Terapi nyeri ( pain therapy ) … terapi dewa…???

Salah satu terapi dan tindakan yang dapat dilakukan oleh para dokter ahli bedah saraf adalah terapi nyeri (pain therapy). Hal ini dikarenakan memang mekansme terjadinya nyeri dikarenakan rangsangan patologis atau kelainan pada sistem saraf yang merupakan reseptor nyeri pada seluruh tubuh kita. Iritasi atau kompresi pada saraf baik akibat metabolisme yang salah atau mekanik dapat menghasilkan rasa nyeri pada setiap bagian tubuh manusia.

Nyeri merupakan suatu keluhan atau gejala yang bersifat sangat luas baik dari intensitas, karakteristik, pola dan dinamikanya terhadap perubahan lingkungan dan posisi. Nyeri juga merupakan gejala yang bisa menjadi sangat mengganggu sehingga seseorang dapat begitu menderitanya atau bahkan dapat kehilangan produktifitasnya. Seseorang bisa menjadi sangat tidak nyaman dan tidak dapat menemukan suatu posisi atau apapun yang dapat meredakan nyeri. Rasa nyeri luar biasa hebatnya dapat terjadi pada kasus kanker tulang belakang atau kanker lainnya yang mengiritasi saraf, dimana hanya dengan rangsangan ringan saja seperti hembusan angin, seseorang sudah merasakan penderitaan yang luar biasa.

Saya ingin bercerita tentang seorang pasien yang saya temui sekitar 3 tahun yang lalu, seorang wanita dengan usia sekitar 50 tahunan yang sudah terdiagnosa kanker payudara stadium akhir dari 3 tahun sebelumnya. Kanker tersebut sudah menyebar hingga ke saraf tulang belakang yang selanjutnya mengganggu fungsi saraf disana. Alhasil, wanita tersebut merasakan nyeri yang luar biasa. Jangankan diberikan rangsangan yang kuat pada kaki atau punggungnya, dengan sentuhan ringan saja sampai hembusan angin ke bagian tubuhnya itu akan menimbulkan nyeri luar biasa hingga membuat dia berteriak dan menangis.

Pasien sudah beruang kali diberikan obat-obatan anti nyeri hingga pemberian morfin namun tidak pernah ada perbaikan. Nyeri tetap ada dan bahkan terasa memberat. Penderitaan tersebut memberikan kesengsaraan yang hebat pada wanita itu. Memang, berdasarkan teori medis, kanker payudara stadium terminal dengan bukti sudah ada penyebaran merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan lagi. Pasien bahkan sudah divonis mengenai panjang sisa usianya. Namun apakah wanita itu harus menjalankan sisa hidupnya dalam penderitaan hebat itu? Apakah pada akhir hidupnya, wanita tersebut berada dalam kesengsaraan nyeri luar biasa?

Jawabannya TIDAK! Walau seseorang sudah divonis dengan penyakit mematikan, bukan berarti tidak dapat menjalankan sisa hidup dengan rasa nyaman dan tenang. Nyeri yang biasanya menyertai penyakit terminal merupakan penyebab kesengsaraan dan menghilangkan rasa nyaman itu. Oleh karena itu, harus ada usaha untuk mengatasi rasa nyeri itu agar setiap pasien dapat menjalankan sisa hidupnya dengan baik.

Wanita tersebut kemudian berobat kepada salah seorang guru saya, seorang ahli bedah saraf hebat yang menguasai ilmu terapi nyeri. Melihat penderitaan wanita tersebut, guru saya tersebut menyarankan untuk terapi nyeri paliatif dengan cara pemanasan dan perusakan saraf tulang belakang yang terlibat melalui ransangan listrik atau kauterisasi saraf. Wanita tersebut karena sudah lelah akan rasa nyerinya kemudian menyetujui tindakan ini. Dilakukanlah operasi pembukaan kecil tulang belakang dan kemudian dilakukan perusakan pada saraf yang terlibat nyeri. Operasi tidak berlangsung lama dan kemudian wanita itu dibawa ke kamarnya kembali. Pasca sadar dari pengaruh obat bius, wanita tersebut kemudian kita periksa kembali. Dan alangkah bahagianya dia karena nyerinya hilang sama sekali. Memang terasa baal namun nyeri tidak terasa sama sekali. Rasa nyaman dan kebahagiaan yang luar biasa bebas dari nyeri kemudian membuat wanita itu turun dan bersujud di depan guru saya dan mengatakan “Dokter adalah dewa saya….”.

Mulai saat itu saya berpikir, benarkah seorang dokter bisa menjadi dewa atau dianggap dewa karena terapi ini? Kenyataannya begitu yang saya lihat pada setiap terapi nyeri yang dilakukan oleh seluruh dokter bedah saraf.

Hingga saat ini, terapi nyeri bedah saraf semakin berkembang. Bentuk terapi juga sangat bermacam-macam dengan alat yang semakin canggih dan banyak. Terapi nyeri dapat dengan obat-obatan, suntikan, dan operasi saraf. Kita, para dokter bedah saraf juga telah semakin maju dalam pengetahuan serta kemampuan terapi nyeri.

Bila anda merasakan nyeri dalam bentuk apapun, tidak ada salahnya untuk dicoba terapi nyeri. Kami dokter bedah saraf, siap memberikan pelayanan terapi nyeri (pain therapy) pada anda.

 

Pain Therapy
Iklan

Bagaimana menurut anda, ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s