Penyakit “tua” menyerang si “muda”

Penyakit serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, asam urat dan lain-lain merupakan penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada orang-orang tua dengan usia di atas 55 atau 60 tahun. Penyakit-penyakit ini terjadi karena organ manusia sudah mulai berdegenerasi, mulai lelah mungkin dalam menjalankan fungsinya selama ini. Selain itu, kekebalan tubuh orang-orang usia lanjut juga sudah menurun dan tidak seimbang, Keadaan ini ditambah dengan proses peradangan (inflamasi) yang menambah resiko munculnya penyakit-penyakit di atas, Penyakit-penyakit tersebut pula yang mengakibatkan banyak orang usia lanjut yang dirawat di rumah sakit, yang dioperasi, bahkan yang akhirnya dihadapkan kepada kematian.

Namun beberapa tahun terakhir, pasien-pasien yang datang dengan penyakit-penyakit di atas bukanlah orang-orang usia lanjut lagi. Khusus untuk bidang bedah saraf, penyakit stroke misalnya, dialami oleh orang-orang usia yang terbilang masih muda. Bayangkan, dalam satu malam saja saya bisa menemukan 2 pasien dengan stroke yang berumur di bawah 45 tahun. Bahkan kasus terakhir yang saya temukan adalah pasien stroke yang masih berusia 30 tahun. Penyebabnya adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Kenapa ini bisa terjadi…?

Jawabannya mungkin karena telah terjadi perubahan dan pergeseran universal dari sistem tubuh kita sekaligus lingkungan eksternal kita yang mempengaruhi tubuh kita juga. Akibat berbagai faktor baik dari dalam tubuh atau dari lingkungan di luar, telah membuat sel-sel tubuh yang membentuk berbagai sistem organ menjadi lebih mudah “menua”. Selain itu, gangguan di atas juga sudah mengakibatkan perubahan dari sistem kerja organ-organ manusia sehingga menyebabkan ketidakseimbagan yang diakhiri dengan munculnya penyakit-penyakit degeneratif tersebut.

Pada dasarnya, seorang manusia sudah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sejak dalam rahim ibu. Dipersiapkan program pembentukannya dan pematangannya hingga lahir pada waktunya. Namun kondisi ibu dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kehamilan sudah mulai mengganggu program pembentukan dan pematangannya itu. Kemudian saat tumbuh dari seorang bayi kecil hingga menjadi manusia dewasa juga banyak diserang dengan gangguan-gangguan dari luar, baik makanan, udara, dan lain-lain. Akibatnya degenerasi sel-sel tubuh akan lebih cepat terjadi.

Coba perhatikan orang-orang di jaman dahulu, sedikit sekali yang mengalami penyakit-penyakit degenerasi, dan walaupun mengalaminya pada akhirnya, itu pun terjadi pada usia yang sangat tua. Tidak dipungkiri bahwa usia orang-orang jaman dulu lebih panjang daripada usia orang-orang sekarang. Selain itu, orang-orang jaman dulu umumnya lebih sehat dan lebih kuat dibandingkan orang-orang jaman sekarang

Lalu apa yang bisa kita lakukan…?

Prinsipnya adalah tidak semua faktor alam bisa kita kendalikan atau kita kuasai. Hal-hal yang bisa kendalikan sebaiknya diusahakan dengan cara positif yang baik semaksimal kita bisa. Makan makanan sehat, hidup dengn pola sehat dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit, harus kita lakukan. Selain itu, alam juga yang menentukan sebagai bentuk kekuasaanNYA yang di luar kendali kita. Kita nikmati saja hidup ini dengan melakukan yang terbaik yang kita mampu.

Untuk negara Indonesia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah dan kita warganya. Penyakit-penyakit infeksi belum selesai diatasi. Kita masih disibukkan dengan penyakit-penyakit seperti TBC, demam berdarah, polio, tifus dan lain-lain. Sedangkan ancaman kelompok penyakit baru sudah di antara kita. Ayo, mari kita berusaha membuat hidup ini lebih sehat dan lebih baik.

Iklan

2 thoughts on “Penyakit “tua” menyerang si “muda””

    1. Ibu Sri yang terhormat,
      terima kasih sudah mengisi di blog saya. Sebelumnya saya mohon maaf baru bisa membalas saat ini, dikarenakan kesibukan saya yang cukup banyak.

      Penyakit degenratif memang sulit diprediksi dan ditentukan polanya. Intinya adalah terjadi perubahan pada sel-sel tubuh kita sehingga terdapat penurunan fungsi dan perubahan anotomi dan metabolisme yang bisa menjadi berat.
      Penyebabnya tidak diketahui pasti, namun memang perubahan pola hidup dan lingkungan saat ini memberikan pengaruh yang besar. Makanan juga berperan penting dalam perubahan sifat dan fungsi sel-sel di dalam tubuh kita. kandungan makanan yang tidak bergizi dan banyak mengandung zat oksidan / radikal bebas merangsang perubahan sifat sel tadi.
      Sehingga sangat disarankan untuk menjaga pola hidup dan pola makanan yang sehat.

      Dokter Andra

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s