumbuh kembang anak saya.
    Terima kasih

    1. Bapak Abdul yang terhormat
      Terima kasih sudah mengisi di blog saya.

      Pada bayi yang mengalami APCD memang tidak seluruhnya wajib dioperasi. Operasi hanya terindikasi pada kasus dengan perdarahan yang cukup banyak atau pembengkakan otak yang menimbulkan penekanan yang hebat pada otak. Pada beberapa kasus APCD, perdarahan yang terjadi minimal atau pembengkakannya bersifat menyeluruh sehingga operasi bukan merupakan pilihan utama terapi. Pada keadaan tersebut maka terapi utama adalah pengobatan konservatif dengan obat-obatan dan memperbaiki fungsi pembekuan darah dengan transfusi komponen pembekuan darah.

      Pasca mengalami APCD, penting sekali agar anak kontrol dengan teratur kepada dokter anak. Tujuan kontrol secara teratur adalah untuk melihat adanya kerusakan lanjutan dari otak dan melihat tumbuh kembang anak. Tidak ada terapi obat-obatan lanjutan asal dipastikan tidak ada gangguan fungsi pembekuan darah atau pembengkakan otak lagi. Selain itu, harus juga dipastikan tidak ada perdarahan di bagian lain tubuh. Anak dibuat aktif dan diberikan stimulus seperti anak sehat biasanya. Tidak lupa asupan gizi yang baik disertai dengan imunisasi lengkap.

      Gangguan tumbuh kembang hanya bisa dilihat dengan mengobservasi secara teratur sejalan dengan tumbuhnya anak. Kehebatan otak anak adalah dimana masih memiliki kemampuan regenerasi dan berkembang yang sangat baik walau sudah pernah mengalami kerusakan. Jadi rawatlah anak anda seperti merawat anak sehat biasa dan berikan stimulus dan rangsangan agar anak tetap aktif.

      Demikian dari saya. Semoga dapat menambah informasi bagi bapak.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra
      (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM, Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Praktek :
      1. RS MEDISTRA, Jakarta (setiap Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS, Jakarta (setiap Senin, Selasa dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)

  4. saya senang bisa bergabung dengan blog dokter ini,.

    yang saya ingin tanyakan dok, bagaimana jika ibu yang baru saja melahirkan tidak mengijinkan bayinya untuk diberikan suntikan vitamin K dengan alasan takut melihat jarum suntik dicocok langsung ke kulit bayinya??
    terimakasi dokter.,,

    1. Ibu Intan yang terhormat
      Terima kasih sudah bergabung dengan blog saya.

      Jika seorang ibu tidak mengijinkan bayinya diberikan suntikan vit K dengan alasan trauma melihat jarum suntik menusuk bayinya maka yang pertama kali saya anggap belum sempurna adalah penjelasan dari dokter atau tenaga medis yang ingin memberikan suntikan vit K tersebut. Penjelasan selengkapnya dan sejelasnya harus diberikan kepada orangtua bayi mengenai manfaat suntikan Vit K ini dan resiko apa yang akan dihadapi bila sang bayi tidak mendapatkan suntikan tersebut. Bila keluarga sudah mendapatkan penjelasan yang adekuat, saya yakin keluarga akan memberikan ijin bahkan menginginkan sang bayi untuk mendapatkan suntikan Vit K tersebut.

      Namun bila sang ibu benar-benar tidak mengijinkan maka kita para dokter dengan terpaksa tidak dapat memberikan suntikan Vit K tersebut. Hal ini terkait dengan hak pasien untuk menolak tindakan yang akan diberikan setelah mendapatkan penjelasan yang baik dari tenaga medis. Setelah penolakan, biasanya dokter kemudian hanya bisa memberikan edukasi dan prilaku was-was bagi orangtua bila sang bayi kemudian mendapatkan tanda-tanda adanya perdarahan di dalam tubuh (termasuk kepala) sehingga pertolongan secepatnya dapat diberikan.

      Demikian informasi dari saya, semoga dapat menambah pengetahuan bagi ibu.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (kamis dan sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta (senin, rabu, jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSUPN Ciptomangunkusumo / RSCM Kencana (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)

  5. dokter Andra terimakasi untuk sharingnya…
    saya punya teman, kasusnya waktu anaknya lahir tidak diberi vit.K. Beberapa hari setelah melahirkan, bayi sempat dirawat beberapa minggu di rumah sakit karena kuning, setelah kuningnya pulih dan beberapa hari dirumah yang terjadi anak kejang-kejang. akhirnya diperiksa lagi sama dokter, analisa dokter mengatakan kalau ada pembekuan darah di belakang kepala. tindakan dokter langsung mengoperasi si bayi setelah mendapat persetujuan orangtua bayi. kata dokter, hasil operasi berjalan dengan lancar, cuma persoalannya sekarang ada pendarahan lagi di otak depan.Dan dokter tidak melakukan tindakan operasi lagi. …
    pertanyaan saya, apakah si anak bisa sembuh? dan apakah pembekuan darah itu bisa kembali normal tampa operasi? adakah cara lain untuk sembuh selain operasi? karena orangtua si anak juga tidak tega kalau dilakukan operasi ke dua dan dokter menyarankan tidak melakukan operasi ke dua kalinya.

    1. Ibu Sarah yang terhormat
      Terima kasih sudah mengisi di blog saya.

      Perdarahan akibat APCD harus ditatalaksana secara komprehensif yaitu dengan operasi dan juga dengan obat-obatan dan tranfusi darah untuk memperbaiki kelainan faktor pembekuan darah. Tanpa perbaikan faktor pembekuan darah maka operasi tidak dapat dilakukan (karena resiko perdarahan hebat saat operasi) dan kemungkinan perdarahan ulang dapat terjadi pasca operasi. Bila faktor pembekuan darah tidak diperbaiki, maka walau operasi sudah dilakukan dengan baik, tetap saja resiko untuk mengalami perdarahan ulang sangat besar.

      Biasanya saya pribadi selalu mengajak teman sejawat dokter anak dan dokter ICU anak untuk berkerja sama dalam mengobati dan merawat anak-anak atau bayi dengan APCD dan perdarahan. Operasi memang saya yang melakukan namun perawatan pasca operasi harus dilakukan di ruang rawat khusus ICU dan dipantau dengan ketat oleh dokter anak dan dokter ICU anak. Terapi obat-obatan dan tranfusi darah untuk memperbaiki keadaan darah dan fingsi pembekuan darah harus terus dilakukan baik sebelum operasi, selama operasi berjalan dan bahkan setelah operasi selesai serta selama perawatan pasca operasi. Sangat diharuskan bahwa faktor pembekuan darah sudah terkoreksi dengan baik dan tidak akan terganggu selanjutnya. Suplemen Vit K sebaiknya segera dilakukan bersamaan dengan tranfusi komponen-komponen darah lainnya.

      Untuk menjawab pertanyaan ibu, perdarahan akibat APCD bila ditatalaksana denga cepat dan benar maka akan menghasilkan pemulihan yang baik. Kesembuhan dapat dicapai apalagi anak kecil atau bayi memiliki daya regenerasi dan cadangan tumbuh kembang yang cukup besar. Untuk perdarahan di dalam kepala atau yang ibu sebut pembekuan darah tersebut, bila memang volume atau jumlahnya tidak banyak, maka operasi bukan merupakan pilihan dan terapi lebih baik dilanjutkan secara konservatif untuk mendukung otak/badan melakukan penyerapan darah secara otomatis. Namun bila jumlah atau volume darahnya banyak maka operasi merupakan keharusan karena badan/otak tidak dapat menyerap sendiri darah dalam jumlah yang banyak selain itu ancaman jiwa sangat besar bila membiarkan darah yang banyak di dalam kepala tanpa dioperasi.

      Saya yakin dokter bedah saraf yang mengoperasi anak teman ibu sudah menghitung dengan benar dan meyakini bahwa tidak merupakan indikasi operasi.
      Yang sekarang harus dilakukan adalah dipastikan bahwa tidak ada lagi gangguan faktor pembekuan darah pada anak teman ibu. Pastikan suplemen Vit K sudah diberikan dan lakukan pemeriksaan darah dan fungsi pembekuan darah secara periodikal untuk mengevaluasi status pembekuan darah si anak/bayi.

      Demikian dari saya, semoga dapat membantu dan menambah informasi.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI – RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMI PULO MAS Jakarta (Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta (dengan perjanjian)

  6. Terimakasih atas info dr blog dokter.
    Saya mau tanya dok?
    Apakah APCD ini termasuk dalam kategori penyakit turunan atau tidak dok?
    Terimakasih dok

    1. Ibu Mardiana yang terhormat
      Terima kasih sudah membaca blog saya.

      Hingga saat ini berdasarkan pengetahuan saya dan hasil penelusuran saya, APCD belum terbukti sebagai penyakit keturunan. APCD memang berasal dari tidak atau kurang siapnya bayi yang baru lahir pada sistem pembekuan darah nya akibat tidak sempurnanya pembentukan zat pembekuan darah pada saat di dalam kandungan. Namun saya belum pernah menemukan gambaran sifat yang menurun pada APCD. Saya tidak pernah menemukan kondisi dimana pada bayi yang mengalami APCD maka orangtuanya juga memiliki riwayat yang sama, atau saudara-saudaranya. Begitu pula dengan bayi-bayi berikut yang dilahirkan si ibu, juga tidak ditemukan APCD. Jadi saya tidak bisa menyimpulkan APCD sebagai penyakit keturunan.

      Demikian dari saya. Semoga dapat menambah informasi.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (Kamis dan Sabtu, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta (Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta (Senin s/d Jumat, jam 10.00 s/d 12.00)
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta (dengan perjanjian)

      1. Trimakasih dok atas informasiny.
        Klo untuk d’RS.islam pondok kopi jam praktek dokter kapan hari apa dok?

      2. Ibu Mardiana,

        Untuk di RS Islam Pondok Kopi, saat ini saya masih mencari jadwal praktek yang paling tepat, untuk menyesuaikan dengan waktu di RSI Pondok Kopi dan waktu saya sendiri. Jadi saat ini masih dengan perjanjian dahulu. Insya Allah nanti saya akan praktek setiap hari senin sore, jam 18.00 s/d 20.00.

        Terima kasih

        Dokter Andra

      3. apakah APCD ini termasuk penyakit congenital dok,
        dan apakah APCD bisa terjadi disaat bayi masih dalam kandungan dok

      4. Ibu Mardiana yang terhormat

        Berdasarkan pengetahuan saya dan hasil bacaan saya selama ini, belum terbukti APCD adalah penyakit congenital. APCD biasanya mulai muncul pasca sang bayi lahir dan terjadi karena ketidakmatangan faktor pembekuan darah padanya. Sehingga APCD belum pernah terdeteksi atau tidak dapat terdeteksi pada saat bayi masih dalam kandungan.

        Terima kasih.

        Hormat Saya
        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)

  7. salam kenal dok ..
    saya janti dr bandung .. anak saya mengalami apcd dan ciri2nya sama dengan yg dktr ceritakan diatas ,, pertamanya anak saya kejang tp hanya nagian tubuh sebelah kanan ,, saya lgsg bawa anak saya k rs .. dktr anak merujuk sya ke dkrt ahli syraf smpai akhirnya saya di rujuk ke dktr bedah syaraf…anak sya menjalani ct scan sampe akhirny anak saya menjalani mra dan mri test utk melihat darah yg ada di kepalanya..setelah hsil mra keluar dktr bedah syaraf nya blg ada bleeding 50cc di kepala anak saya .. tp dktr tdk berani melakukan tindakan operasi karena keadaan anak saya sangat baik dan sehat…
    pertanyaan saya,, pengobatan seperti apa yg harus sy lakukan untuk anak saya ,, terimakasih dktr

    1. Bapak/Ibu Janti yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya dan salam kenal juga untuk anda.

      Sebelumnya bolehkah saya mengetahui apa menurut pendapat dokter-dokter yang sudah menangani anak anda mengenai penyakitnya? Menurut para dokter, anak anda menderita penyakit apa? Dan menurut mereka, kira-kira perdarahan di kepala tersebut disebabkan oleh apa?

      Perarahan di otak pada bayi atau anak-anak dapat terjadi pada beberapa macam penyakit, tergantung dari zat pembekuan darah apa yang kurang atau terganggu pada darah si anak. Untuk bayi atau anak yang mengalami perdarahan secara spontan di otak (tanpa pemicu adanya trauma kepala atau benturan pada kepala) maka dokter anak harus mencari tahu penyebab dari perdarahan otak tersebut. Dokter anak harus mampu mencari komponen pembekuan darah apa yang kurang atau terganggu dalam kandungan darah si anak/bayi. Berdasarkan pengetahuan itu, barulah kemudian dapat ditentukan koreksi apa yang harus dilakukan melalui tranfusi zat-zat pembekuan darah atau darah itu sendiri.

      APCD merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat mengakibatkan perdarahan spontan di tubuh anak/bayi, termasuk di otak atau di dalam kepala. Penyebab APCD adalah kurangnya zat atau komponen pembekuan di dalam darah yang bisa ditingkatkan atau dicukupi dengan suplemen Vit K. Oleh karena itu pada bayi/anak yang mengalami APCD, terapinya adalah mendapatkan tranfusi darah yang kurang beserta tambahan suplemen Vit K. Bila sudah terjadi perdarahan spontan di dalam tubuh akibat APCD ini maka terapinya adalah darah tersebut harus dikeluarkan dengan operasi (bila memang terindikasi).
      Jadi menurut saya bukan bapak/Ibu Janti yang meminta asupan Vit K pada dokter, tetapi dokter anak harus memberikan suplemen Vit K bila perdarahan yang terjadi pada anak/bayi anda benar-benar diakibatkan oleh APCD. Bila dikarenakan zat pembekuan darah yang lain maka dokter anak harus memberikan tranfusi atau suplemen yang sesuai.

      Saya setuju dengan dokter bedah saraf yang menangani anak anda karena walau terdapat perdarahan di dalam otak namun bila tidak memberikan gejala yang signifikan dan anak dalam keadaan sehat, mungkin operasi belum atau tidak diperlukan. Tapi cukup aneh dengan volume darah yang anda sebutkan, yaitu 50 cc. Jumlah ini sangat banyak untuk perdarahan di kepala. Apakah benar 50cc? Karena biasanya perdarahan 30cc saja sudah memberikan gejala hebat pada si anak/bayi.

      Untuk tumbuh kembang yang baik bagi anak anda, yang pertama adalah harus mentuntaskan masalah gangguan pembekuan darah. Setelah itu berikan stimulasi, fisioterapi dan gizi yang baik pada anak. Menurut saya perlakukan anak anda seperti anak normal saja, lagipula anak anda tidak menunjukkan gejala yang berat dan terlihat sehat-sehat saja. Bila pernah mengalami kejang, maka pastika kejang tersebut selalu terkontrol dengan obat anti kejang. Jangan sampai kejang terulang kembali. Bila sudah terdapat kelumpuhan alat gerak, lakukan fisioterapi secara teratur untuk merangsang kekuatannya kembali.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu. Semoga anak anda mendapatkan pemulihan kesehatan dan kebaikan.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  8. salam kenal dok ..
    saya janti dr bandung ,, anak saya berumur 2bln saat ini 2minggu kemarin dia di rawat d rs krn ada pndarahan di otak .. gejala yg di alami sama persis dengan yg dktr jelaskan pd materi apcd..anak saya d tangani oleh dktr ahli bedah syraf beliau menyaran kan utk menjalani ct scan dam mri&mra test utk memstikan drah sperti apa yg aada d kpala anak sya ,, smapi hasil tes mra&mri kluar trnyata ada 50cc drah di atas kepala bagian anak saya..akan tetapi dktr ahli bdah nya tdk brani untuk membeikan tindakan operasi dikarenakan keadaan anak saya yg sgt sehat …
    pertanyaan saya apakah saya blh meminta asupan vit k kdktr anak yg slama ini memeriksa nak saya ?
    dan pengobatan sperti apa yg hrs sy lakukan agar tumbuh kembang anak saya baik dan normal…
    terimakasih banyak sebelumnya dokter andra

    1. Bapak/Ibu Janti yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya dan salam kenal juga untuk anda.

      Sebelumnya bolehkah saya mengetahui apa menurut pendapat dokter-dokter yang sudah menangani anak anda mengenai penyakitnya? Menurut para dokter, anak anda menderita penyakit apa? Dan menurut mereka, kira-kira perdarahan di kepala tersebut disebabkan oleh apa?

      Perarahan di otak pada bayi atau anak-anak dapat terjadi pada beberapa macam penyakit, tergantung dari zat pembekuan darah apa yang kurang atau terganggu pada darah si anak. Untuk bayi atau anak yang mengalami perdarahan secara spontan di otak (tanpa pemicu adanya trauma kepala atau benturan pada kepala) maka dokter anak harus mencari tahu penyebab dari perdarahan otak tersebut. Dokter anak harus mampu mencari komponen pembekuan darah apa yang kurang atau terganggu dalam kandungan darah si anak/bayi. Berdasarkan pengetahuan itu, barulah kemudian dapat ditentukan koreksi apa yang harus dilakukan melalui tranfusi zat-zat pembekuan darah atau darah itu sendiri.

      APCD merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat mengakibatkan perdarahan spontan di tubuh anak/bayi, termasuk di otak atau di dalam kepala. Penyebab APCD adalah kurangnya zat atau komponen pembekuan di dalam darah yang bisa ditingkatkan atau dicukupi dengan suplemen Vit K. Oleh karena itu pada bayi/anak yang mengalami APCD, terapinya adalah mendapatkan tranfusi darah yang kurang beserta tambahan suplemen Vit K. Bila sudah terjadi perdarahan spontan di dalam tubuh akibat APCD ini maka terapinya adalah darah tersebut harus dikeluarkan dengan operasi (bila memang terindikasi).
      Jadi menurut saya bukan bapak/Ibu Janti yang meminta asupan Vit K pada dokter, tetapi dokter anak harus memberikan suplemen Vit K bila perdarahan yang terjadi pada anak/bayi anda benar-benar diakibatkan oleh APCD. Bila dikarenakan zat pembekuan darah yang lain maka dokter anak harus memberikan tranfusi atau suplemen yang sesuai.

      Saya setuju dengan dokter bedah saraf yang menangani anak anda karena walau terdapat perdarahan di dalam otak namun bila tidak memberikan gejala yang signifikan dan anak dalam keadaan sehat, mungkin operasi belum atau tidak diperlukan. Tapi cukup aneh dengan volume darah yang anda sebutkan, yaitu 50 cc. Jumlah ini sangat banyak untuk perdarahan di kepala. Apakah benar 50cc? Karena biasanya perdarahan 30cc saja sudah memberikan gejala hebat pada si anak/bayi.

      Untuk tumbuh kembang yang baik bagi anak anda, yang pertama adalah harus mentuntaskan masalah gangguan pembekuan darah. Setelah itu berikan stimulasi, fisioterapi dan gizi yang baik pada anak. Menurut saya perlakukan anak anda seperti anak normal saja, lagipula anak anda tidak menunjukkan gejala yang berat dan terlihat sehat-sehat saja. Bila pernah mengalami kejang, maka pastika kejang tersebut selalu terkontrol dengan obat anti kejang. Jangan sampai kejang terulang kembali. Bila sudah terdapat kelumpuhan alat gerak, lakukan fisioterapi secara teratur untuk merangsang kekuatannya kembali.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu. Semoga anak anda mendapatkan kesehatan dan kebaikan.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  9. terimakasih dok sudah memberikan sya gambaran yg jelas,,,pada waktu awal kejadian anak saya kejang sebelah kanan saja dr mata, mulut tgn , dan kaki..stelah itu sy lgsg bawa anak saya ke dktr anak, dan hasilnya beliau merujuk ke dktr syaraf ,, dri dktr syaraf beliau mengindikasi anak saya epilepsi jd beliau membri rujukan utk melakukan ct scan dan rawat inap .. stelah ct scan dilakukan mmg ada pendarahan di kepala bagian atas ,, yg saya anehkan anak saya tdk pernah terbentur atopun jtuh karena selama ini sya yg pegang dok ,, dr dktr syarf saya di rujuk kembali ke dktr ahli bedah syaraf menurut beliau melihat hsl ct scan anak sya beliau melihat seperti adanya balon drah (pembengkakan pmbuluh drah) jd beliau tdk mau berkomentar lbh bnyak .. setelah itu beliau memberikan sran utk mlkukan mra test agar beliau dpt benar2 melihat jenis darah seperti apa , karena sebelum ada hsl test mra beliau tdk ingin berkomntr lbih banyak,,stelah itu akhirnya kmi melakukan mra test ,, smpai ada hasilnya trnyata mmg d dpt 50cc drah d kpala anak saya.. kala itu dktr kus& dktr is(dr ahli bdah syaraf) merasa aneh dgn drah yg 50cc hrsnya sdh membuat anak sya trun kesadaran .. tp anak sya malah sehat dan mengkonsumsi susunya cukup bagus..jd wktu itu sy d sruh plg dr rs krena dktr kus blg klo mnurut ilmu mmg anak sya hrs menjalani operasi akan tetapi beliau melihat keadaan anak saya yg sgt sehat beliau memutuskan utk tdk melakukan tindakan operasi dlu utk smentara,, pada saat d rs anak sy mendapatkan tranfusi darah , oksigen dan infus dok.. hr pertama dn kedua msh kejang hr ketiga smpe ke spluh akhirnya plg dan smpe hr ini anak sy tdk mengalami penurunan kesadaran atopun kejang,,
    kami kontrol ke dr anak 2 minggu sekali dok, menurut dktr anak sya bilang klo keadaan anak sya sehat ttv nya normal jantung, paru dll nya jg normal..dan sementara dr anak sya memberikan suplemen vit utk penambah drah…honestly sya sgt khawatir dgn keadaan ini karena dgn jml rdah yg cukup banyak d kpala anak sya..
    klo sya ingin berkonsultasi lgsg dgn dktr apakah hrs appoinment trlebih dahulu dok?
    terimakasih sebelum dan sesudahnya dktr…

    1. Bapak/Ibu Janti yang terhormat

      Alhamdulillah kalau keadaan anaknya semakin baik. Mudah-mudahan semakin baik dan tidak ada serangan kejang selanjutnya.
      Saya cukup mengerti dengan kekhawatiran bapak/ibu mengenai jumlah darah yang banyak yang ada di dalam kepala anak bapak/ibu. Tapi kita para dokter tidak pernah mengobati “foto”. Yang kita obati adalah pasien. Jadi walau foto menunjukkan kelainan namun bila pasiennya sehat, maka janganlah kita melakukan pengobatan yang tidak bermanfaat.

      Saran saya, sekitar 1 atau 2 bulan dari sekarang, lakukan CT Scan kepala atau MRI kepala kontrol untuk mengevaluasi keadaan darah yang ada di dalam kepala tersebut. Mudah-mudahan jumlah darahnya sudah berkurang dan lebih baik.

      Bapak/ibu Janit dapat menemui saya di rumah sakit tempat saya bertugas. Sebaiknya bapak/ibu memberitahukan kepada saya bila ingin bertemu agar dapat dipastikan waktunya. Soalnya jadwal operasi saya agak padat dan sering sekali sampai larut malam. Tapi saya senang sekali bila dapat bertemu bapak/ibu serta anaknya. selain itu saya juga tertarik untuk melihat CT Scan anak anda.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra
      PIN BB : 26936905

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta (Kamis dan Sabut, jam 18.00 s/d 20.00)
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta (Senin, Rabu dan Jumat, jam 18.00 s/d 20.00)
      3. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta (Senin s/d Jumat , jam 10.00 s/d 12.00)
      4. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta (dengan perjanjian)

  10. Terimakasih banyak dokter,,
    amin amin ya rabbal alamin…
    rencananya hari rabu besok saya akan menemui dktr d rs RSCM kencana sesuai jdwal praktek dktr .. sya amat sangat ingin share lbih bnyak dan mmperlihatkan hasl ct scan dn mri/mra anak saya kpd dktr..
    mudah2an dktr bs ditemui oleh saya pd hari rabu besok dok..mohon dktr memastikan wktu utk sya dpt menemui dktr..
    sekali lg sy ucapkan terimakasih atas semua saran dan info dktr sgt brmanfaat bgi saya dan kel

  11. Salam kenal dokter Andra ..

    maaf sebelumnya,, saya arul dari jakarta..keponakan saya umur 1setengah bulan mengalami operasi dibagian kepala sebelah kiri dan sekarang sudah hampir 2 bulan pasca operasi,, keadaanya sekarang :sering muntah setelah diberi susu asi maupun botol, minum asinya sangat kuat tetapi sering kali menangis bila tidak cepat disusui..pergerakannya sangat kuat..juga sering kaget kalau sedang tidur dan kalau sedang diam pasti melihat/menengoknya selalu ke sebelah kiri. yg jadi pertannyaan saya apakah keaadaan keponakan saya itu hal yg wajar dan keadaan seperti apakah yg biasanya terjadi setelah dewasa…Terimakasih sebelumnya dan sukses untuk karirnya.

    1. Bapak/Ibu farrul yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menanyakan, kenapa keponakan anda di operasi? Apa penyakit yang dialami oleh keponakan anda sehingga mengharuskan dioperasi?

      Keponakan anda akan muntah bila diberikan ASI atau susu botol, tapi minum ASI nya sangat kuat. Apakah setiap minum ASI selalu muntah? Apakah tidak ada sedikitpun susu yang masuk ke lambungnya?

      Bila memang selalu muntah maka kita harus cukup was-was karena hal ini tidak normal. Muntah-muntah yang sering dan berulang atau setiap diberikan asupan makanan atau susu, dapat menunjukkan adanya kelainan di dalam kepala atau di saluran pencernaan atau anak dalam keadaan terinfeksi. Hal ini harus ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui dan memastikan kondisi si anak dan agar dapat memberikan terapi yang adekuat dengan segera. Kelaianan di kepala dapat merupakan lanjutan dari penyakit dahulu atau penyait baru. Kelainan saluran pencernaan dapat disertai dengan gejala susah buang air atau mungkin diare. Infeksi umumnya disertai dengan suhu tinggi atau demam, namun tidak selalu keadaan infeksi disertai dengan peningkatan suhu tubuh.

      Kuatnya pergerakan si anak dan menangis bila tidak segera disusui menunjukkan si anak dalam keadaan sehat. Hal ini menunjukkan bahwa anak memiliki kemampuan untuk memberikan tanda kepada orantuanya bahwa dia dalam keadaan haus. Namun yang harus kita perhatikan adalah apabila si anak selalu dalam keadaan muntah setelah diberikan susu. Artinya si anak tidak pernah mendapatkan cairan yang cukup.

      Kecenderungan si anak untuk melihat ke sisi kiri belum tentu suatu kelainan. Anak yang sehat dan normal juga bisa memiliki sisi spesifik yang favorit untuk menoleh. Ynag penting adalah si anak harus diberikan rangsangan terus menerus untuk menoleh ke sisi satunya lagi, seperti memberikan perainan atau suatu benda bercahaya atau berwarna pada sisi kanannya. Pada dewasanya nanti bisa saja tidak ditemukan kelainan sama sekali pada si anak.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu dan menambah informasi.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam pondok kopi

  12. Selamat siang, Dokter Andra.

    Saya memiliki keponakan bayi pada tanggal 21 Juli dioperasi untuk dikeluarkan darah beku yang ada di daerah kepala sebelah kiri. Waktu itu usianya baru sekitar 1 bulan 6 hari.

    Sehari sebelum di bawa kerumah sakit, si bayi rewel menangis terus dan sempat kejang-kejang hanya pada bagian sebelah kanan saja. Tangan bergerak-gerak, dan pipinya juga bergerak-gerak beberapa menit saja. Esok harinya pada tanggal 20 Juli dibawa kerumah sakit karena kondisi bayi terlihat pucat kuning dan diam saja.

    Dirumah sakit ia diberi alat bantu pernafasan, oksigen, dan tranfusi darah. Beberapa jam setelahnya ia sadar, bisa menangis walau suaranya sangat lemah. Tapi jika membuka mata, yang melek hanya sebelah kanan saja. Sebelah kirinya tertutup rapat.
    Kadang-kadang ketika tertidur ia sering terbangun mendadak dan kedua tangannya bergerak meninju-ninju ke atas diiringi menangis. Tapi hal ini terjadi bukan baru saat di rumah sakit saja. Beberapa hari setelah lahir gejala ini juga sering muncul. Terbangun tiba-tiba dan tangannya bergerak-gerak seperti itu.

    Menurut diagnosa dokter setelah dilakukan CT Scan, keponakan saya itu terkena perdarahan otak. Dibagian kepala sebelah kirinya ada darah beku yang menyumbat aliran darah dikepala dan harus segera dikeluarkan. Setelah sehari semalam diruang perawatan, dokter bedah syaraf menganjurkan untuk operasi hari itu juga.

    Operasi dilakukan kira-kira jam dua siang. Dan tidak berapa lama dokter menunjukan hasil operasi berupa gumpalan darah seperti gel dan juga berbentuk cairan. Si bayi kemudian di bawa ke ruang ICU.

    Penjelasan dokter bedah syaraf, bahwa darah beku sudah dikeluarkan tapi memang masih ada sedikit yang tertinggal. Sengaja tidak diambil karena darah tersebut menempel pada dinding otak sehingga jika dipaksakan diambil bisa menimbulkan masalah baru. Darah tersebut akan dibantu dihancurkan atau dileburkan melalui proses obat. Untuk mata yang hanya tertutup sebelah kiri, dokter akan melihat perkembangannya dulu. Jika belum bisa terbuka maka akan dilakukan terapi.

    Alhamdulillah setelah kurang lebih 4 hari di ICU, ia boleh di pindahkan ke ruang perawatan. Tapi asupan sufor masih melalui selang yang dipasang sampai lambung. Dan diberikan empeng-empengan supaya mulutnya ada daya rangsang untuk menyusu karena sudah agak lama tidak pernah menyusu secara normal.

    Kondisinya berangsur membaik. Menangisnya kencang. Mata kirinya bisa terbuka walau masih setengah. Tidurnya lama. Tapi kalau bangun suka rewel tidak jelas. Beberapa hari kemudian dokter membolehkan untuk pulang. Dan diberikan obat untuk diminumkan setiap hari. Juga jadwal untuk berobat jalan.

    Sekarang sudah kurang lebih satu setengah bulan pasca operasi. Keponakan saya 2 bulan 23 hari gemuk sekali dengan berat 3.9 kilo (waktu lahir beratnya 3.6 kilo). Tidurnya susah, suka terbangun-bangun dengan menangis ataupun tidak. Kadang juga tidurnya lama sekali. Badannya suka meringkel-ringkel dikakuin lalu menangis. Kalau sudah seperti itu biasanya jadi rewel tidak jelas. Uring-uringan terus. Ini-itu tidak mau. Bahkan menangis sejadi-jadinya. Terkadang tangan sebelah kirinya aktif sekali bergerak-gerak dibanding yang kanan. Matanya sudah normal dan lebih cenderung melihat kesebelah kiri. Kalau sedang anteng, ia suka bengong dengan pandangan kosong. Menyusunya sangat kuat. ASI dibantu sufor juga. Setiap hari pasti muntah. Kadang sedikit, kadang banyak. Tapi bukan berarti setiap menyusu ia muntah. Dan kami khawatir akan kondisi-kondisi tersebut dok. Apakah ia dalam keadaan normal atau masih dalam keadaan sakit atau terkena efek operasi itu sendiri. Yang kami bingung juga, ada obat sirup dari dokter untuk obat kejang tertulis epilepsi dikemasannya. Sementara kami tidak mendapatkan penjelasan mengenai epilepsi sebelumnya. Si bayi hanya divonis perdarahan otak. Dan diskusi pra operasi, dokter hanya mempertanyakan apakah ketika lahir diberikan vitamin K. Dan ketika ditanyakan ke bidan yang bersangkutan mengatakan bahwa Vit. K sudah diberikan.

    Lalu, apakah yang dialami keponakan saya ini termasuk APCD, Dok? Dan apakah proses kelahiran normal yang memakan waktu cukup lama juga bisa jadi penyebabnya? Mengingat proses kelahiranya memang cukup sulit.

    Terima kasih dok atas waktu dan perhatiannya.

    1. Ibu Milla yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
      Sebelumya saya ingin meyampaikan permohonan maaf saya karena baru membalas tulisan ibu sekarang, karena kesibukan saya agak padat akhir-akhir ini.

      Cukup panjang juga cerita yang ibu sampaikan mengenai keponakan ibu dan penyakit yang dialaminya. Namun keadaan yang ibu sampaikan memang merupakan keadaan yang terjadi pada anak-anak yang mengalami perdarahan otak.

      Apakah keadaan perdarahan otak yang dialami keponakan ibu itu termasuk APCD atau bukan, jawabnya adalah bisa iya atau bisa juga tidak. Perdarahan otak spontan (tanpa ada faktor trauma kepala) merupakan kondisi atau penyakit yang sangat sering dialami oleh bayi atau anak pada usia sangat dini yang disebabkan oleh gangguan faktor-faktor pembekuan darah pada si bayi/anak itu sendiri. Mengingat begitu banyaknya faktor-faktor pembekuan yang ada di dalam darah maka jenis penyakitnya juga sangat banyak, termasuk salah satunya adalah APCD. Dari begitu banyaknya faktor pembekuan darah yang ada, bila salah satu saja ada yang terganggu maka perdarahan spontan dapat terjadi. Apapun jenis penyakitnya atau faktor pembekuan yang terganggu tersebut, bentuk yang muncul ya sama, perdarahan di dalam otak khususnya. Untuk mengetahui jenis penyakit yang dialami si bayi maka harus dilakukan pemeriksaan fungsi dan faktor pembekuan darah secara terperinci dan lengkap, yang tentunya akan banyak sekali pemeriksaan darah yang dilakukan serta memakan biaya yang tidak sedikit.

      Gejala-gejala yang dialami oleh keponakan ibu merupakan gejala-gejala yang umumnya terjadi pada perdarahan di otak, yang semuanya diakibatkan oleh iritasi permukaan otak oleh darah atau pendesakan otak/penekanan jaringan otak oleh volume darah yang cukup banyak serta bengkaknya jaringan otak karena sifat toksik darah tersebut. Kejang merupakan manifestasi gejala yang utama disertai dengan gangguan kesadaran serta gangguan fungsi-fungsi spesifik sesuai dengan jaringan atau sel-sel otak yang rusak atau mati. Gejala-gejala yang dialami pasca operasi juga merupakan gejala akibat sudah matinya sebagian sel-sel otak yang sulit untuk mengalami perbaikan kembali. Bayi memang memiliki daya pemulihan dan daya regenerasi yang sangat baik karena masih memiliki cadangan tumbuh kembang yang sangat besar tetapi hal ini juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Yang penting adalah agar si bayi dipantau terus dengan ketat dan kontrol teratur ke dokter untuk memperhatikan keadaan tumbuh kembangnya serta memberikan stimulus aga fungsi-fungsi yang terganggu bisa mulai aktif kembali. Kontrol teratur juga diperlukan untuk memastikan tidak adanya perdarahan ulang di dala kepala/otak si bayi.

      Obat sirup yang bertuliskan “Epilepsi” merupakan obat untuk mengkontrol dan mencegah kejang. Istilah epilepsi sering disalahartikan bahkan oleh pihak farmasi yang membuat obat. Tidak semua jenis kejang termasuk dalam katagori epilepsi, karena seseorang baru dikatakan epilepsi bila sudah dilakukan berbagai pemeriksaan lengkap oleh dokter saraf atau saraf anak serta memenuhi beberapa kriteria tertentu. Sering sekali pihak farmasi menuliskan istilah “epilepsi” hanya untuk memudahkan pengertian bahwa obat tersebut adalah obat anti kejang dan memang banyak obat anti kejang yang sama dengan obat anti epiepsi.

      Apakah keadaan keponakan ibu berhubungan dengan proses lahir yang sulit atau tidak….jawabannya bisa iya dan bisa tidak, walau menurut saya kemungkinan besar tidak berhubungan. Kondisi atau penyakit yang berhubungan dengan proses lahir yang sulit biasanya adalah “asfiksia” atau “respiratory distress” dimana si bayi mengalami kekurangan oksigen berat akibat gangguan pernafasan dan penyakit “infeksi” yang cukup berat akibat terpapar oleh kuman dalam waktu cukup lama saat persalinan. Kalaupun ada perdarahan, umumnya perdarahan kepala yang terjadi dikarenakan adanya trauma kepala akibat manuver-manuver yang berlebihan saat berusaha melahirkan si bayi. Sedangkan untuk kondisi keponakan ibu merupakan perdarahan otak yang spontan, yang tidak berhubungan dengan adanya faktor trauma pada kepala. Keadaan keponakan ibu disebabkan oleh tidak matangnya atau tidak siapanya fungsi pembekuan darah dalam keadaan optimal setelah lahir, dimana sebelumnya si bayi mendapatkan dukungan besar dari fungsi pembekuan ibunya saat masih dalam kandungan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu. Semoga keponakan ibu diberikan kesehatan dan pemulihan.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Praktek :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

  13. Terimakasih atas blog’y dok,,
    Saya ingin berbagi pengalaman sy dulu yg terjadi pd anak sy..
    Suntikan vit K ini sangatlah penting bagi bayi..
    Tahun 2011 Anak sy mengalami APCD ini..karena pd saat lahir anak sy tidak d suntik vit K oleh bidan,dan sy juga tidak tahu klo bayi yg baru lahir harus d suntik vit K..
    Anak sy lahir normal berat 3,2kg,,Selama satu bulan,anak sy sangat terlihat sehat,tidak ada tanda2 sakit,,pd tgl 13 juni,pas umur dia 1bln,anak sy demam dia terus menangis,d beri Asi muntah,,pada hari itu jg sy bawa anak sy k bidan tempat sy melahirkan,karena akan d imunisasi,,
    Setelah d periksa bidan,menurut dia anak sy hanya pilek,,dan imunisasi pun urung d lakukan..sy pun pulang,,sore hari sekitar jam 5,mata anak sy sebelah kanan sipit sebelah tidak bisa membuka..sy berpikiran mungkin anak sy terkena gigitan serangga.setelah semalaman menangis,,sepanjang siang dia terus tertidur,seperti yg lemas,tidak mau menyusu..
    Pd tgl 14 juni pukul 2 pagi,sy merasa khawatir anak sy dehidrasi,karena sejak pukul 5 sore,tidak mau menyusu,akhirnya sy bawa anak saya k RS..
    Setelah masuk ruang UGD,d periksa oleh dkter,ank sy akhir’y d infus,namun dokter jaga blm mengetahui pasti sakit apa yg d alami anak sy,anak sy pun d infus d tangan sebelah kiri namun gagal,pindah kekanan, para perawat merasa heran knp bekas gagal infus itu,darahnya itu tidak mengering..
    Satu jam kemudian dokter spesialis anak pun datang dan langsung memeriksa kondisi anak sy,,dia mengatakan bahwa anak sy mengalami pendarahan otak dan harus segera d lakukan pemeriksaan CT scan..pd saat itu anak sy langsung d CT scan,,dan hasilnya ada pendarahan otak d sebelah kiri,kanan dan depan,,namun sebelah kiri lebih banyak sehingga darah yg ada d sebelah kiri ini hrs cepat d keluarkan,,namun dokter akan mengusahakan dgn obat2an terlebih dahulu,sebelum melakukan tindakan operasi..
    Anak sy pun d rawat intensif d ruangan NICU…asupan Asi nya pun d berikan melalui selang hidung,,sungguh sangat miris melihat kondisinya..
    Anak sy yg lahir dlm keadaan sehat dan normal,hanya karena kesalahn bidan tidak memberikan suntikan vit K,anak sy menjadi seperti ini..
    Setelah 15jam d rawat d ruangan NICU anak sy kondisinya semakin memburuk,nafasnya sudah berhenti setiap 15 menit sekali,dan bertahap menurun sampai 3 menit sekali berhenti..anak sy pun harus d pindahkan ke ruangan PICU,yg ternyata di RS yg sedang anak sy d rawat ini ruang PICU nya penuh,,akhirnya anak sy d larikan ke RS yg tersedia ruangan PICU,selama d perjalana dlm ambulans anak sy memakai alat pompa bantu pernafasan,,,setelah masuk ruangan PICU anak sy mendapat alat bantu pernafasan..
    Keesokan harinya,melihat kondisi anak sy dokter akhirnya mengambil jln utk mengoperasi anak sy,namun utk tindakan itu,hrs menunggu kondisi anak sy stabil,,dokter mengatakn bahwa hasil operasi ini bisa 50/50…
    Akhirnya jam 9 malam anak sy pun d operasi,,selesai sekitar jam 11.30 malam.
    Anak sy d masukan ke dalam inkubator..
    Dokter menyatakan bahwa operasi berjalan lancar dan berhasil,namun paca operasi ada masa kritis selama 5 hari,jika anak sy dpt melewati itu,,berarti anak sy akan pulih…
    Setelah 2 hari d rawat,anak sy d perbolehkan utk pulang,,dan selalu kontrol setiap seminggu sekali.
    Alhamdulillah selama 9 bulan anak sy sehat dan bahkan jarang sakit,,namun pd usia 9 bulan,,anaks sy saat demam selalu kejang,,hmpir 1 bulan sekali pd usia 9,10,11,12…pd usia 12 bulan akhirnya dokter menyarankan sy utk membawa anak sy utk d EEG,utk memastikan ada gejala Epilepsi atau tidak,,Alhamdulillah hasilnya baik,anak sy tidak ada tanda2 epilepsi,ternyata kejangnya itu hanya karna ada demam,yg sy khawatirkan adA efek samping dari sisa operasi dulu..
    Alhamdlillah skrng anak sy usia 16 bulan,sudah hampir 4 bulan tidak pernah kejang lg karena sy sudah d bekali obat demam, dan obat anti kejang jika anak sy sakit demam..
    Dan sampai saat ini perkembangan anak saya pun baik,normal seperti anak seusianya..
    Sy sangat sedih jika ada bayi yg mengalami kasus seperti anak sy ini,,semoga banyak penyuluhan kepada para bidan atau pembantu persalinan agar jika bayi lahir segera d suntik vit K,karena mencegah itu lebih baik..karena kondisi setiap bayi itu tidak sama..terima kasih dok,semoga pengalaman sy ini dpt bermanfaat bagi sipa saja yg membacanya…
    se

    1. Ibu Sylvi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Terima kasih sudah berbagi cerita dengan saya dan para pembaca blog saya. Suatu perjuangan dan beban yang tidak kecil yang ibu alami demi si buah hati.
      Saya memberikan acungan jempol untuk semua usaha ibu demi kesehatan anak ibu. Saya harap anak ibu terus sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik.

      Saya setuju sekali bahwa karena hal yang kecil dampaknya bisa fatal. Saat ini saya sedang berusaha menggalakkan dan mempublikasikan agar suntikan vit K ini jangan diabaikan dan dipandang sebelah mata. Menurut saya bidan-bidan adalah tenaga medis yang profesional, namun karena ketidaktahuan lah makanya ancaman APCD ini masih ada.

      Tidak sedikit saya menemukan kasus APCD ini dan melakukan tindakan operasi terhadap anak-anak dengan perdarahan otak akibat APCD. Dalam waktu 1 bulan, saya dapat menemui dan melakukan operasi pada 2 sampai 3 anak. Alhamdulillah pasca operasi, hasilnya baik dan anak-anak tersebut bisa diselamatkan.

      Saya sangat menyarankan agar semangat ibu dalam berjuang melawan penyakit APCD ini ditularkan kepada orang lain dan sesama para ibu. Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk menjaga dan mempersiapkannya menjadi yang terbaik.

      Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah berbagi cerita dengan saya. Salam untuk keluarga.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

    2. Ibu Sylvi yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Terima kasih sudah berbagi cerita dengan saya dan para pembaca blog saya. Suatu perjuangan dan beban yang tidak kecil yang ibu alami demi si buah hati.
      Saya memberikan acungan jempol untuk semua usaha ibu demi kesehatan anak ibu. Saya harap anak ibu terus sehat dan memiliki tumbuh kembang yang baik.

      Saya setuju sekali bahwa karena hal yang kecil dampaknya bisa fatal. Saat ini saya sedang berusaha menggalakkan dan mempublikasikan agar suntikan vit K ini jangan diabaikan dan dipandang sebelah mata. Menurut saya bidan-bidan adalah tenaga medis yang profesional, namun karena ketidaktahuan lah makanya ancaman APCD ini masih ada.

      Tidak sedikit saya menemukan kasus APCD ini dan melakukan tindakan operasi terhadap anak-anak dengan perdarahan otak akibat APCD. Dalam waktu 1 bulan, saya dapat menemui dan melakukan operasi pada 2 sampai 3 anak. Alhamdulillah pasca operasi, hasilnya baik dan anak-anak tersebut bisa diselamatkan.

      Saya sangat menyarankan agar semangat ibu dalam berjuang melawan penyakit APCD ini ditularkan kepada orang lain dan sesama para ibu. Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk menjaga dan mempersiapkannya menjadi yang terbaik.

      Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah berbagi cerita dengan saya. Salam untuk keluarga. Semoga diberikan kesehatan selalu.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      4. RS Islam Pondok Kopi Jakarta

      1. Asslamualaikum Dok, Saya nurul sya punya sepupu berumur tepat hri ini 1 bulan, ia mengalami pendarahan di otak … kata dokter disini ia menglami pendarahan otak pada saat baru di lahirkan, dokter bertanya apakah pada saat lahir si bayi di berikan Vit.K ? kta ibunya ia dia sudah dberikan, namun yg sya herankan apakah yg menyebabkan pendarahan di otak pada si bayi ? krena mnurut saksi persalinan tante saya pada saat mlahirkan si bayi adalah normal-normal saja dan lancar. apakah pendarahan otak yang di alami adik sepupu sya bisa di sembuhkan ? apakah jalan operasi tidak berbahaya bagi si bayi ? bukankah bayi yg masih berumur 1 bulan masih sngat rentan terhadap hal-hal sprti itu ?

        apakah penyebab lain dari pendarahan di otak pada si bayi ? apa bisa pendarahn di otak pada si bayi bisa tejadi pada saat dia sangat kaget ? karena sebelumnya si bayi pernah sangat kaget namun herannya si bayi tidak menangis malah terdiam, apakah itu bisa menjadi alasan APCD ? dan sebelum itu si bayi pernah mengalami BAB yg terus2 menerus sehingga ibunya memberikan dia air dri rebusan daun pucuk entah daun apa namanya, setelah itu si bayi selalu muntah2 hingga keluar dari hidung, kemudian ia kejang2 dan mengalami step yg cukup lama, si bayi baru di larikan ke RS sehari setelahnya si bayi terkena step, sampai skarng pun si bayi sepupu kecilku itu masih di rawat di ICU dengan bantuan pernafsan….

        Mohon jawaban secepatnya dari dokter, Terimakasih sebelumnya

        Salam,

      2. Ibu Nurul yang terhormat
        Terima kasih sudah mengunjungi blog saya

        Kasus yang dialami keponakan anda sepertinya cukup rumit ya. Namun kasus seperti ini bukannya tidak sering. Banyak sekali kasus perdarahan otak pada bayi yang baru lahir atau beberapa bulan setelahnya.

        Perlu diketahui bahwa bayi yang baru lahir adalah dalam keadaan rentan dikarenakan untuk pertama kalinya bayi tidak mendapatkan dukungan dari ibunya secara fisiologis lagi. Pada saat itu, seorang bayi yang baru lahir harus berusaha secara mandiri untuk bernafas, mencukupi kebutuhan oksigen, dan seluruh sistem di dalam tubuhnya sudah harus dalam keadaan mandiri bekerja. Ini merupakan fase yang sangat mengejutkan untuk tubuh seorang bayi dan sebagian kecil kasus tubuh sang bayi belum siap untuk menghadapi semua hal ini.

        Ketidaksiapan tubuh bayi termasuk dalam hal kemampuan pembekuan darahnya dimana yang seharusnya bila terjadi perdarahan maka darah akan embeku secara otomatis, tetapi pada bayi yang tidak siap maka perdarahan akan terjadi dengan mudah dan terjadi terus-menerus. Jenis perdarahan otak pada bayi paling sering disebabkan oleh kurangnya zat-zat pembekuan darah yang diperlukan yang seharusnya cukup jumlahnya di dalam darah, dan karena jumlah zat-zat pembekuan darah sangat banyak di dalam darah maka kita tidak dapat menyimpulkan bahwa hanya akibat defisiensi Vitamin K saja sebagai penyebab perdarahan otak pada bayi. Masih banyak kemungkinan defisiensi zat-zat lain sebagai penyebabnya. Diperlukan pemeriksaan faktor-faktor pembekuan darah yang cukup banyak dan hal ini tidak murah.

        Tindakan operasi bila memang terindikasi harus dilakukan. memang benar bahwa pada bayi yang berusia 1 bulan, tindakan operasi memiliki resiko lebih besar, namun daripada kematian terjadi akibat perdarahan maka operasi sebaiknya dilakukan. Saya telah mengoperasi beberapa kasus bayi dengan perdarahan otak dan alhamdulillah semuanya menghasilkan hasil yang baik.

        Saya tidak punya pengalaman dan pengetahuan perdarahan bayi yang disebabkan oleh bayi yang kaget atau konsumsi air rebusan daun. Yang saya tahu penyebab perdarahan otak pada bayi adalah defisiensi zat pembekuan darah atau akibat trauma pada kepala. Dari cerita yang anda sampaikan menurut saya perdarahan sudah terjadi dan kemudian setelah jumlahnya cukup banyak barulah muncul gejala klinis seperti yang terjadi pada keponakan anda, seperti kejang, kurang aktif dan lain-lain.

        Saran saya bila memang terdapat perdarahan yang cukup banyak maka operasi harus segera dilakukan untuk membuang darah dan mengehntikan sumber perdarahan. Bila terdapat pembengkakan otak maka operasi dilakukan untuk memberikan ruangan yang cukup bagi si otak. Saya rasa saat ini keponakan kecil anda masih dengan bantuan mesin untuk bernafas disebabkan karena pusat nafas di otak masih terganggu. Hal ini kemungkinan dikarenakan perdarahan dan pembengkakan otak menekan saraf yang mengatur fungsi nafas.

        Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda. Semoga keponakan kecil anda diberikan kebaikan dan kesehatan.
        Terima kasih

        Hormat Saya

        Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        Twitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di :
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
        4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  14. Assalam, saya punya sepupu bernama Muh. Al-Fatih sekrng umurnya 1 bulan, adik sya sekrang kritis di Rs. ia mengalami pendarahan di otak yg berdasarkan pemeriksaan dri CT. SCAN … vit.K sesudah lahir sudah di berikan, mnurut saksi persalinan, persalinan tante saya itu sangatlah normal dan lancar, bahkan sampai ke 3 mnggu lebih nya si bayi sehat2 saja dan sangat kuat menyusu, bukan kah gejala pendarahan otak atau APCD ini sdah terlihat sejak awal di lahirkan ?

    sebelumnya si bayi sepupu saya ini pernah sangat kaget namun pada saat terkaget si bayi sama sekali tidak mennangis, apa itu bisa menjadi penyebab pendarahan di otak ?

    kemudian setelah itu si bayi terllu sering menyusui sehingga menyebab kan si bayi sellu BAB terus dan yang sangat kami sesali si ibu bayi tersebut memberikan air dari pucuk daun (gk tau nama daunnya apa) setelah itu si bayi berhenti BAB lagi, tak ingin menyusui dan muntah2 terus menerus dan muntahnya keluar dari hidung pada saat itu muntah2 dan BAB nya berhenti total namu si bayi mengalami STEP yg cukup lama pada saat itu terjadi pada jam 12 mlam dan bru di larikan di rumah sakit pada pagi hari sekitar jam 8 … apakah semua itu bisa menjadi penyebab pendarahan atau APCD pada si bayi ?

    Mohon balasan dri dokter secepatnya, Terimakasih

    1. Nini yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya mendapatkan tulisan yang sama dengan kasus anda. Apakah ada kemungkinan ini kasus yang sama?

      Kasus perdarahan otak pada seorang bayi pada umumnya disebabkan oleh kekurangan salah satu zat pembekuan darah atau akibat trauma kepala. Bila memang tidak terbukti tidak adanya trauma kepala maka penyebab kekurangan zat pembekuan menjadi kemungkinan terbesar. Karena begitu banyaknya zat-zat yang diperlukan untuk proses pembekuan darah maka kita tidak dapat menyimpulkan bahwa hanya Vitamin K saja yang diperlukan untuk pembekuan darah. Masih ada zat-zat lain yang juga mungkin mempengaruhi.

      Seorang bayi yang baru lahir merupakan dalam keadaan rentan untuk mengalami banyak kejadian dan penyakit karena pada saat bayi lahir untuk pertama kalinya si bayi tidak mendapatkan dukungan lagi dari ibunya seperti saat masih dalam kandungan. Perdarahan otak merupakan salah satu penyakit yang rentan terjadi pada saat itu. Proses adaptasi sang bayi untuk dapat secara mandiri mendukung tubuhnya> proses adaptasi ini juga tidak sebentar, mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dalam proses ini pula perdarahan termasuk perdarahan otak dapat terjadi pada kapanpun. Oleh karena itu, perdarahan otak dan gejala perdarahan otak tidak harus langsung terjadi pada saat lahir.

      Saya tidak pernah punya pengetahuan atau pengalaman mengenai kaget dan meminum air daun sebagai penyebab perdarahan otak. Saya rasa perdarahan otak sudah terjadi sejak awal dan bertambah secara sedikit demi sedikit hingga menjadi cukup banyak dan otak sudah tidak dapat mengkompensasinya lagi. Dan pada saat itulah muncul semua gejala akibat perdarahan otak tersebut.

      Saran saya adalah bila memang terjadi perdarahan otak dan jumlahnya cukup banyak, maka tindakan operasi harus segera dilakukan untuk membantu menyelamatkan jiwa sepupu anda. Seorang bayi masih memiliki daya pulih yang sangat baik sehingga sayang sekali bila tidak dilakukan tindakan penyelamatan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  15. slamat pagi dokter andra, sayang sekali saya baru membaca blog ini… kemarin keponakan saya yang baru berusia 40 hari dilarikan ke rumah sakit dengan gejala yg sama dan diagnosis APCD melihat dari hasil CT scan craniumnya pendarahan yang sudah cukup luas dok,,, ditambah diare dan dehidrasi…menurut pihak RS penangannnya saat ini adalah penyuntikan vitamin K dan transfusi darah …. menurut dokter apakah usia 40 hari sudah bisa mendapatkan terapi operasi? untuk kasus yang sama biasanya seperti apa penanganannya ya dok? terima kasih dokter andra ,,,

    1. Ibu Okta yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru bisa membalas tulisan ibu saat ini.

      Saya turut sedih mendengar kondisi yang dialami oleh keponakan ibu, namun memang kasus begini tidak sedikit.
      Bila memang terdapat indikasi operasi (karena banyaknya jumlah perdarahan atau pembengkakan otak yang sangat berat) maka sebaiknya operasi dilakukan secepat mungkin. Kondisi keponakan anda sebaiknya diperiksa dahulu dan diyakinkan bahwa cukup kuat untuk menjalankan operasi. Usia tidak menjadi masalah karena perdarahan otak merupakan kondisi yang mengancam. Saya banyak mengoperasi kasus-kasus seperti ini pada bayi-bayi yang berusia kurang dari 1 bulan.

      Tindakan yang kita lakukan untuk kasus APCD adalah memperbaiki kondisi pembekuan darah dengan pemberian tranfusi darah serta suntikan vitamin K. Kemudian setelah kondisi pembekuan darah yang cukup baik maka tindakan operasi dapat dilakukan. Operasi bertujuan untuk mengeluarkan dan membersihkan darah serta memberikan ruang lebih untuk otak yang bengkak.

      Alhamdulillah selama ini kasus yang kita lakukan operasi umumnya memberikan hasil yang baik. Prognosa sangat bergantung dengan kondisi bayi sebelum operasi dan beratnya perdarahan serta pembengkakan otak.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu ibu. Semoga keponakan ibu diberikan kesehatan dan kebaikan.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dokter Andra (Dr. M. Radhian Arief, SpBS)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta

  16. Selamat Siang dok sy mempunyai keponakan 1 bln skrg sedang di ruang picu di karenakan kejang tangan sebelah kanan aja kami di sarankan harus di rawat untuk saat ini selang oksigen dan alat yg di pasang di dada dan di kaki sudah di lepas hanya selang asupan makan aja, kemudian dokter melakukan CT scan kata dokter ada pendarahan di otak dan sy lihat keponakan sy keadaan sudah tidak pucat dan di pasang oksigen pun kaki dan tangannya gerak2 normal yg sy tanyakan adalah apakah harus di lakukan operasi sedangkan alat2 yg sy sebutkan tadi sudah terlepas kemudian klo tidak di lakukan tindakan operasi untuk pengobatannya bagaimana y dok selama di RS ? sebelum dan sesudahnya terima kasih untuk jawaban kirim k email sy yg dok one_pram@yahoo.co.id

      1. Kemungkinan besar memamng suatu kasus perdarahan spontan akibat APCD. Bagaimana kondisinya sekarang….?

        Terima kasih

        Hormat Saya
        Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
        Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
        Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
        Email : dr.andra.bs@gmail.com
        TWitter : @dokter_andra

        Saya dapat ditemui di:
        1. RS MEDISTRA Jakarta
        2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
        3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
        4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
        5. RS Rawalumbu Bekasi

    1. Bapak Iwan Pramana yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Tulisan anda sudah saya balas melalui email anda. Semoga saya dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya
      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      TWitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di:
      1. RS MEDISTRA Jakarta
      2. RS OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS Islam Pondok Kopi Jakarta
      4. RSCM / RSCM Kencana Jakarta
      5. RS Rawalumbu Bekasi

    1. Ibu Tantry yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Vitamin K dapat diberikan pada usia berapapun termasuk pada remaja dan orang dewasa. Kegunaan vitamin K adalah untuk membantu proses pembekuan darah. Namun untuk kasus bayi yang baru lahir, maka vitamin K wajib diberikan segera pada waktu lahir. Hal ini dikarenakan begitu sang bayi keluar dari rahim ibu maka sang bayi tidak mendapatkan dukungan zat-zat dan suplemen dari ibunya lagi saat itu juga. Oleh karena itu sejak awal harus sudah kita dukung proses pembekuan darahnya dengan vitamin K tersebut. Keterlambatan pemberian vitamin K dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal berupa perdarahan di seluruh bagian tubuh.

      Demikian dari saya, semoga dapat membantu ibu.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RSCM / RSCM KENCANA Jakarta
      5. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      6. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta

  17. asalamualaikum dr Andra, Anak saya baru berusia 6 bulan, mengalami pdvk, gejalanya muntah disertai darah. Sudah saya bawa ke RS, dan dokter pun memberikan suntikan Vit K, lalu pada saat kontrol (kurang lebih 2 Minggu kemudian) dokter pun memberikan lagi suntikan Vit K yang ke dua..sejak saat itu (dua minggu kemudian) alhamdulilah keadaan anak saya menjadi lebih baik, jika anak muntah atau gumoh jadi tidak disertai darah..namun satu minggu kemudian (8 Mei 2013) anak saya kembali muntah dan disertai darah.. yang saya ingin tanyakan apakah anak saya perlu diberikan lagi Vit K, bahkan dilakukan CT Scan, USG dan MRI?

    1. Waalaikum salam

      Bapak Hendra yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan bapak saat ini karena kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Pengalaman saya selama ini dan melihat kerja dari teman-teman sejawat dokter anak, pemberian Vitamin K untuk perdarahan akibat defisiensi vitamin K, tidaklah terlalu banyak atau sering. Biasanya hanya diberikan satu atau dua kali saja, maka keadaan perdarahan sudah dapat teratasi. Hal ini mungkin perlu anda konfirmasi ke dokter anak yang mengobati anak anda, mungkin ada protokol pengobatan baru atau memang sudah seperti itu sejak dulu.

      Biasanya untuk kasus perdarahan maka harus diperiksa fungsi pembekuan darah atau faktor-faktor pembekuan darah, baik sebelum maupun sesudah terapi dengan vitamin K atau dengan tranfusi komponen-komponen darah tertentu, untuk terapi dan evaluasi hasil pengobatan. Bagaimana dengan fungsi pembekuan darah anak anda…??

      Pemeriksaan CT Scan kepala atau MRI kepala diperlukan bila indikasinya memang ada. Indikasi disini maksudnya bila memang dicurigai kemungkinan adanya perdarahan di dalam kepala. Kecurigaan ini muncul bila ada gejala-gejala seperti penurunan kesadaran, kejang, ataupun kelumpuhan-kelumpuhan lainnya. Bila memang ada maka pemeriksan CT Scan kepala/ MRI kepala menjadi kewajiban. Pemeriksaan USG untuk kepala juga bisa namun tidak akan sebaik hasilnya dengan CT Scan kepala atau MRI kepala.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda. Semoga anak anda diberikan kesehatan dan kebaikan.
      Terima kasih.

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon (Dokter Spesialis Bedah Saraf) / Endovascular Neurosurgeon (Neuro-Intervensi)
      Staf Medik Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC) Jakarta
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. OMNI PULO MAS Jakarta
      6. RS. DHARMAIS Jakarta.

  18. assalamualaikum dok, saya punya tetangga yang anaknya baru berumur 1,5 bulan. pada waktu itu bayinya kejang tanpa adanya demam. pas dirujuk di RSUD Kendari (SULTRA), katanya dokter anak disana bayinya kena radang otak. setelah dilakukan perawatan (infus, transfusi darah dsb), keadaannya mulai membaik dan di bawa pulang. namun, beberapa minggu kemudian kambuh lagi, dan keluarganya langsung ke Surabaya. disana dilakukan pemeriksaan dengan CT scan, dr.nya bilang ada perdarahan di otak. yang ingin saya tanyakan dok, apakah nantinya harus dioperasi atau bisa sembuh tanpa operasi? sebenarnya kapan batas pemberian suntikan vitamin K untuk mencegah perdarahan tersebut pada bayi baru lahir? bisakah 1 atau 2 hari dilakukan penyuntikan? trimakasih sebelumnya dok…

    1. Bapak/ Ibu Lisjuwahdah Yth,

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

      Tindakan operasi pada perdarahan otak tergantung pada 3 hal, yaitu: kondisi klinis si anak, jumlah perdarahan, dan efek pendesakan perdarahan tersebut pada otak.
      Bila jumlah perdarahannya cukup banyak, dan memberikan efek pendesakan pada otak disertai gejala klinis yang sesuai dengan lokasi perdarahan maka tindakan operasi merupakan pilihan terbaik. Bila tidak dilakukan tindakan operasi maka, dapat membahayakan nyawa sang anak. Namun bila perdarahannya sedikit, tanpa efek pendesakan otak, maka keputusan tindakan operasi mungkin dapat ditunda. Darah dalam jumlah sedikit, biasanya dapat diserap sendiri oleh otak, tetapi membutuhkan durasi waktu tertentu.

      Vitamin K, sebaiknya dan seharusnya diberikan segera bayi lahir. Karena stimulasi pematangan fungsi pembekuan darah, harus dilakukan sedini mungkin. Bila tidak dilakukan pada saat bayi lahir, maka harus segera dilakukan pada hari selanjutnya. Karena semakin lama tidak diberikan, maka risiko perdarahan otak semakin tinggi.

      Saya sedikit bingung dengan munculnya dua diagnosis yang berbeda dalam waktu yang tidak terlalu jauh. Diagnosa pertama, sesuai cerita anda, anak tetangga anda mengalami radang otak. Sedangkan diagnosa kedua, yang anda sebutkan, adanya perdarahan otak. Hal ini bisa saja terjadi, namun sangat jarang sekali. Menurut pendapat saya, sejak awal sebenarnya anak tetangga anda sudah mengalami perdarahan otak. Karena perdarahan yang berada di permukaan otak akan memberikan gejala yang serupa dengan radang otak yaitu; kejang, kaku kuduk atau kaku pada leher dan demam. Apalagi bila tidak terdapat demam, lebih mungkin suatu perdarahan.

      Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Hormat saya,
      dr. M. Radhian Arief, Sp.BS (dokter andra)
      Neurosurgeon
      staf medik FKUI

      email: dr.andra.bs@gmail.com
      twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui dengan perjanjian di
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. RS Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais, Jakarta

  19. Aslmualaikum dok…
    Dok ,dulu anak sy waktu umur 1bln d rawat d rmh sakit karena pendarahan otak ,kata dokter penyebabnya karna kekurangan vit k,selama d rumah sakit anak saya puasa,dan d transfusi darah sebanyak 3x,dokter bilang harus d ct-scan tp krn masalah keuangan kami, jd kami bawa pulang,tp setelah d bawa pulang anak saya malah sehat hanya saja sering sakit ,ttpi setelah umur 10blnanak saya jarang sakit,tp anak saya tidak seperti anak lain ..kenapa ya dok anak saya tidak bisa pegang makanan,sllu cuek kalo d panggil,trus tangan kanan juga tidak gerak seaktif tangan kiri,kadang tangan kanan kejang tp hanya sebentar…anak saya juga tidak pernah ngucapin kata mama atw apa seperti bayi lain yg usianya sudah 11 bln,pokoknya anak saya telat perkembangannya,,apa itu semua efek dari penyakit pendarahan otak nya, dan apa yg harus sya lakukan??…mohon jawaban nya dok ……

    1. Ibu Nina Yth
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mohon maaf baru dapat membalas, karena kesibukan operasi.

      Tampaknya anak anda mengalami gejala lanjutan akibat perdarahan otak yang mungkin tidak teratasi dengan baik. Adanya gangguan tumbuh kembang, gangguan komunikasi, serta kurang aktifnya sisi kanan tubuh membuat saya menyimpulkan kasus perdarahan dan kerusakan otak terjadi pada bagian sebelah kiri otak anak anda.

      Menurut saya, CT Scan kepala memang perlu pada waktu itu dan saat ini juga, untuk melihat bagaimana perkembangan otak anak anda. Dengan CT Scan kita dapat mengetahui apakah masih terjadi perdarahan atau tidak.
      Stimulus dan rangsangan tumbuh kembang harus dilakukan segera pada anak anda untuk mengejar ketertinggalannya. Namun, bila perdarahan masih ada maka latihan untuk mengejar tumbuh kembang akan menjadi sulit.

      Oleh karena itu, pastikanlah tidak ada kelainan yang masih aktif di dalam kepala anak anda. Silahkan kunjungi dokter spesialis saraf anak dan dokter ahli tumbuh kembang anak untuk penatalaksaan lebih lengkap.

      Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

      Hormat saya
      dr. M. Radhian Arief, Sp. BS
      Neurosurgeon
      Staf Medik FKUI

      Email: dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter: @dokter_andra

      saya dapat ditemui dengan perjanjian di:
      1. RS Medistra, Jakarta
      2. RS Antammedika, Jakarta
      3. Jakarta Heart Center
      4. RS Islam Pondok Kopi
      5. RS Kanker Dharmais

  20. Slmt sore dok, trmksh ats infrmsi pd blog anda. Anak sya slh stu pnderita APCD tepat tgl 24juni kmrn ank sy dioprasi otak kirinya umurnya bru 40hr ktika itu. Alhmdulillah oprasi brjlan lncar nmun dktr bdh syrf mmbuat lubang ckup bsar dgn alsan otak anak sy bngkak jd tdk dpsang lg tlangnya. Dan bsoknya dktr mngtkn akn A̲̅ϑa̲̅ oprasi lg utk mnutup lubang Ɣğ bsar itu dgn mngmbil tulang dr sbelahnya lalu mmbagi2 untk bisa mnutupi lubang Ɣğ bsar td tetapi akn tetap A̲̅ϑa̲̅ lubang hnya saja lebih kecil2 shingga tdk memungkinkan otak untk keluar jelasnya. Dan oprasi akn dlakukan apabila bngkaknya sdh kempes. Apkh oprasi Ɣğ kedua tdk akn mmbahaykan putri sy dok? Sy tdk tega apbila kpala anak sya hrus dibedah2 lg, luka Ɣğ kmrn sja mungkin msh skit, Åþå ank sy akan kuat? Yang trbaik hrs bgaimana dok? Ank sy skrng blm bs nangis sprti biasanya ktika sblm oprasi dulu, hnya mnangis pelan itupun sngat jarang, sprti msh susah utk mngluarkan tangisan. Sering trlihat melamun, dan tak acuh. Mhon pnjelasannya dok, trmksh sblumnya.

    1. Ibu Ajeng yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan ibu saat ini dikarenakan kesibukan yang tidak dapat saya tinggalkan.

      Tindakan operasi yang dokter bedah saraf anda lakukan pada anak anda adalah tindakan yang benar dimana dilakukan dekompresi dengan memngangkat tulang kepala dan tidak mengembalikannya dahulu hingga bengkak otak mengempis. Operasi yang kedua jauh lebih ringan daripada operasi pertama dan seharusnya tidak menyentuh otak sama sekali. Operasi hanya akan mengembalikan tulang kepala sehingga menutup lubang yang ada. Tulang untuk menutup dapat dipakai tulang yang lama atau diambil dari tulang lain atau memakai bahan buatan. Karena operasinya jauh lebih ringan, dan anak akan dipersiapkan dengan baik dahulu oleh dokter anak, saya rasa anak anda akan mampu melaluinya dengan baik. Lubang tersebu memnag harus ditutup karena berbahaya sekali bila tidak ada perlindungan yang cukup bagi otak di dalam kepala.

      Lemahnya tangisan dan sikap anak yang masih sering melamun dan tak acuh mungkin sekali berhubungan dengan kerusakan otak yang sudah terjadi akibat perdarahan APCD. Anak anda harus segera dibawa ke dokter anak spesialis tumbuh kembang dan segera diberikan stimulus dengan fisioterapi dan lain-lain. Brikan pula asupan gizi yang cukup baik untuk anda karena tubuhnya sedang berusaha untuk mengembalikan kondisi sehat dan mengejar ketertinggalan.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik FKUI
      CEO PT. ALTERLOBE INDONESIA (www.alterlobe.com)
      Konsultan Kesehatan dan Rumah Sakit pada PT. QUALEX CONSULTING / QINOVEX (www.qinovex.com)

      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      3. RS. JAKARTA HEART CENTER (JHC)
      4. RS. ISLAM PONDOK KOPI Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

    1. Bapak Rohim yang terhormat

      Biasanya efek samping operasi yang bisa terjadi adalah perdarahan saat operasi. Kerusakan dan gangguan sebenarnya sudah terjadi sejak perdarahan pertama kali muncul. Tujuan operasi adalah untuk membuang darah dan memberikan ruang tambahan bagi otak yang bengkak. Jadi operasi bertujuan untuk membantu kondisi anak. Pengalaman saya selama ini Alhamdulillah tidak pernah terjadi komplikasi yang berbahaya.

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta

  21. Selamat pagi Dokter, saya punya keponakan mengalami hal yang sama seperti yang dokter terangkan di atas umurnya baru 3 minggu dan sekarang sedang berada di rumah sakit,
    yang mau saya tanyakan apakah yang harus kami lakukan dari pihak keluarga, apakah bisa tanpa operasi Dok, ?

    1. Ibu Eka yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya karena baru dapat membalas tulisan ibu saat ini.

      Perdarahan otak akibat APCD tidak selalu harus dioperasi. Indikasi operasi baru tegak bila perdarahan terlampau banyak yang sudah menimbulkan efek desak ke otak. Selain itu operasi juga mungkin dipertimbangkan bila otak menjadi sangat bengkak sehingga membahayakan seluruh otak di dalam kepala. Bila kedua hal diatas tidak ditemukan maka operasi bukan merupakan indikasi yang mutlak harus dilakukan.

      Yang penting dalam pengobatan APCD adalah mengatasi segera masalah pembekuan darah dan memperbaiki faktor-faktor pembekuan darah dengan pemberian tranfusi darah atau komponen darah yang sesuai dengan kebutuhan.

      Bagaimana kabar keponakan anda saat ini…???

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

  22. dokter andra. anak saya 3 bulan yang lalu umur 25 hari terkena apcd dan dirawat 15 hari di rs. kemudian sama dokter diberi resep obat tetes hidung xemac dan anak saya sekarang sudah sembuh. tapisetelah itu kepala anak saya yg depan sama belakang lebih masuk ke dalam. apakah ini kelainan yg akan mengganggu pertumbuhanya?
    anak saya secara fisik terlihat sehat hanya saja rewel dan tidak mau di letakkan. jadi sejak keluar rumah sakit dia maunya digendong terus sama ibunya kalo lagi tdk tidur. kakinya sering dikakukan kalau menangis.
    sebelumnya terima kasih dok.

    1. Bapak Arichan yang terhormat
      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.

      Alhamdulillah anak anda bisa melalui penyakit APCD dengan baik. Karena tidak sedikit anak yang mengalami APCD berakhir dengan kematian.

      Namun saya masih belum mengerti dengan yang anda maksud bahwa kepala bagian depan dan belakangnya lebih masuk ke dalam. Saya mencoba menjelaskan dengan cara seperti ini. Seorang bayi, tulang kepalanya masih terdiri dari beberapa bagian dan belum menyatu semuanya. Masih ada celah antara tulang-tulang kepala. Penyatuan tulang-ulang kepala ini baru terjadi secara sempurna pada saat anak sudah berusia sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Sebelum tulang itu menyatu, maka tulang-tulang kepala itu akan merekonstruksi secara alami untuk menghasilkan bentuk kepala anak yang baik. Hal ini tidak akan mengganggu tumbuh kembangnya.

      Bagaimana keadaan anak anda sekarang…??

      Demikian dulu dari saya, semoga dapat membantu anda.
      Terima kasih

      Hormat Saya

      Dr. M. Radhian Arief, SpBS (Dokter Andra)
      Neurosurgeon / Endovascular Neurosurgeon
      Staf Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta
      Email : dr.andra.bs@gmail.com
      Twitter : @dokter_andra

      Saya dapat ditemui di :
      1. RS. MEDISTRA Jakarta
      2. RS. Jakarta Heart Center (JHC) Jakarta
      3. RS. ANTAM MEDIKA Jakarta
      4. RS. Islam Pondok Kopi Jakarta
      5. RS. DHARMAIS Jakarta
      6. RS. PELNI Jakarta

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s